Kekerasan Dipandang Dari Kaidah Berpikir Tepat Dan Logis
Berpikir logis adalah cara berpikir dengan menggunakan
penalaran atas apa yang salah dan benar dengan alur, pola, atau patokan tertentu. Logika dapat juga diartikan sebagai ketepatan berpikir saat akan melakukan sebuah tindakan.
Kekliruan dalam berpikir menurut Drs. Mundiri (Pengarang buku dengan judul Logika) antara lain:
1. Kekeliruan Formal karena :
a. menggunakan empat term dalam silogisme
b. kedua term penengah tidak mencakup proses yang tidak benar
c. menyimpulkan dari dua premis negatif
d. mengakui akibat kemudian membenarkan pula sebabnya
e. menolak sebab dan menyimpulkan bahwa akibat tidak terlaksana
f. bentuk disyungtif yang mengingkari alternatif pertama kemudian mengakui alternatif lain
g. tidak runtutnya peryataan satu dengan yang diakui sebelumnya
2. Kekeliruan Informal yang disebabkan oleh :
a. Membuat generalisasi yang terburu-buru
b. memaksakan praduga
c. mengundang permasalahan
d. menggunakan argumen yang berputar
e. berganti dasar
f. mendasarkan pada otoritas
g. mendasarkan diri pada kekuasaan
h. menyerang pribadi
i. kurang tahu permasalahan
j. pertanyaan yang rumit
k. alasan yang terlalu sederhana
l. menetapkan sifat yang bukan suatu keharusan
m. argumen yang tidak relevan
n. salah mengambil analogi
o. mengundang belas kasihan
3. Kekeliruan karena penggunaan bahasa yang disebabkan oleh
a. komposisi
b. kekeliruan dalam pembagian
c. kekeliruan karena tekanan
d. kekeliruan karena amfiboli (kalimat yang dapat ditafsirkan berbeda-beda)
e. kekeliruan karena menggunakan kata dalam beberapa arti
Syarat-syarat dalam bepikir untuk melakukan sebuah tindakan atau keputsan yaitu:
1. Pemikiran harus berpangkal dari kenyataan atau titik pangkalnya harus benar
2. Alasan-alasan yang diajukan harus tepat dan kuat
3. Jalan pikiran harus logis atau lurus/sah
Kekerasan merupakan suatu kegiatan yang dapat menyakiti seseorang baik mental maupaun fisik apakah berdampak kecil atau besar. Seseorang yang melakukan sebuah kekerasan tentunya dapat diepertanyakan apakah ia telah menggunakan logikanya? Karena seorang yang berpikir menggunakan logikanya mengetahui bahwa menyakiti orang lain merupkan hal yang salah yang tidak tepat untuk dilakukan selama masih ada cara-cara yang lebih dapat diterima logika.
Pada Intinya pemikiran yang tepat dan logis akan menuntun seseorang memeikirkan kembali untuk melakukan tindakan kekerasan yang mungkin muncul di dalam pikirannya. Seseorang yang tidak mempunyai dasar pemikiran yang tepat dan logis akan mempunyai potensi dalam melakukan tindakan kekerasan dikarenakan tidak mempunyai dasar acuan disaat menemui masalah yang tidak mampu ia temukan penyelesaiannya. Maka dari itu seseaorang seharusnya dibekali sejak dini kaidah-kaidah dalam berpikir tepat dan logis, baik itu dari bangku pendidikan formal ataupun non formal, namun lebih diutamakan pengajaran yang diberikan oleh orang tua.