• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Minta Mati

oleh : mozaiq     

Pengarang : Mayang Ayu Lestari
"Mah, aku mau mati!" kalimat itu adalah sebuah judul cerpen yang aku baca. Dalam cerpen itu diceritakan seorang anak berumur
8 tahun yang meminta izin untuk mati pada ibunya. Ibunya pun terkejut mendengar permintaan anaknya itu. Anknya terus saja memaksa pada ibunya untuk diizinkan mati, lalu Sang Ibu pun mengajukan persyaratan pada Sang Anak jika dia benar-benar ingin mati. Syaratnya adalah memenuhi tiga permintaan ibunya.Permintaan pertama ibunya adalah anaknya masuk sekolah, lalu permintaan keduanya adalah meminta anaknya untuk ikut ke suatu tempat. Di tempat itulah anaknya mulai tersadar bahwa hidup itu sangat berharga. Ibunya membawa ke sebuah tempat kumuh, di tempat itu anaknya berkenalan dengan anak-anak lain, tepatnya anak-anak yang memiliki nasib kurang beruntung. Tidak seperti dirinya yang memiliki rumah besar, mobil mewah, bisa sekloah, dsb. Ibunya memperhatikan tingkah lakunya selama di tempat itu, ibunya merasa bangga karena ternyata anaknya bisa beradapatasi dengan anak-anak itu. Setelah dari tempat itu, lalu anaknya pun menangis dan berkata pada ibunya "Mah, aku ga mau mati,". Selidik punya selidik ternyata alasan anaknya itu meminta izin pada ibunya untuk mati karena dia takut menghadapi hari yang sangat ditakutkannya, yaitu tampil nyanyi di depan kelas. Mendengar alasannya itu pun Sang Ibu tertawa geli.
Kelakuan anak kecil terkadang memang membuat kita tertawa, tetapi apa yang dialami anak kecil dalam cerita tersebut sering kali terjadi pada kita. Pada saat kita takut menghadapi sesuatu, ataupun dalam keadaan stres seringkali setiap orang merasa ingin cepat mengakhiri hidupnya. Tetapi ketika kita melihat ke bawah, masih banyak orang yang kurang beruntung. Seharusnya kita bisa mensyukuri apa yang telah Tuhan beri pada kita. Dengan meminta ingin cepat mati, tandanya kita tidak mensyukuri nikmat-Nya. Kita sama saja dengan menyia-nyiakan hidup yang telah kita jalani. Mulai, sekarang kita nikmati hidup ini dan kita syukuri setiap pemberian-Nya karena Tuhan telah menggariskan jalan hidup kita yang pasti adalah yang terbaik buat diri kita.
Diterbitkan di: Oktober 26, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.