Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Sejarah Munculnya CLD-KHI

Sejarah Munculnya CLD-KHI

oleh: Firin     Pengarang : Muhammad Abu Dzar
ª
 
Sejarah Munculnya CLD-KHI
Negeri ini telah memiliki KHI yang dibuat pada era Menteri Agama Munawir Sadzali. Saat itu, KHI telah dikukuhkan dengan Inpres No 1 Tahun 1991 hingga bisa menjadi referensi para hakim agama dalam memutuskan perkara. Juga menjadi pedoman bagi ummat Islam dalam mengamalkan syariat agama. KHI merupakan standar hukum Islam yang dibuat berawal dari perbedaan acuan para ulama dalam menentukan suatu perkara berdasarkan hukum Islam, sehingga menimbulkan perbedaan pendapat di berbagai tempat. KHI juga merupakan upaya yang dibuat pemerintah untuk menyeragamkan hukum Islam di Indonesia.
KHI sebagai sebuah produk hukum hingga munculnya CLD-KHI sudah berjalan selama 13 tahun. Ia dianggap telah “mampu” dan “bisa" menyelesaikan persoalan-persoalan berdasarkan hukum Islam. Karena dalam kenyataannya KHI banyak menjadi acuan para hakim agama, Kantor Urusan Agama, dan sebagian umat Islam. Penelitian Direktorat Pembinaan Badan Peradilan Agama Departemen Agama pada tahun 2001 menemukan bahwa hampir 100 persen secara implisit dan 71 persen secara eksplisit hakim pada Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama menjadikan KHI sebagai landasan hukum dalam keputusannya. Oleh karena itu, pemerintah lalu berinisiatif menaikkan status produk hukum ini dari Instruksi Presiden (inpres) menjadi Undang-undang (UU) untuk menjadikan KHI sebagai hukum positif dengan segera. Melihat perkembangan ini sekelompok yang menganggap dirinya pembaharu dan reformis serta berpikiran maju menilai saat ini merupakan momen dan kesempatan yang tepat untuk memperjuangkan ide dan gagasan agar dapat dikonsumsi khalayak umum. Naskah tandingan tersebut adalah produk dari upaya Tim Pengarusutamaan Gender (PUG) Departemen Agama yang dipimpin Dr Siti Musdah Mulia, MA, APU, dalam tim ini ia bekerja bersama 11 orang lainnya. Tim ini konon, membuat terobosan baru atas isi KHI dan melakukan klarifikasi beberapa kesalahan tafsir terhadap isu yang termuat dalam KHI, terutama tertuju pada sisi-sisi bangunan perkawinan berkaitan dengan perempuan yang telah dianggap mapan selama ini. Kontan, CLD KHI ini menjadi kontroversi di kalangan pakar ulama Islam yang berkeberatan dan bahkan ada yang menolak gagasan CLD KHI tersebut. Perlu diketahui tim ini mendulang bantuan dari Asia Foundation dalam menggagas CLD-KHI tersebut.
Diterbitkan di: 16 Januari, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.