Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Cara Menghadapi Orang yang Iri Dengki

Cara Menghadapi Orang yang Iri Dengki

oleh: poni_bpp     Pengarang : Ira Shaleone
ª
 
Banyak karakter dalam sosial dibelahan dunia manapun dari setiap ras, bangsa, agama, umur, budaya dan lingkungan yang membutuhkan pengertian jiwa dan logika kedewasaan agar semua itu bisa diterima dengan hati legowo tanpa terpaksa. Saya termasuk dalam kategori personal yang mencoba memahami berbagai karakter tersebut yang dengan senang hati menerima karakter baik seseorang tapi dalam kenyataannya sangat sulit untuk menerima karakter negatif seseorang dalam sosial. Dalam pengamatan saya, ada beberapa karakter negatif yang umum berada dlm lingkungan sosial seperti : berkata kasar dan sinis, bersumpah serapah, iri dengki, tidak sportif dan sombong.
Karakter-karakter tersebut akan selalu ada dalam tingkat sosial manapun termasuk dalam lingkungan kerja.
Sangat sulitnya menerima karakter negatif seseorang karena secara psikologi kita mungkin memiliki karakter tersebut, kita seperti bercermin, hanya saja kita tidak mau mengakui bahwa kita sendiri memiliki satu, dua atau lebih karakter negatif itu. Sebelum kita berkomentar dan merasa tidak nyaman terhadap karakter seseorang ada baiknya jika kita mengetahui dahulu, yang mana karakter negatif kita? tanyalah hati pribadi, karena hati tidak pernah berbohong atau keluarga terdekat atau sahabat kita, karakter macam apakah yg kita miliki? baru setelah kita mengetahuinya, dengan pasrah, sadar, sabar dan tidak munafik “mengobati” karakter negatif tersebut, karena jiwa kita “sakit”. Jiwa yang sakit tidak dapat dengan serta merta dihilangkan secepat kilat dan instan dengan terapi pengobatan psikologi, hanya dengan keimanan dan kedewasaan, jiwa yang sakit dapat sembuh. Pertanyaannya bagaimana melakukan pengobatan itu? perlu ditelusuri sebelumnya asal muasal jiwa yang sakit berasal dari mana? dari kekecewaankah? kesedihan menahun? amarah? dendam? tidak mau menerima kenyataan? tidak puas diri? karena sebagian point-point yang disebutkan tsb dapat dengan mudah merubah karakter baik seseorang menjadi karakter terburuk. Untuk itu silahkan tanyakan dengan jujur pada diri anda sebabnya apa? kategorikan sebab2 tersebut, pilah dan obati satu-satu. Jangan lakukan pengobatan massal atas karakter negatif tersebut, karena emosi kita seringkali menolak untuk menyembuhkan jiwa yang sakit. Jadilah seperti kupu-kupu, dari sesuatu yang buruk menjadi sesuatu yang indah.
Tidak sedikit manusia mencari pengobatan tersebut dengan mendengar, mendatangi ceramah-ceramah, dakwah, seminar motivasi dsb, padahal obat penyembuhannya ada pada diri kita sendiri, hanya kita pura-pura tidak tahu atau rasa itu terhalang oleh keegoisan karena merasa nyaman bersembunyi dalam karakter itu, memakai topeng dan tidak mau mengakui bahwa jiwa kita sakit.
Percuma saja kita mendengarkan dakwah, ceramah, seminar motivasi dll, hasilnya akan nihil juga dan membuang waktu jika kita tidak mau berubah, useless! lalu kita membatin, kenapa harus berubah? jawabannya karena kita makhluk sosial, memerlukan orang lain dalam kehidupan, karena kita tidak bisa berdiri sendiri! jika kita nyaman dengan karakter buruk tersebut, coba tanya orang sekitar, apakah mereka nyaman dengan karakter buruk kita? jawabannya pasti tidak, kemudian kita berkilah, kita hanya manusia biasa tidak luput dari sifat dan karakter buruk atau bersikap masa bodoh, itu berarti kita adalah manusia yang kerdil, pengecut, tidak beradab, barbar, tak punya hati dan hanya akan menambah panjang dan sulitnya pengobatan itu kelak dan seyogyanya kita yang akan merugi dunia dan akhirat. Belum lagi dampaknya bisa turun temurun, bukankah sifat baik dan buruk akan kita wariskan pada anak cucu kita kelak, jadi sebetulnya yang akan merugi adalah berkuadrat-kuadrat menerobos kesetiap kehidupan masa depan.
Mudah menemukan obat itu, bersihkan jiwa kita dari akar penyebabnya dengan : banyak bersyukur, ikhlas menerima hal buruk yang terjadi dalam hidup kita dan gembleng terus keimanan kita, tersenyumlah, karena dengan tersenyum hati yang kecut jadi segar dan lembut, balaslah perbuatan buruk orang lain dengan kebaikan kita tanpa pamrih dan tidak dibuat-buat, sering-seringlah melihat dengan mata lebar dan hati yang jernih dilingkungan sekitar dan sesama kita yang masih kurang beruntung dibanding kita, niscaya sakitnya jiwa kita akan sirna. Mulailah semua itu dari diri kita sendiri…. alhasil orang disekitar kita akan terkontaminasi dengan karakter perubahan kita yang lebih baik.
Jadi tak usah heran, kesal atau marah jika kita menemukan orang yang berkarakter buruk dan sangat menganggu hubungan sosial kita, pahami saja karena justru kita seharusnya prihatin pada mereka karena mereka “sakit” dan kita tidak mau jadi seperti mereka kan?
