• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Kiat Sukses di Pekerjaan Baru

.

Kiat Sukses di Pekerjaan Baru

oleh : chichibernardus    

Pengarang : PAN


Menyesuaikan Diri dengan Pekerjaan Baru? Nggak Susah Kok!


Kamu baru pindah ke satu pekerjaan baru? Nah, supaya tidak merasa kikuk atau canggung di tempat baru, ikuti saja beberapa tip di bawah ini:


Minggu-minggu pertama bekerja di kantor baru, mungkin akan membuatmu merasa kesulitan. Penyebabnya memang beragam. Misalnya kamu kepingin memperlihatkan kepada sesama rekan kerja kalau kamu adalah seorang anggota timk yang pandai, jujur dan suka bekerja keras. Kamu juga ingin membuat bosmu tahu bahwa kamu memang berkompeten dan berbakat. Padahal di saat yang sama, kamu masih belum hapal di mana letak alat tulis kantor, atau bahkan masih belum bisa mengingat-ingat nama teman sekantor. Atau, tiba-tiba komputermu tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Huh, pokoknya ribet deh.


Jika kamu mengalaminya, jangan minder dulu. Seorang pekerja profesional sekalipun mungkin saja mengalaminya. Apalagi jika kamu adalah seorang pegawal baru yang baru saja lulus sekolah. Namun demikian, berbagai hambatan tersebut sebenarnya bisa dilalui dengan mulus, jika tahu caranya.  Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu panuti:


Manfaatkan program mentoring
Bila perusahana tempatmu bekerja menyediakan program mentoring, lekas-lekaslah mendaftar dan jangan sia-siakan kesempatan ini. kamu bisa mendapatkan banyak manfaat dari seorang mentor yang baik. Misalnya darinya kamu bisa mendapatkan berbagai kesempatan membuat jejaring dari berbagai kalangan. Mentor juga akan memberimu tip untuk bisa berprestasi baik dalam pekerjaan, membantumu merealisasikan tujuan jangka panjang, juga menjelaskan tentang strategi penataan karier yang mungkin akan kamu jalani di kemudian hari.


Tulis semuanya dengan mendetil
Mencatat segala detil yang penting memang perlu. Tetapi pada minggu-minggu pertama, sebaiknya kamu memfokuskan diri untuk lebih banyak berinteraksi dengan sesama rekan kerja dan atasan, terutama bila sedang mengadakan rapat. Terlalu banyak mencatat juga akan meninggalkan kesan yang kurang baik. Sebagai solusinya, cobalah mencatat hal-hal yang tidak sempat dicatat saat rapat setelah kembali ke tempat dudukmu. Catat data dengan mendetil, mulai dari nama rekan sekerja, hingga data-data lain. Jangan lupa mencatat tentang hal-hal lain yang mendukung pekerjaan seperti di mana sekretaris menyimpan ATK, jam berapa Office Boy membersihkan tempat sampah dan lain sebagainya.


Perhatikan dress code.
Beberapa jenis pekerjaan menentukan cara berpakaian yang sangat jelas. misalnya bila kamu bekerja sebagai teknisi di rumah sakit maka pastilah akan mengenakan baju seragam tertentu. Sebaliknya ada beberapa pekerjaan yang tidak menetapkan dress code dengan jelas. misalnya pekerjaan sebagai wartawan, biasanya boleh berpakaian lebih luwes. Tidak ada salahnya mengamati dress code karyawan di tempat kerja barumu pada saat sedang melakukan wawancara. Dengan begitu, kamu akan sedikit mendapatkan gambaran tentang pakaian seperti apa yang boleh dan tidak boleh dikenakan di kantor tersebut.


Jalan keluar yang terbaik adalah melewati minggu pertama atau kedua dengan pakaian yang kurang lebih sama dengan rekan kerja yang berbusana formal di kantor. Perhatikan baik-baik terhadap hal-hal mendetil. Misalnya apakah karyawan wanita rata-rata mengenakan stocking atau tidak? Apakah karyawan pria mengenakan dasi yang konservatif atau funky? Begitu kamu mengerti dress code di tempat baru, barulah kamu bisa beradaptasi. Tunggulah beberapa bulan jika ingin memberikan sentuhan pribadi terhadap cara berbusanamu.


Bersikaplah manis kepada petugas administrasi dan karyawan biasa
Tujuan utama bersikap ramah kepada para pekerja yang kedudukannya lebih rendah adalah untuk menghormati mereka sebagai manusia yang memang patut mendapatkan rasa hormat. Dengan bersikap manis, kamu juga membuka jalan untuk bekerja sama dengan baik dengan orang-orang yang ‘memegang’ mesin faks, menjawab telepon, merapikan file dan sebagainya. Hubungan semacam ini akan mempercepat dan memperlancar pekerjaanmu. SEbaliknya jika kamu tidak sopan pada resepsionis, mungkin saja dia tidak akan menyampaikan pesan telepon untukmu. Ingatlah, hubungan baik dengan staf tidak hanya ‘memperindah’ harimu tetapi ikut memengaruhi kinerjamu. 


Diterbitkan di: Agustus 24, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.