• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Anak Malas Belajar di Sekolah Tapi Rajin di Rumah?

.

Anak Malas Belajar di Sekolah Tapi Rajin di Rumah?

oleh : cassle     

Pengarang : Sunlita Citra
 
Setelah mengenali pola belajar anak, sebagian dari para orang tua merasa terheran-heran dengan perilaku anak
mereka yang semakin lama semakin tidak menyenangi proses pembelajaran itu sendiri, terlebih lagi di sekolah. Banyaknya tugas yang menumpuk, rutinitas yang membosan, hingga beragam alasan lain mungkin menjadi penyebabnya. Satu hal yang mungkin luput dari perhatian para orang tua adalah, bagaimana rasanya menjadi pelajar pada saat ini.
Ya, sebagai orang tua, kebanyakan dari kita pernah mengalami masa-masa sekolah dan pengalaman kita sendiri sering menjadi patokan bagaimana kita menilai sang buah hati. Tapi tahukah anda, membandingkan anak secara terus menerus akan menimbulkan dampak frustasi pada anak?
Sebagai generasi yang berbeda, sungguh sulit rasanya membayangkan kesulitan mereka untuk fokus dalam belajar. Andai kata anak anda adalah seorang pribadi yang menyukai kegiatan pembelajaran, coba perhatikan apakah ia lebih suka belajar secara otodidak daripada belajar di sekolah. Jika ternyata ya, mungkin bukan anak anda yang salah, juga bukan anda sendiri.
Rasanya sungguh tidak dewasa untuk terus menerus mencari siapa yang bersalah, jadi marilah kita mencoba untuk mencari solusinya. Hal terpenting yang menunjang semangat belajar adalah tantangan yang besar!
Jika anak anda lebih suka belajar secara otodidak, sarankan mereka untuk mempelajari bahan pelajaran di sekolah sebelum materi tersebut diajarkan di kelas dan rangkul mereka dengan segenap perhatian anda. Sebagai orang tua yang kreatif kita dapat menemukan banyak jalan sebagai tantangan belajar mereka, mulai dari hadiah kecil atas usaha mereka (bukan keberhasilan patokannya, tapi usaha), hingga bertanya tentang kemajuan pembelajaran mereka tanpa adanya nada memojokkan!
Ya, terkadang sebagai orang tua kita cenderung memiliki egoisme pribadi yaitu menginginkan agar anak kita adalah yang terbaik, yang paling hebat, dan yang paling membanggakan kita sendiri. Tapi, sadarkah kita kalau anak adalah berkat dan bukan merupakan alat?
Oleh karena itu, berhentilah membanding-bandingkan mereka dan cobalah untuk melihat potensi anak anda yang sesungguhnya, bukan hanya kekurangan dan kekalahan mereka dari anak-anak yang lain. Ingat, jangan sampai motivasi dan perhatian dari kita menjadi belenggu bagi mereka.
Diterbitkan di: September 02, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 3 out of 3   Tambahkan komentar Anda
  1. 1 Tinjauan 07 Nopember 2009
    1

    maskiru

    belajar

    Belajar butuh satu hal yang membuat kita bersemangat... Menurut saya, hal yang membuat bersemangat salah satunya adalah dengan membuat satu tolak ukur yang tinggi, karena dengan membuat tolak ukur yang tinggi maka kita jadi termotivasi. Dengan membuat tolak ukur yang tinggi itu dapat membuat hasil kerja kita menjadi maksimal. Jadi tidak hanya pasrah pada hasil yang ada, tapi kita juga bisa menjadi perfeksionis untuk sebuah keuntungan, yaitu belajar menjadi makasimal. Oh ya, belajar tidak hanya pada saat ketika menjelang ulangan. sangat disarankan kita untuk mendengarkan penjelasan guru, jika

  2. 1 Tinjauan 07 Nopember 2009
    2

    maskiru

    lanjutan

    jika perlu kita catat. Sebagian besar ujian akan keluar dari bahan yang dibahas oleh guru. kita hanya perlu mengingat inti dari bahan yang dibahas oleh guru kita dan ketika kita belajar akan mudah mengingat dan menyerapnya. Sekian. Salam.

  3. 1 Tinjauan 08 Nopember 2009
    3

    cassle

    Ya, itu memang benar

    Saya sepakat bahwa akan lebih bijaksana jika kita belajar lebih banyak di sekolah sehingga waktu yang terlewatkan menjadi tidak sia-sia. Tapi, itu merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan mengingat betapa membosankan aura pembelajaran di sekolah. Apakah Anda memiliki tips-tips yang mungkin dapat membantu pelajar untuk lebih bersemangat ketika mendengarkan penjelasan gurunya di sekolah? Menurut saya pribadi, penjelasan guru di sekolah terasa sangat lama bagi beberapa anak dan agak cepat bagi beberapa anak. Ini sangat bergantung pada kemampuan anak tersebut mengolah kata-kata, jadi penjel

Bookmark & share this post

.