• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Modul Abstraq: Pelatihan Etika dan Persiapan Wawancara Jurnalistik

.

Modul Abstraq: Pelatihan Etika dan Persiapan Wawancara Jurnalistik

oleh : cassle     

Pengarang : Sunlita Citra T.
Modul ini sepenuhnya ditulis dan disusun untuk kepentingan segenap anggota Abstraq. Jika ingin menggunakan modul
ini untuk kepentingan lain, harap memberi tahu kepada pihak penulis.
Terima kasih.
Penanggung Jawab Modul: Sunlita Citra T.

 Dalam melaksanakan kegiatan mewawancarai orang lain, tentu kita harus memiliki sedikit bekal agar wawancara tersebut dapat berlangsung dengan lancar serta data yang didapatkan merupakan data yang berharga. Dengan cara yang tidak tepat, walaupun kita telah menemukan momen dan tokoh yang tepat untuk diwawancara, data yang didapat cenderung tidak maksimal.
Andaikan jika Anda adalah pihak yang diwawancarai oleh seseorang yang tidak Anda kenal, Anda dapat memilih untuk mengutarakan keterangan sejelas-jelasnya atau Anda dapat mengutarakan keterangan singkat yang bertujuan untuk “membebaskan” diri Anda dari penanya tersebut. Nah, dalam kondisi ini, cobalah tuliskan dalam poin-poin singkat, dalam keadaan seperti apa saja Anda akan mencoba “menghindar” dari pertanyaan-pertanyaan tersebut! Misalnya: sedang sibuk.
1.
2.
3.
Nah, sekarang kita sudah mengetahui, kondisi-kondisi yang harus dihindari saat hendak melakukan wawancara dengan seseorang. Berikut hal-hal yang dapat kita lakukan:
1. Atur Jadwal
Selain kita tidak harus menunggu lama hingga pihak yang bersangkutan memiliki waktu senggang, mengatur jadwal memiliki beragam keuntungan, misalnya: tokoh tersebut tidak merasa terbebani dengan kita (dalam arti: tidak merasa diikuti terus menerus dan memaksa untuk bertemu), kita juga tidak perlu repot-repot berurusan dengan petugas keamanan / bodyguard atau bahkan sekretaris dari tokoh. Dengan adanya jadwal dan janji untuk bertemu, kita memiliki kekuatan untuk mendapatkan momen eksklusif yang khusus disediakan tokoh bagi kita.
Bagaimana caranya?
Pertama-tama, jika memungkinkan kita perlu mencari tahu jadwal sang tokoh itu sendiri. Sangat tepat jika janji wawancara itu dapat diselipkan di antara kegiatan santai dari sang tokoh. Kenapa? Saat santai, seseorang akan lebih leluasa mengungkapkan sesuatu. Ini juga sangat berpengaruh pada kondisi wawancara. Biasanya keadaan yang santai juga bermanfaat bagi kita agar tidak terlalu tegang atau gugup. Setelah kita mengetahui jadwal, kita dapat menghubungi tokoh yang bersangkutan untuk menanyakan apakah ia bersedia untuk diwawancara pada waktu tersebut. Perlu diingat, jika tokoh tersebut adalah tokoh penting, biasanya waktu mereka terbatas, maka jangan sampai kita terlihat seperti “mengatur-atur” dirinya. Kesopanan juga berdampak luas pada kesan seorang nara sumber terhadap kita. Mereka harus dibuat percaya sehingga merasa aman untuk menyampaikan keterangan kepada kita! Jika tokoh tersebut memiliki sekretaris, biasanya sekretaris yang akan mengatur jadwal bersama Anda. Tidak apa, yang penting Anda telah memiliki modal pertama yang paling penting dalam sebuah wawancara.
Dengan mengatur jadwal, kita dapat menghindari tokoh yang merasa tergesa-gesa karena kesibukannya. Anda telah menemukan beberapa poin lain tentang kondisi-kondisi yang harus dihindari, bagaimana Anda dapat mengatasi hal tersebut? Mari diskusikan bersama!
