Note: Please give marks to this article by clicking the stars below! Thank you! Kebutuhan
Akan Ketenangan Jiwa
Oleh: Sunlita Citra T.
Berbicara tentang ketenangan jiwa seperti mengakui adanya kebutuhan mental. Inilah dasar dari kebutuhan rohani, jiwa itu sendiri. Saat ini mungkin Anda merasakan begitu banyak keinginan fisik yang rasanya jauh penting daripada kebutuhan jiwa. Tanpa Anda sadari, jiwa ini juga memerlukan sebuah latihan atau ketahanan mental. Anda dapat menyadari hal ini dengan sangat jelas jika mau, saat Anda dilanda beragam persoalan, saat Anda memikirkan begitu banyak pemikiran, saat Anda merasa kepala Anda mau pecah dibombardir begitu banyak suara yang dihasilkan alam pemikiran sendiri.
Sebelum melangkah lebih jauh, perlulah kita sama-sama menyadari bahwa penulis tidak sedang berbicara tentang agama, karena ketenangan jiwa dibutuhkan oleh setiap orang, tidak peduli agama apa yang dianut.
Apakah Anda suka merenung? Ya, Anda pasti suka! Karena saat membaca tulisan ini pun, pikiran Anda mungkin berbicara mengiringi atau bersahut-sahutan dengan pemikiran penulis yang tertuang melalui deretan kata ini. Berpikir adalah salah satu bagian dari kegiatan merenung. Kalau pun Anda ingin meyakinkan diri sendiri bahwa Anda tidak suka merenung, itu adalah hak Anda. Kenapa banyak di antara kita yang enggan untuk merenung? Padahal, merenung adalah salah satu jembatan yang dapat kita gunakan untuk mencapai ketenangan jiwa.
Sebuah kata yang sering disangkutpautkan dengan kegiatan merenung adalah melamun. Kepercayaan masyarakat biasanya melarang seseorang untuk melamun karena hal ini sangatlah berbahaya. Ya, saya tekankan, sangat berbahaya jika Anda melamun atau merenung saat berjalan kaki melintasi jalan raya! Tapi, jika Anda merenung di dalam keheningan dan ketenangan yang Anda ciptakan di rumah Anda, apakah berbahaya? Terlebih lagi nampaknya kita perlu membuat garis pembatas yang jelas antara melamun dengan merenung.
Saat melamun, Anda tidak tahu apa yang sedang Anda pikirkan. Sedangkan saat merenung, Anda justru diharapkan mampu masuk ke dalam persoalan dan pemikiran itu sendiri, menguaknya hingga kepada inti yang paling fundamental.
Jika di awal tulisan ini saya telah menyebutkan bahwa banyaknya pemikiran yang ada di dalam pikiran kita dapat mengganggu ketenangan jiwa, saat merenung kita justru harus mendengarkan setiap pemikiran yang begitu banyaknya. Lalu menganalisanya dan mengurutkannya dengan jelas. Sehingga tujuan merenung tersebut dapat diperoleh, yaitu gambaran yang jelas mengenai apa yang direnungkan.
Kenapa kita begitu perlu merenung dan mencari ketenangan jiwa? Di tengah kehidupan dengan jadwal yang padat, dengan beragam problema kehidupan yang terus menyerang, kejiwaan kita sangat perlu dikembangkan. Kejiwaan seseorang mempengaruhi emosinya, termasuk pola pikir dan pandangan hidup. Penulis tidak bermaksud menyatakan bahwa hal ini adalah gangguan jiwa, namun sebuah kebutuhan yang pasti dibutuhkan setiap manusia, termasuk untuk meminimalisir kemungkinan adanya tekanan batin.
Maka, dengan menyadari adanya kebutuhan jiwa ini, marilah kita bersama-sama berusaha untuk mencoba menggapai ketenangan jiwa, dengan demikian kita akan dapat menghargai kehidupan ini dengan lebih baik lagi. Namun, satu hal yang patut kita ingat adalah keadaan kita sebagai manusia, yang masih memiliki emosi, yang masih bisa terganggu ketenangannya sehingga Anda tidak perlu cemas jika suatu saat kehidupan Anda terasa kembali bergejolak dan mengganggu ketenangan Anda. Biar bagaimana pun, setiap perasaan juga harus diungkapkan karena jika hal ini tidak dilaksanakan malah mengakibatkan tekanan batin. Dengan mengungkapkan perasaan, kita juga mengarah kepada ketenangan jiwa yang sama.