Erich Mendelsohn
(21 Maret 1887 – 15 September 1953)
Tempat Lahir
: Allenenstein, Polandia
Tanggal Lahir : 21 Maret 1887
Riwayat Hidup :
1887 Lahir di Allenstein, Prussia timur dari 5 bersaudara
1907 Belajar Ekonomi di University of Munich
1908 Masuk sekolah Technische Hochschule di Berlin untuk belajar arsitektur dan mesin.
1909 Di transfer ke Technische Hochschule di Munich, dimana ia bertemu dengan Balue Reiter dari grup pelukis dan penganut ekspresionisme lainnya.
1912 Lulus dari sekolah arsitektur dan membuka usaha sendiri di Munich
1915 Marries Louise Maas. Sketsa arsitektur pertamanya
1917 Ia dikirim perang ke Rusia. Dan ia pun sudah lebih banyak membuat sketsa.
1919 Eric pulang dari perang, membuka kantor di Berlin dan membuat pameran sketsa yang ia buat saat ikut perang yaitu “ Architecture In Steel and Concrete “
1921 Kehilangan salah satu matanya karena terkena kanker
1923 Mengadakan kuliah singkat di Belanda
1924 Mengunjungi Amerika dan bertemu Frank Lloyd Wright di Spring Green, Wisconsin
1925 Mengadakan beberapa tour ke Uni Sovyet
1932 Menjadi anggota Prussian Academy of Artss
1933 Hitler menjadi kanselir Jerman dan Mendelshon dipindahkan ke Belanda dan kemudian ke Inggris dimana ia membuka kantor biro arsitek bersama Serge Chermayeff
1934 Memulai kerja arsitek di palestina
1941 Meninggalkan Palestina menuju Amerika
1942 Dapat beasiswa Guggenheim.
Mengadakan perjalanan ke seluruh Amerika dan mengadakan kuliah di Michigan, Clumbia, Priceton, Cornell, Harvard, Yale, dan universitas lain.
Menjadi konsultan untuk Departemen Perang US
1945 Membuka kantor arsitek di San Francisco dengan menjalin kerjasama dengan John Elsin Dinwiddie dan Albert Henry Hill. Menjadi tim pengajar di University of California School of Architecture
1953 Meninggal dunia pada tanggal 15 September
Daftar Hasil Karya Bangunan :
· Workers' colony for the Builders' Union di Luckenwalde (1919-1920)
· Work hall of the Herrmann hat factory, Luckenwalde (1919-1920)
· Conversion of the administration building of the Hausleben insurance company, Berlin (1920)
· Einsteinturm (Observatory on the Telegraphenberg) in Potsdam, 1917 atau 1920-1921 ( bangunan ), 1921-1924 ( peralatan teknis ).
· Double villa di Karolingerplatz, Berlin (1921-1922)
· Steinberg hat factory, Herrmann & Co, Luckenwalde (1921-1923)
· Mossehaus, conversion of the offices and press of Rudolf Mosse, Berlin (1921-1923)
· Furs factory of C. A. Herpich and Sons, Berlin (1924-1929)
· Schocken department store, Nuremberg (1925-1926)
· Red Flag Textile Factory, Leningrad, (1926)
· Extension and conversion of Cohen & Epstein department store, Duisburg (1925-1927)
· Schocken department store, Stuttgart (1926-1928).
· Exhibition pavilion for the publishing house Rudolf Mosse at the "Pressa" in Cologne (1928)
· Rudolf Petersdorff store, Breslau (1927-1928)
· Woga-Komplex and Universum-Kino (cinema), Berlin (1925-1931)
·· Schocken department store, Chemnitz 1927-1930
· Rumah pribadi Eric Mendelshon, Am Rupenhorn, Berlin (1928-1930)
· House of the German Metal Workers' Union, Berlin-Kreuzberg (1928-1930)
· Columbus-Haus, Potsdamer Platz, Berlin (1928-1932 )
· The De La Warr Pavilion, Bexhill-on-Sea, Sussex, England (1934). Kolaborasi dengan Serge Chermayeff.