1.
2.
3.
Selamat! Kita telah berhasil merumuskan beragam tindakan yang dapat kita lakukan agar sang tokoh merasa lebih dihargai. Inilah faktor-faktor utama dalam sebuah wawancara. Momen yang tepat!
Wawancara hendaknya terencana dengan baik agar kita dapat tahu dengan pasti apa yang harus dilakukan. Apa saja yang perlu disiapkan? Mengenai hal ini, mari kita membaca tulisan Bapak Asep Setiawan, seorang jurnalis profesional.
“Prepare for interviews
Adakan penelitian kecil-kecilan mengenai orang yang akan dihadapi. Tanyakan kepada orang lain mengenai nara sumber itu, baca pula tulisan mengenai dirinya. Jika Anda berhadapan dengan orang terkenal, jangan ajukan pertanyaan sama seperti jurnalis lainnya. Ajukan dengan cara dan pandang yang baru. Gunakan pula kekuatan internet untuk menggali data atau bicara dengan rekan jurnalis lainnya.
Selain mengkaji orang yang akan didatangi, Anda juga sebaiknya meneliti topik yang akan dijadikan wawancara. Pengetahuan yang cukup mengenai topik wawancara akan memberi Anda kredibilitas dimata nara sumber. Semakin banyak diketahui topik yang akan dibicarakan, semakin baik liputannya.”
Maka dapat disimpulkan dua hal penting:
1. Penelitian Tokoh
2. Penelitian Topik
Tidak jarang, saat meneliti tulisan mengenai sang tokoh, kita dapat menemukan wawancara dengan dirinya. Hal ini dapat menjadi sebuah referensi penting untuk belajar dari wawancara yang sebelumnya. Dari hasil wawancara ini akan terlihat karakter sang tokoh dan sifat-sifat pribadi yang mungkin dapat mendukung suksesnya wawancara kita. Dengan demikian, pengalaman wawancara yang baik dapat memungkinkan kita mendapat kesempatan tokoh tersebut di lain waktu, atau malah kita dapat melakukan korespondensi atau saling menulis surat (e-mail) untuk saling bertukar pendapat. Keuntungan lainnya jika kita memahami sifat sang tokoh adalah kedekatan yang mungkin juga akan mendekatkan kita pada nara sumber lainnya!
Setelah melakukan penelitian tokoh, mari berlanjut ke pelaksanaan penelitian topik. Mari kita rumuskan apa yang perlu kita teliti dari sebuah topik.
Sekarang kita telah memiliki gambaran mengenai bagian mana yang harus diperdalam dari sebuah topik. Namun, apakah semua bagian itu perlu kita bahas dengan sang nara sumber? Tidak. Maka, mari tandai bagian mana saja yang penting untuk ditanyakan pada sang tokoh!
Berdasarkan poin-poin yang telah ditandai, kini Anda juga dapat merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang akan Anda lontarkan pada saat wawancara. Perlu kita ingat, poin-poin yang telah ditandai tersebut adalah poin yang penting untuk ditanyakan pada orang lain, akan tetapi kita perlu meninjau ulang, sesuaikah pertanyaan tersebut dengan wawancara yang ingin dilakukan?
Sesuai atau tidaknya sebuah pertanyaan dalam satu kesatuan wawancara dapat ditentukan dari TUJUAN wawancara. Jika pertanyaan tersebut mengarah kepada pencapaian tujuan wawancara, maka pertanyaan tersebut layak untuk ditanyakan.
Terima kasih! Bersama-sama kita telah mampu merumuskan langkah menuju momen wawancara yang tepat dan pertanyaan-pertanyaan wawancara yang berbobot! Apabila ada kata-kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan.
Diterbitkan di: Oktober 03, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.