Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Pernikahan DINI VS PERZINAHAN SEJAK DINI

Pernikahan DINI VS PERZINAHAN SEJAK DINI

oleh: d_naff     Pengarang : Isnaen Wiardani
ª
 
PERNIKAHAN DINI

VS

PERZINAHAN SEJAK DINI


Beberapa hari ini kita sering melihat di siaran – siaran berita TV betapa sibuknya pemerintah membahas tentang pernikahan dini. Tepatnya setelah kasus Syeh Puji mencuat ke permukaan. Seolah – olah pernikahan dini di negeri ini baru saja terjadi. Kalau kita mau membuka mata dan telinga pernikahan dini sudah terjadi berpuluh – puluh tahun yang lalu, terutama di daerah – daerah pedesaan. Sama seperti pernikahan yang tidak dini (pernikahan dengan usia yang sudah matang), diantara pernikahan itu pastilah ada yang sukses dan tidak sedikit yang mengalami kegagalan, itu hal yang biasa terjadi.

Beberapa alasan para orang tua menikahkan anaknya di usia dini :

1. Karena anaknya mengalami salah pergaulan sehingga hamil di usia dini.
2. Karena budaya warga setempat untuk menikahkan anak di usia dini.

Kalau melihat kasus Syeh Puji mungkin ada beberapa alasan yang kalau boleh kita jujur kita hanya bisa menebak – nebak tanpa tahu sebab yang pasti mengapa pernikahan Ulfa – Syeh Puji bisa terjadi. Alasan pernikahan mereka mungkin disebabkan :

1. Kedua orang tua Ulfa tergiur dengan kekayaan Syeh Puji sehingga merelakan anaknya untuk dinikahi oleh orang yang pantas menjadi bapak dari anaknya.
2. Kedua orang tua Ulfa mempunyai hutang kepada Syeh Puji, mirip kisah Siti Nurbaya.
3. Mungkin Ulfa sendiri yang tergiur oleh kekayaan Syeh Puji.
4. Tidak menutup kemungkinan memang si Ulfa menyimpan rasa sayang dan cinta kepada Syeh Puji. Wallahu A’lam. Hanya Allah dan mereka yang mengetahui.

Beberapa alasan pemerintah melarang pernikahan dini terjadi sampai – sampai akan dibuatkan Undang – Undang tentang pernikahan siri.

1. Katanya para pakar, di usia dini secara fisik organ reproduksi belum berkembang baik.
2. Katanya lagi secara mental anak di usia dini belum siap untuk menikah.
3. Dari sebab di atas kata mereka lagi (para pakar), sangat rentan menjadi penyebab kegagalan pernikahan di usia dini.

Pada kenyataanya kita tahu :

· Banyak anak di Usia SMP ( + 12 – 14 tahun ) yang sudah kehilangan keperawanannya alias memanfaatkan alat reproduksinya bukan sekedar untuk buang air kecil tetapi untuk nyobain hal – hal yang lebih nikmat.

· Atau mungkin kalau itu terlalu berlebihan, paling tidak anak usia SMP sekarang ini sudah berani mencoba enaknya berhubungan dengan lawan jenis, enaknya ciuman, enaknya …..

· Jika di SMP saja mereka sudah berani cobain hal – hal yang mendekati zina, tak jarang kita melihat anak di bangku SMA yang dikeluarkan karana perutnya buncit akibat sengatan laki – laki tidak bertanggung jawab.

· Atau banyak dari mereka (pelajar SMP/SMA) yang meninggal setelah gagal dalam proses aborsi.

· Jika pergaulan para pelajar SMP/SMA sudah begitu rusaknya bagaimana dengan kehidupan para Mahasiswa Indonesia yang katanya lebih terpelajar dan bisa dikatakan lebih dewasa. Tapi mereka para mahasiswa lebih gila lagi dalam bergaul, mereka layaknya pasangan suami istri yang tiap hari melakukan hubungan zina di kamar kos – kosan tanpa rasa malu dengan teman kos yang lain karena mungkin satu kos melakukan hal sama.

Kalau mereka para ahli yang katanya orang – orang pinter bilang anak diusia dini belum siap menikah karena alat reproduksinya belum matang. Tentulah pendapat mereka salah besar, karena pada kenyataannya alat reproduksi mereka sudah sangat siap digunakan untuk berziana.

Tapi anehnya pemerintah seakan menutup mata dengan kejadian – kejadian itu. Seringnya ditemukan video handphone mesum seakan tak membuat pemerintah tergerak hatinya untuk melakukan sesuatu yang lebih signifikan. Misalnya pemerintah menetapkan hukuman kepada orang tua yang anaknya ketahuan hamil sebelum menikah di masa sekolah. Dengan itu mungkin akan membuat orang tua lebih perhatian kepada anak. Karena pergaulan bebas di kalangan remaja tidak mutlak salah dari anak, tepi peran orang tua di sini sangatlah penting.

Anehnya pemerintah sibuk merancang undang – undang tentang pernikahan siri yang jelas – jelas dalam agama dihalalkan walau terkadang memang ada beberapa orang yang menyalah gunakan. Padahal ada masalah yang lebih serius terjadi di kalangan kehidupan remaja Indonesia.
Diterbitkan di: 11 Maret, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.