Sejak dua tahun terakhir jejak Badak Sumatera (Dicecorhinus sumatrensis) “hilang” atau tidak ditemukan lagi di Taman Nasional
Kerinci Seblat (TNKS) yang wilayahnya mencakup empat provinsi di Pulau Sumatera (Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan).
Hal ini memunculkan dugaan bahwa keberadaan hewan mamalia endemik Pulau Sumatera itu tidak dapat ditemui lagi di wilayah TNKS, kata Agung Nugroho, dari Flora Fauna Indonesia (FFI) wilayah Sumatera, Sabtu.
FFI sejak awal hingga pertengahan tahun 2007 bekerjasama dengan Dice University Inggris melakukan penelitian terhadap Badak Sumatera. Jejak merupakan indikasi paling positif sebagai bukti keberadaan Badak Sumatera,
Menurut dia, hampir setengah luas TNKS, sekitar 600 ribu Ha, tanda-tanda keberadaannya nol walapun masih ditemukan tanda-tanda bekas makan tapi ini tidak bisa dijadikan indikasi keberadaannya karena bisa saja bekas makan hewan lain.
Saudara2ku sebangsa dan setanah air ayo kita jaga kelestarian hewan,kebudayaan,alam dan bangsa ini.
jangan sampai bangsa ini hancur,saudara2ku buka mata kalian negara kita diambang kehancuran.sekarang sudah saatnya kita bangun bangun dari tidur panjang kita