Tips menghadapi orang-orang yang berkarakter buruk :
1. jangan terpancing emosi atau sakit hati, tetaplah jernih berpikir
2. tak usah membalas apalagi melabrak
3. jangan menjelek-jelekan mereka
4. ramahlah pada mereka
5. jangan kucilkan mereka
6. berbaik sangkalah pada mereka
7. balas dengan perkataan yang sopan
8. ajaklah berbicara empat mata
9. jangan sinis menghadapi mereka
10. kasihanilah mereka dengan mencoba menyadarkan mereka
11. berilah kado
12. maafkan mereka
Cobalah tahapan tips diatas sebagai terapi jiwa kita agar pada saat kita meninggalkan dunia ini yang tersisa adalah perkataan baik dari sekitar dan bukan cemoohan dan gunjingan orang. Semoga bermanfaat.
Diterbitkan di: 29 Desember, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagamana cara menghadapi terangga yang iri hati ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    cuekin aja 10 Januari 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana sikap kita jika mempunyai kakak ipar yang mempunyai 2 muka, baik di depan (apalagi ada ortunya sendiri/Mertua bagi saya), tetapi dibelakang kita sangat berbeda jauh, hampir 360 derajat. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Kalau saya, saya buktikan saya tidak bersalah. Setelah itu saya tetap berbuat baik, tapi tetap jaga jarak saja. ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Ya benar, karena kalau tidak begitu, kita tetap akan jadi bahan cacian, makian, fitnah, dsb. oleh karena itu kita paling tidak harus bisa tegas memberikan efek jera terhadap orang yang menyakiti/mendzolimi kita . tetapi setelah itu kita biasa2 saja dengan orng tersebut, tidak akrab dan juga tidak menjauh .. 07 Januari 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Subhanallah..., sangat dilematis menghadapi adik ipar yang sangat tidak sopan bahkan sama ibu kandungnya sendiri..., mau kasih nasihat tapi sama suami ga boleh ikut campur, baiknya gimana ya??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bgmn mnghadapi tmn yg menusuk dr blkng pdhl aq tlh mmbuat diri q dibenci org" disekeliling kami. dan bgmn mengontrol diri saya krna stlh aq mlkkn itu untk teman saya itu,saya sempet muak liat mukanya ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    perbanyak do'a dan mohon perlindungan Allah, SWT., jangan emosi balaslah keburukannya dengan kebaikan dia juga punya hati kecil, memang butuh perjuangan itulah tantangan kehidupan 31 Mei 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bgmn menghadapi orang yg iri dan dengki mlht apa yg kita peroleh, sehingga dy mencelakakan kita n menggunakan sihir tuk menyakiti kita, smntra kita slalu berbuat baik ma dy n membantu dy? ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    cara menghadapi orang semacam dicueki aja, anggap aja dia tidak pernah ada disekitar kita 10 Januari 2014
  1. Jawaban  :    gak usah sedih, Allah sedang menaikkan derajatmu seperti yang aku alami sekarang (lagi proses sih). 08 Maret 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana menghadapi orang yang sangat iri melihat keberhasilan kita, padahal kita selalu berbuat baik, tidak pernah memperdulikan mereka mau dapat apa, mau mengerjakan apa, mau berbuat apa ?? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dear bpk/ibu, menghadapi orang yang iri dari kasus diatas : 1. maafkan mereka, agar anda tidak termasuk kelompok berpenyakit hati 2. positive thinking, anggaplah iri dengki mereka sebagai perhatian dan kepedulian mereka terhadap anda 3. berbanggalah terhadap diri sendiri, karena anda membuat mereka iri, berarti anda seorang yang sukses 4. berbuat baiklah tanpa pamrih, karena perbuatan baik anda akan dibalas yang Kuasa pada sikon yang lain salam, Ira Shaleone 16 Juli 2011
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    aku itu punya saudara ipar awalnya aku mau usaha kuliner tapi dia yang ambil dan sekarang aku usaha butik dia juga ikutin , aku jengkel banget...harusnya sikap aku gmn.....? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    dear, kakak ipar anda jelas seorang follower & anda akan tetap sebagai pendahulu bisnis. dari sisi bisnis dia adalah rival anda tapi tak perlu jengkel/resah, krn keberhasilan bisnis anda tergantung dari seberapa besar usaha anda untuk mengelolanya, terbuka menerima rival dan satu hal yang perlu anda pahami bahwa rejeki seseorang sudah diatur oleh yang Kuasa. Bersainglah dg positif & jujur, tetap menjaga hubungan yg baik dg kakak ipar anda. salam, Ira Shaleone 16 Juli 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 1. EI

    Thx

    Thx for sharing

    0 Nilai 15 Juni 2011
X

.