HIDUP BEBAS KONFLIK DI KANTOR
Siapa yang tak pernah mengalami hari-hari bete di kantor. Saat pekerjaan numpuk, ditambah beban stress gara-gara urusan di rumah, ‘tetangga’ sebelah meja malah sibuk menelepon dengan suara keras atau sekretaris mendadak menebar gossip tak enak tentang diri Anda. Ah, hari-hari di kantor sebenarnya bisa bebas konflik kok, kalau Anda tahu caranya.
Stay Calm!
Pendiri Resolution Works, Stewart Levini, dalam artikelnya “The Many Cost of Conflict: yang diadaptasi dari “Getting to Resolution: Turning Conflict Into Collaboration” mengatakan mengumbar emosi gara-gara terpancing konflik dengan teman sekantor hanya akan menghasilkan kondisi “Kalau jadi abu menang jadi arang”. Intinya, kedua pihak yang berselisih tidak akan pernah mendapatkan keuntungan. Sebaliknya, konflik bakal membuat suasana di kantor menjadi keruh dan tidak kondusif untuk bekerja.
Oleh karena ituluah Levini menganjurkan untuk tetap bersikap kalem, dan lebih mengutamakan dialog ang produktif. Hindari gesture seperti cemberut, kesal, apalagi menggunjingkan kelakukan teman sekerja yang sedang berkonflik dengan Anda. Perbanyak dialog. Anda berdua bukan tidak mungkin akan menemukan kecocokan, setelah saling mengenal satu sama lain. Dan Anda berdua akan menjadi pemenang!
Kenali Masalahnya Bukan Gejalanya
Jangan keburu kesal menghadapi gesekan dari rekan sekerja. Lebih baik Anda mencoba menelaah lebih dalam, kira-kira apa penyebab utama sampai terjadi konflik antara dia dengan Anda. Bukan tidak mungkin, sebenarnya justru Andalah sumber masalahnya. Nah, jika kira-kira sudah ditemukan masalahnya, dan memang teman Andalah yang “bermasalah” cobalah untuk melakukan dialog dalam suasana yang tenang. Langkah semacam ini akan menghindarkan Anda dari kesalah pahaman yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Melatih Kecerdasan Emosional
Daniel Goleman dalam bukunya Emotional Intelligence mengatakan seseorang yang berada dalam kondisi emosi pada dasarnya tidak dapat mengingat, memperhatikan, mempelajari atau membuat keputusan dengan jernih. Cobalah praktikkan ketiga langkah berikut ini untuk melatih kecerdasan emosional Anda:
Bersikap Sensitif: Sebelum mengkritik, pikirkan apa yang akan terjadi jika Anda mengkritik seseorang. Jika kritik yang akan disampaikan sekiranya akan mengatakan prestasi seseorang kurang memuaskan, cobalah bayangkan, bagaimana reaksi Anda jika seseorang mengatakan hal serupa pada Anda. Berikan resolusi, sehingga tidak akan menimbulkan dendam.
Pertimbangkan Cara Kerja yang Berbeda: Jangan terganggu hanya karena cara seseorang berbeda dengan cara yang Anda lakukan.
Belajar Bernegosiasi Secara Efektif: Fokuslah pada hasil yang ingin Anda capai saat berkomunikasi dengan rekan sekerja. Pilih strategi yang terbaik untuk mencapai hasil yang diinginkan. Kendalikan emosi, hilangkan rasa kesombongan atau mau menang sendiri.
Kelola Stress Anda
Tekanan yang kita alami bisa membuat temperamen kita jadi cepat naik darah. Ikuti beberapa strategi berikut untuk mengendalikan kadar stress Anda:
Tandai waktu-waktu dalam sehari, di mana Anda tidak mau diganggu.
Belajarlah berkata tidak atau menolak. Tarik garis yang tegas dan pertahankan ketegasan itu. Dengan cara seperti itu, Anda tidak akan merasa dilangkahi. Anda akan merasa lebih memegang kendali.
Ciptakan lingkungan kerja yang dapat memupuk kemampuan Anda berdua. Bagaimana pun juga lingkungan kerja yang kondusif dapat semakin meningkatkan kinerja Anda.
Berlatihlah tiap hari. Ingatkan diri sendiri berkali-kali jika Anda tiba-tiba merasa tidak dapat menahan emosi.
Langkah apa pun yang Anda ambil sebenarnya, strategi terbaik untuk menghindar dari konflik di kantor adalah menolak untuk terlibat di dalamnya. Ingatlah bahwa bagaimana pun konflik akan terjadi jika ada 2 orang yang terlibat. Suasana kantor yang kondusif, sudah pasti dapat Anda peroleh, jika dapat mempertahankan otak dalam kondisi tetap adem, sambil tetap memegang perspektif yang jernih, serta punya rasa empati terhadap sesama teman sekerja.
Abstrak lain tentang Hidup Bebas Konflik di Kantor