Masalah tumbuh kembang anak tak pernah ada habisnya dibahas. Terlalu banyak permasalahan yang dapat dikemukakan,
sehingga tak lagi dapat diketahui ujung pangkalnya. Namun pasti, fakta yang tak dapat dipungkiri adalah peran ibu mengambil porsi terbesar dalam pembentukan seorang anak. Keterlibatan peran ayah seakan hanya menjadi pelengkap saja meski merupakan bagian dari proses tersebut.
Sangat diperlukan seorang ibu yang “smart” untuk dapat memfasilitasi kebutuhan anak dalam mencapai perkembangan optimal. Memiliki wawasan, kreatif, membuka diri untuk menerima dan mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan pembentukan seorang ibu yang smart.
“Embel-embel kesarjanaan bukanlah sesuatu yang mutlak diperlukan untuk mengantarkan seorang anak menuju kedewasaan. Yang terpenting adalah kemauan, keinginan dan usaha untuk memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan kebutuhan perkembangan anak secara simultan.
Seorang ibu paling tidak harus memiliki sedikit pengetahuan tentang tahap perkembangan anak, cirri perkembangan yang terjadi dan titik rawan dari tiap fase perkembangannya. Karena masalah ini, sedikit banyaknya dapat menjadi pedoman bagi ibu untuk mengantisipasi dan mewaspadai apakah perkembangan anaknya sesuai dengan tahapan yang harus dilaluinya, atau mungkin ada hal-hal yang menghambat dalam tahap perkembangannya, sehingga dapat diketahui lebih awal untuk menangani dan memberikan suatu perlakuan khusus bagi permasalahan si anak.
Seorang ibu memiliki beberapa peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan diri anak. Yakni, berprofesi sebagai seorang ibu dengan melibatkan alokasi waktu selama 24 jam dan memiliki tugas utama untuk menjalankan proses parenting.
Parenting process dimaksud adalah suatu proses dimana seorang ibu mengambil peran sebagai guru sekaligus sebagai psikolog bagi buah hatinya. Guru adalah orang pertama yang akan terlibat dalam fungsi mendidik sebelum anak masuk ke dalam program sekolah, sementara psikolog anak adalah orang pertama yang memahami skema kepribadian anak dan membentuk mereka.
Seorang ibu juga harus menggunakan tender loving care, informasi, pengalaman yang challenge dalam pembentukan pribadi seseorang kelak di masa depannya, yaitu menjadi manusia dewasa secara intelektual, emosional dan spiritual.
Adapun konsekuensi dari peran parenting ini adalah dituntut untuk melakukan tugas-tugas yang kompleks/majemuk/challenging, seperti menyusui, mengarahkan, memperhatikan, dan mendukung anak serta dituntut pengelolaan emosional yang memadai serta supporting yang tepat yang tidak saja memahami secara rasional tetapi memahami pula secara emosional.
Perkembangan anak memiliki beberapa tahapan dan proses yaitu kelahiran, tahapan formative years, establishing years dan dewasa. Semua perkembangan ini merupakan proses pembelajaran yang harus dijalani dengan peran seorang ibu.