The Club of Rome
(Salah satu Si-Organisasi perusak Dunia) Aurelio Pecci. Dialah indrustiawan
Italia pendiri Klub Roma pada tahun 1968. Klub Roma adalah salah satu organisasi rahasia terbesar didunia. Keberadaannya memunculkan banyak kegelisahan. Ada yang menyebut Klub Roma sebagai kanal pengalir isu global berbasis Humberg. Ada juga yang menyebutkan komplotan elit rahasia yang sangat ambisius menguasasi dunia. Mereka selalu berinovasi politik serta perekonomian internasional. Untuk menjalankan misi, mereka bertameng "keja sama" yang didukung oleh kalangan elit penguasa dunia, Bank Dunia dan Moneter Internasional. Untuk melihat misinya, silahkan membuka (www.clubofrome).
Mereka bernafsu menebar masalah paling rumit dan krusial bagi umat manusia. Jebakan mereka adalah tawaran penyelesaian masalah masyarakat diseluruh dunia (Negara-negara berkembang) yang tertatih akibat tarikan arus globalisasi. Seolah mereka satu-satunya pemilik riset hingga mematenkan solusi alternatif masa depan yang wajib ditaati masyarakat dunia. Sejak awal, mereka menjala para pemimpin dunia yang menentukan kebijakan umum rakyatnya masing-masing. Bahkan seringkali dengan para pemimpin dunia itu mereka berkolaborasi membuat skenario agar dunia diguncang "badai masalah". Setelah masyarakat terjebak kepanikan, baru mereka kemudian menyodorkan solusinya
Tahun 1971, Klub Roma menerbitkan buku berjudul
The Limits to Growth. Buku ini memaparkan hasil riset bahwa sumber daya alam dibumi ini semakin menipis. Perkara ini kemudian mereka asumsikan sebagai akibat negatif dari pesatnya pertumbuhan penduduk dunia.
Publikasi Buku Klub Roma itu memastikan perdebatan serius para pakar teori konspirasi. Apa yang terjadi.? Celaka!. Pakar-pakar itu menegaskan bahwa Klub Roma nyata mencipta "senjata" pemusnah massal. Mereka menyebar virus AIDS. Pendapat ini dikuatkan oleh beberapa sumber informasi bahwa AIDS adalah virus buatan manusia yang sengaja dikembangbiakkan oleh Klub Roma melalui para penguasa elit dunia, CIA dan jaringan Bilderbergers.
Beberapa bukti penting yang ditemukan oleh peneliti tentang AIDS adalah virus yang sengaja diciptakan, yakni berkas catatan hasil penelitian;
Progress Report AIDS tahun 1971. disamping itu, ada juga beberapa dokumen penting tentang program pengembangbiakkan Virus tersebut, antaranya dokumentasi yang dipublikasi oleh
Freedom of Information Act (Arus Informasi Terbuka). Di dokumen ini dipaparkan fakta-fakta biadab bahwa masyarakat yang "tidak dikehendaki" hidup dijadikan "kelinci percobaan" oleh Amerika Serikatselama 70 Tahun dengan programnya yang bernama MK-NAOMI.
Tahun 1930, serdadu-serdadu Amerika Serikat dan pasien-pasien dirumah sakit sipil dijadikan kelinci percobaan untuk serangkaian program yang membutuhkan eksperimen terhadap virus tersebut. Masih di tahun 1930-an,
Studi Sphilis Tuskugee mendapati 200 orang kulit hitam mengidap penyakit
Siphilis dibiarkan semarak tanpa pernah diberitahu efek penyakit itu dan tidak mendapat pengobatan.
Setelah melalui eksperimen yang panjang dan virus AIDS pun sudah mencapai kesempurnaannya, kemudian Klub Roma mencari orang-orang yang menjadi sasaran pemusnahan. Mereka menetapkan kelompok masyarakat yang "tidak layak hidup" hingga harus dilenyapkan. Termasuk diantaranya, yaitu ras kulit hitam, kaum Hispanik dan kaum Homoseksual. Seperti dibenua Afrika, ras kulit hitam disini terinfeksi AIDS melalui vaksin cacar tahun 1977 dan penduduk Amerika Serikat terinfeksi tahun 1978 melalui vaksin Hepatitis B di Pusat Kontrlo Penyakit dan Bank Darah New York." (Lihat www.thewatcherfiles.com/cooper/aids.html)
Dapat kita tarik kesimpulan, bahwa pemusnahan penduduk secara massal itu bukan tragedi kemanusiaan, melainkan sebagai upaya untuk mengendalikan jumlah pertumbuhan penduduk dunia. Meski asal-usul AIDS dicitrakan masih diselimuti misteri. Namun satu hal yang pasti dan tidak dapat dipungkiri, apapun dalih mereka setelah mencipta kepanikan dan kesengsaraan, bahwa "rekomendasi paksa" rancangan Klub Roma nyata dilaksanakan secara brutal, biadab dan licik serta mensengsarakan masyarakat dunia.