• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Padang pasir

oleh : MivtelRahman     

Pengarang : miftahrahman
Saudi Arabia, sekitar tahun 1930-an M.
“Demi Allah, menurut anda, bagaimanakah iblis membuat mesin-mesin radio itu bekerja?”
Tanya Abdul Aziz, penguasa kerajaan Saudi Arabia kepada Syeikh Abdullah bin Hassan Al al Syeikh
“Demi Allah aku memang tidak tahu, tetapi aku yakin setan memang setiap saat mengunjungi pemancar itu dan pegawai-pegawaimu di tempat tersebut mempersembahkan sesaji kepadanya.” Jawab Syeikh.
Abdul Aziz langsung berdiri dan menggandeng tangan Syekh serta membawanya ke stasiun radio di istananya.
“Lihatlah, tak ada bekas-bekas sesaji sedikitpun.” Kata Abdul Aziz.
Syeikh tetap tidak percaya. Walaupun di tempat itu tak ada bekas-bekas darah atau bekas bentuk sesaji apapun, namun Syeikh berkeyakinan bahwa raja Abdul Aziz menipunya.
Syeikh mencoba menyuap operator radio untuk membocorkan kapan setan biasa datang. Ia merasa yakin bahwa setan sendirilah yang membawa suara-suara yang didengarnya lewat udara.
“Menurut pendapat anda, seberapa jauh setan mau membawa sabda Allah?”
Syeikh diam tak mengerti pertanyaan Abdul Aziz itu.
“Apakah setan akan mampu membawa sabda Allah dari sini ke Riyad atau dari Riyad kemari?”
Mendengar pertanyaan yang seperti itu dari Abdul Aziz, Syeikh menjadi sangat marah.
“Ya (hai) Abdul Aziz ! Anda bercanda tentu. Aku tahu dan anda tahu, setan takkan mungkin membawa sabda Allah. Jangankan dari Mekkah ke Riyad atau dari Riyad ke Mekkah, satu jengkalpun takkan mampu.”
“Aku tak bercanda, o yang bijaksana.”
Kemudian sekali lagi Abdul Aziz membawa Syeikh ke stasiun radionya.
” Aku sudah minta imam di masjid agung Riyad untuk pergi ke stasiun radio kota itu. Dan kuminta anda mau mendengarkan apa yang diucapkannya.” Kata Abdul Aziz.
Syeikh Abdullah mendengarkan. Beberapa menit kemudian ia mendengar ayat-ayat pertama Al Qur’an gemerisik di pesawat penerima.
Akhirnya Syeikh Abdullah yakin, mulai saat itu ia memberkati radio sebagai salah satu keajaiban Allah. Ulama lainnyapun ikut-ikutan.
Syeikh Abdullah Bin Hassan Al al Syeikh adalah kadi ( hakim )di kerajaan Saudi Arabia saat itu, pemimpin gerakan Ikhwan, yang merupakan sekutu utama Abdul Aziz menegakkan kerajaannya. Syeikh Abdullah juga adalah keturunan langsung Ibnu Abdul Wahab, anak dari pendiri Wahabi.
* * *
“Dinding ini terbuat dari air bunga melati, dinding ini dibuat dengan bunga mawar…” Kata seorang pria Arab kepada teman asingnya, di sebuah reruntuhan bekas istana Zaman Romawi.
“Mari kutunjukkan bau yang lebih harum dari ini semua..
inilah..keharuman yang tiada tara.” Kata orang Arab itu seraya menghirup udara padang pasir..( TE Lawrence )
Padang pasir menyimpan keharuman yang tiada tara bagi Arab Badui, karena mereka tahu, di tengah padang itu, tidak menyimpan aroma apa-apa, tetapi padang pasir selalu mengingatkan mereka akan cinta dan masa lalu nenek moyang mereka.
Mereka kaum pengembara padang pasir. Sudah beratus tahun nenek moyang mereka mengajarkan mereka hidup seperti itu, mengembara di tengah padang pasir yang beribu-ribu mil luasnya, berjalan dari satu oase ke oase yang lain.
Suku badui Arab adalah suku pengembara. Banyak kisah-kisah yang menarik berkenaan dengannya, mitos, tentu saja tak pernah lepas dari kehidupan mereka yang selalu menyatu dengan alam. Hidup menetap bukanlah gaya mereka, mereka tidak mampu menjalani hidup seperti itu. Merampok ternak milik suku-suku lain di padang pasir adalah mata pencaharian mereka.
Kelompok Ikhwan lahir dari golongan manusia-manusia seperti itu di sekitar tahun 1930-an. Mereka muncul sebagai pembaharuan dari gerakan Al Wahabi. Karena keras dan tidak pernah takut mati dalam berperang, Simbiose mutualisme terjalin antara gerakan Ikhwan dengan Abdul Aziz. Al Ikhwan berpikiran tentang dakwah, sedang Abdul Aziz berpikiran tentang kekuasaan di tanah Arab. Berkat Ikhwan inilah cita-cita Abdul Aziz kemudian terlaksana.
Hukum-hukum dan tafsir-tafsir ayat Al Qur’an yang mereka jalankan tidak berbeda dengan Wahabi, berpegang teguh pada arti harfiah yang tersurat dalam Alqur’an. Memotong jubah sebatas lutut, mencukur kumis sampai licin, membiarkan jenggot tumbuh semaunya. Melarang keras rokok dan semua hal yang tidak ada di jaman nabi Muhammad, nyanyian, tarian dan bahkan permainan anak-anakpun dilarang.
Mereka terutama sangat membenci negara-negara barat. mengharamkan segala penemuan teknologi baru dari barat.
Melarang mobil, radio, telepon, fotografi. Melarang ilmu tentang bumi, karena takut mengubah kepercayaan bahwa bumi itu diam. Namun tidak mengharamkan senjata walaupun mereka tahu hal ini belum ada di jaman nabi.
Alam padang pasir yang keras, dunia perang dan jiwa pengembara serta penafsiran diri mereka sebagai ‘tentara tuhan’ yang selalu siap berjihad dan tidak pernah takut mati telah memberikan kompromi tersendiri terhadap hal baru, seperti senjata itu misalnya.
Diterbitkan di: Oktober 08, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.