Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Asal Usul Suku Baduy

Asal Usul Suku Baduy

oleh: Bengjay     Pengarang : Enong dadi Miharja
ª
 
Menyimak cerita rakyat khususnya di wilayah Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak umumnya sewilayah Banten maka suku Baduy berasal dari 3 tempat sehingga baik dari cara berpakaian, penampilan serta sifatnyapun sangat berbeda
I. Berasal dari Kerajaan Pajajaran / Bogor

Konon pada sekitar abad ke XI dan XII Kerajaan Pajajaran menguasai seluruh tanah Pasundan yakni dari Banten, Bogor, priangan samapai ke wilayah Cirebon, pada waktu itu yang menjadi Rajanya adalah PRABU BRAMAIYA MAISATANDRAMAN dengan gelar PRABU SILIWANGI.

Kemudian pada sekitar abad ke XV dengan masuknya ajaran Agama Islam yang dikembangkan oleh saudagar-saudagar Gujarat dari Saudi Arabia dan Wali Songo dalam hal ini adalah SUNAN GUNUNG JATI dari Cirebon, dari mulai Pantai Utara sampai ke selatan daerah Banten, sehingga kekuasaan Raja semakin terjepit dan rapuh dikarenakan rakyatnya banyak yang memasuki agama Islam. Akhirnya raja beserta senopati dan para ponggawa yang masih setia meninggalkan keraan masuk hutan belantara kearah selatan dan mengikuti Hulu sungai, mereka meninggalkan tempat asalnya dengan tekad seperti yang diucapkan pada pantun upacara Suku Baduy “ Jauh teu puguh nu dijugjug, leumpang teu puguhnu diteang , malipir dina gawir, nyalindung dina gunung, mending keneh lara jeung wiring tibatan kudu ngayonan perang jeung paduduluran nu saturunan atawa jeung baraya nu masih keneh sa wangatua”

Artinya : jauh tidak menentu yang tuju ( Jugjug ),berjalan tanpa ada tujuan, berjalan ditepi tebing, berlindung dibalik gunung, lebih baik malu dan hina dari pada harus berperang dengan sanak saudara ataupun keluarga yang masih satu turunan “ 

Keturunan ini yang sekarang bertempat tinggal di kampong Cibeo ( Baduy Dalam ) 

dengan cirri-ciri : berbaju putih hasil jaitan tangan ( baju sangsang ), ikat kepala putih, memakai sarung biru tua ( tenunan sendiri ) sampai di atas lutut, dan sipat penampilannya jarang bicara ( seperlunya ) tapir amah, kuat terhadap Hukum adat, tidak mudah terpengaruh, berpendirian kuat tapi bijaksana.

II. Berasal dari Banten Girang/Serang

Menurut cerita yang menjadi senopati di Banten pada waktu itu adalah putra dari Prabu Siliwangi yang bernama Prabu Seda dengan gelar Prabu Pucuk Umun setelah Cirebon dan sekitarnya dikuasai oleh Sunan Gunung Jati, maka beliau mengutus putranya yang bernama Sultan Hasanudin bersama para prajuritnya untuk mengembangkan agama Islam di wilayah Banten dan sekitarnya. Sehingga situasi di Banten Prabu Pucuk Umun bersama para ponggawa dan prajurutnya meninggalkan tahta di Banten memasuki hutan belantara dan menyelusuri sungai Ciujung sampai ke Hulu sungai , maka tempat ini mereka sebut Lembur Singkur Mandala Singkah yang maksudnya tempat yang sunyi untuk meninggalkan perang dan akhirnya tempat ini disebut GOA/ Panembahan Arca Domas yang sangat di keramatkan .

Keturunan ini yang kemudian menetap di kampung Cikeusik ( Baduy Dalam ) dengan Khas sama dengan di kampong Cikeusik yaitu : wataknya keras,acuh, sulit untuk diajak bicara ( hanya seperlunya ), kuat terhadap hukum Adat, tidak mudah menerima bantuan orang lain yang sifatnya pemberian, memakai baju putih ( blacu ) atau dari tenunan serat daun Pelah, iket kepala putih memakai sarung tenun biru tua ( diatas lutut ).

III. Berasala dari Suku Pangawinan ( campuran ) 

Yang dimaksud suku Pengawinan adalah dari percampuran suku-suku yang pada waktu itu ada yang berasal dari daerah Sumedang, priangan, Bogor, Cirebon juga dari Banten. Jadi kebanyakanmereka itu terdiri dari orang-orang yang melangggar adat sehingga oleh Prabu Siliwangi dan Prabu Pucuk Umun dibuang ke suatu daerah tertentu. Golongan inipun ikut terdesak oleh perkembangan agama Islam sehingga kabur terpencar kebeberapa daerah perkampungan tapi ada juga yang kabur kehutan belantara, sehingga ada yang tinggal di Guradog kecamatan Maja, ada yang terus menetap di kampong Cisungsang kecamatan Bayah, serta ada yang menetap di kampung Sobang dan kampong Citujah kecamatan Muncang, maka ditempat-tempat tersebut di atas masih ada kesamaan cirikhas tersendiri. Adapun sisanya sebagian lagi mereka terpencar mengikuti/menyusuri sungai Ciberang, Ciujung dan sungai Cisimeut yang masing-masing menuju ke hulu sungai, dan akhirnya golongan inilah yang menetap di 27 perkampungan di Baduy Panamping ( Baduy Luar ) desa Kanekes kecamatan Leuwidamar kabupaten Lebak dengan cirri-cirinya ; berpakaian serba hitam, ikat kepala batik biru tua, boleh bepergian dengan naik kendaraan, berladang berpindah-pindah, menjadi buruh tani, mudah diajak berbicara tapi masih tetap terpengaruh adanya hukum adat karena merekan masih harus patuh dan taat terhadap Hukum adat.