· Villa Weizmann, Weizmann Institute campus, Rehovot near Tel Aviv (1935-1936)
Ekspresionisme (Expressionist)
Aliran ini merupakan salah satu aliran modern yang telah mengalami perkembangan, bukan saja dengan menambahkan elemen-elemen dari arsitektur aliran lain. Pada aliran modern ekspresionis ini para arsiteknya lebih bebas berekspresi, dengan menciptakan suatu bangunan berdasarkan hasil pemikiran pribadi arsiteknya, namun masih tetap ber-pegang pada prinsip modern, sehingga meskipun bangunan tersebut memiliki identitas pribadi dari arsiteknya, bangunan tersebut masih tetap terlihat sederhana.Bentuk geometri yang sederhana menjadi ciri khas arsitektur modern, sedangkan orna-men-ornamennya merupakan sentuhan pribadi arsiteknya.
Penganut paham ekspresionisme memiliki dalil bahwa “Art is an expression of human feeling” atau seni adalah suatu pengungkapan dari perasaan manusia. Aliran ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seseorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni. Perintis aliran ini Benedetto Croce (1866-1952) menyatakan bahwa seni adalah pengungkapan dari kesan-kesan ( art is expression of impresion ). Menurut Croce ekspresi sama dengan intuisi. Intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui pengkhayalan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan ( images ) (The Liang Gie, 1976:75).
Ekspresionisme juga didefinisikan sebagai kebebasan distorsi bentuk dan warna untuk melahirkan emosi ataupun sensasi dari dalam yang biasanya dihubungkan dengan kekerasan atau tragedi. Ekspresionisme menjajagi jiwa dan menemukan ‘ Sturm und Drang' dan pancarannya keluar merupakan media yang baik untuk melukiskan emosinya kepada orang lain. Tokoh pelukis Ekspresionisme di Indonesia adalah Affandi (Soegeng Toekio, 1987:40).
Pengungkapan berwujud berbagai gambaran angan-angan misalnya images warna, garis, dan kata. Mengungkapkan bagi seseorang berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar.
Seorang tokoh lain dari aliran ini adalah Leo Tolstoy. Ia berpendapat: “Memunculkan dalam diri sendiri suatu perasaan yang seseorang telah mengalaminya dan setelah memunculkan itu kemudian dengan perantaraan pelbagai gerak, garis, warna, suara atau bentuk yang diungkapkan dalam kata-kata, memindahkan perasaan itu sehingga orang-orang lain mengalami perasaan yang sama, ini adalah kegiatan seni (The Liang Gie, 1976:76).
Erich Mendelsohn. Yang menyimpulkan dari penelitiannya bahwa expressionism dibina oleh 3 macam arsitek, adalah:
§ Adalah mereka yang memegang prinsip crystalline symbolists yang mengagungkan simbolik, mengagungkan pengalaman ideal di atas keadaan yang realistis
§ Adalah arsitek yang selalu menggunakan analisis ruang (dikelompokkan dalam arsitek intelektual)
§ Adalah kelompok arsitek yang mencari bentuk dari bahan dan konstruksi (bahwasannya ada teori elastis, bahannya elastis).
Ekspresionisme menurut Erich Mendelsohn harus memenuhi ketiga-tiganya, ekspresionisme sangat terkenal sebelum tahun 1920-an, cepat tumbuh cepat mati, tahun 1923 ekspresionisme mati.
Erich Mendelsohn adalah orang yang dimanis. Oleh karena itu, konsep arsitektur menurutnya harus memenuhi konsep dinamis dan fungsional. Dengan demikian, arsitektur dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu 1) Satis, berarti menggunakan struktur-struktur yang rasional, yang disebut kelompok klasik; 2) Dinamis, menggunakan struktur-struktur emotional gothic; dan 3) Elastis, menggunakan struktur-struktur yang hidup.