Bagi seorang wanita maupun pria, selalu ingin tahun setiap persoalan yang akan dihadapi dan akan tetap dihadapi. Sebab persoalan
antara wanita dan pria adalah lebih dominan tentang masalah hubungan antara keduanya.
Ketia pria dan wanita sedang menjalin hubungan, pasti akan menghadapi persoalan yang namanya '
selingkuh'. Apalagi setelah keduanya sepakat untuk berumah tangga, persoalan tentang selingkuh akan semakin dekat.
Untuk mengantisipasi dan siap sedia menghadapi persoalan tentang 'selingkuh', ada baiknya membaca artikel ini yang ditulis
kompas dan dimuat oleh Kompas.Com tanggal 12 Juni 2009. Artikel ini adalah sangat bermanfaat, baik yang kan menjalin hubungan dengan lawan jenis maupun yang sudah terjalin hubungan, terlebih yang sudah membentuk rumah tangga.
Dalam artikel ini, M. Gary telah melakukan survei pada 200 suamai yang selingkuh dan suami yang setia, serta hasil survei tersebut ia tuangkan ke dalam buku The Truth About Cheating.
Juga disimpulkan hasil survei tersebut adalah karena pria mengalami kekecewaan sebanyak 48 persen, serta dijelaskan pria dan seks adalah dua hal yang sulit dipisahkan, tak heran bila banyak yang mengira seks adalah alasan utama pria selingkuh. Nyatanya, hanya 8 persen pria yang menjawab ketidakpuasan seksual sebagai alasan mereka tidak setia.
Hasil survei juga ditemukan adanya resvonden secara emosi kecewa pada pasangan. Rasa marah yang dipendam atau kerap saling menyalahkan satu sama lain akan menyebabkan rasa stres dan kecewa. Sayangnya, pria kurang mahir mengungkapkan perasaannya sehingga istri seringkali tak sadar suaminya sedang butuh perhatian.