• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Enggan Foreplay, Apa Yang Salah?

.

Enggan Foreplay, Apa Yang Salah?

oleh : RICS    

Pengarang : Petti Lubis
Tanya:
Saya (30) baru saja melahirkan anak pertama. Anehnya, setelah melahirkan, saya selalu ingin berhubungan intim
secara terburu-buru. Bagi saya tidak perlu melakukan foreplay, jadi langsung penetrasi. Untungnya, untuk mencapai orgasme, saya tidak terlalu lama. Tapi, lama-kelamaan, saya justru tidak menikmati aktivitas ini.
Bagaimana agar saya bisa nyaman bercinta kembali? Bagaimana agar kami berdua bisa melakukan foreplay yang tidak lama, tapi optimal?
dxx@yahoo.com
Jawab:
Setelah melahirkan, pola bercinta memang dapat berubah. Misalnya, Anda terburu-buru, karena takut anak terbangun, atau memang Anda sedang tidak berminat bercinta. Biasanya, kondisi ini akan berangsur-angsur normal, setelah anak Anda jarang terbangun di tengah malam, dan Anda mendapat cukup istirahat.
Untungnya, Anda termasuk wanita yang mudah orgasme. Jadi, tanpa foreplay pun Anda bisa menikmati hubungan intim bersama suami. Tapi, jika Anda sudah tidak nyaman bercinta, ada baiknya membicarakan hal ini pada suami, agar dia juga mengerti apa yang Anda alami.
Nah, jika sudah kembali nyaman bercinta, foreplay bisa dijadikan aktivitas mengasyikan untuk mengembalikan kemesraan di antara Anda dan suami. Tak perlu terlalu lama, asalkan dilakukan secara tepat dan optimal, Anda dapat merasakan kenikmatan sebelum orgasme.
Pasalnya, melalui foreplay ini, Anda dan suami bisa merasakan kedekatan di antara berdua melalui sentuhan di bagian-bagian erotis tubuh Anda berdua. Jadi, tak perlu ragu untuk saling menjelajahi titik-titik erotis masing-masing, sebagai langkah awal bercinta.
Diterbitkan di: Agustus 04, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.