Dari suku Baduy panamping pada tahun 1978 oleh pemerintah diadakan proyek PKMT ( pemukiman kembali masyarakat terasing ) yang lokasinya di kampung Margaluyu dan Cipangembar desa Leuwidamar kecamatan Leuwidamar dan terus dikembangkan oleh pemerintah proyek ini di kampung Kopo I dan II, kampung Sukamulya dan kampung Sukatani desa Jalupangmulya kecamatan Leuwidamar .

Suku Baduy panamping yang telah dimukimkan inilah yang disebut Baduy Muslim, dikarenakan golongan ini telah memeluk agama Islam, bahkan ada yang sudah melaksanakan rukun Islam yang ke 5 yaitu memunaikan ibadah Haji.

Kini sebutan bagi suku Baduy terdiri dari :

1. Suku Baduy Dalam yang artinya suku Baduy yang berdomisili di Tiga Tangtu ( Kepuunan ) yakni Cibeo, Cikeusik dan Cikertawana. 

2. Suku Baduy Panamping artinya suku Baduy yang bedomisili di luar Tangtu yang menempati di 27 kampung di desa Kanekes yang masih terikatoleh Hukum adat dibawah pimpinan Puuun ( kepala adat ).

3. Suku Baduy Muslim yaitu suku Baduy yang telah dimukimkan dan telah mengikuti ajaran agama Islam dan prilakunya telah mulai mengikuti masyarakat luar serta sudah tidak mengikuti Hukum adat.

Adapun sebutan siku Baduy menurut cerita adalah asalnya dari kata Badui, yakni sebutan dari golongan/ kaum Islam yang maksudnya karena suku itu tidak mau mengikuti dan taat kepada ajaran agama Islam, sedangkan disaudi Arabia golongan yang seperti itu disebut Badui maksudnya golongan yang membangkang tidak mau tunduk dan sulit di atur sehingga dari sebutan Badui inilah menjadi sebutan Suku Baduy.

Diterbitkan di: 01 September, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    trus agama yang mereka yakini sampai sekarang apa, tepat nya baduy dalam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja tarian, alat musik dan makanannya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa kah di daerah banten banyak mantan anggota pki Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    suku badui berasal dari propinsi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    knapa perjaLanan ke baduy itu ga boLeh naik kndaraan, knapa harus jaLan kaki. smoga saja Lebih di perhatikan lagi, karena itu salah satu aset di banten. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apa Agama dan kepercayaan suku Baduy...? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Agama mereka adalah Sunda Wiwitan, semacam kejawen. Bukan Hindu juga bukan Budha. Tempat pemujaan mereka terhadap leluhur mereka, namanya Kabuyutan. Ada Arca Domas yg sangat dikeramatkan oleh mereka, dan lokasinya hanya ketua suku ( pu'un )dan kepercayaan pu'un yg tahu. 03 April 2013
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah makam/di mana makam pucuk arum ...apa di cikeusik/GOA/panembahan arca domas... Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa penyebab pucuk umun kalah..? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Yg pertama pengaruh islam sangat kuat/hampir daerah banten memeluk agama islam saat itu,selanjutnya prajurit2 sultan waktu itu banyak yg digdaya dan prajuritnya sangat banyak/kuat,selanjutnya pucuk umum mending mengalah dari pada perang dengan saudara seketurunan lebih baik malu wiring daripada perang dg saudara begono kemungkinan. 18 Juli 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    yang kemudian memilih untuk memisahkan diri dari kerajaan sunda (yaitu Cirebon dan banten). Sunda itu adalah nama kerajaan yang kemudian menjadi istilah suku bangsa (yaitu suku sunda) Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Suku Baduy sebenarnya adalah orang Sunda. Mereka adalah sisa-sisa masyarakat sunda yang "meminggirkan" diri dari perang saudara pada saat kerajaan sunda terdesak pengaruh islam dalam keluarga kerajaan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 5. arjuna

    oh begitu........

    ooooooooooooohhhh

    0 Nilai 22 Mei 2011
  2. 4. kilak

    kilak

    hahahah unik juga

    0 Nilai 04 Desember 2010
  3. 3. aaa

    baduy

    info bagus

    0 Nilai 04 Desember 2010
  4. 2. chewchew

    tengkyu

    trims anyak infonya, sangat membantu ^^

    0 Nilai 07 Nopember 2010
  5. 1. azizinakata

    dj_azizi@yahoo.com

    makasih atas infonya

    0 Nilai 14 Juli 2010
X

.