Seringkali orang terjebak dengan koleksi
kartu kredit yang dimilikinya: jumlah
tagihan sudah hampir mencapai batas dan gaji bulanan nyaris habis untuk
membayar cicilan kartu kredit tersebut.
Bagaimana mengatasi masalah ini? Pertama-tama,
mesti disadari bahwa kartu kredit hanya alat pembayaran. Maksudnya, fungsi
kartu sama seperti uang tunai yang Anda pakai untuk membayar suatu transaksi. Bedanya, si kartu ini menjadi “pengganti
sementara” dari uang tunai. Keuntungan yang pokok dari kartu kredit hanya satu:
anda tidak perlu membawa banyak uang tunai tiap kali melakukan transaksi
pembelian barang dan jasa. Kalau Anda beli barang dan membayar dengan kartu
kredit, maka bank penerbit kartu akan menagih harga tersebut di akhir bulan.
Jadi, pembayaran tidak dilakukan ketika barang dibeli, tapi saat tagihan datang
belakangan. Tetapi, jika tagihan kartu
tidak langsung anda lunasi, maka ada bunga yang harus Anda bayar. Besarnya
sekitar 2 sampai 3,5 persen dari jumlah tagihan yang belum dibayar tersebut. Kartu kredit biasanya memberikan kemudahan
berupa ketentuan pembayaran minimal. Besarnya bervariasi, sekitar 5 - 10 persen
dari jumlah tagihan bulan tersebut. Masalah biasanya muncul bila Anda terbiasa
enggan melunasi tagihan secara penuh dan hanya melunasi tagihan minimal tiap
bulannya sementara frekuensi dan nilai pemakaian kartu kredit tersebut
meningkat. Karena setiap jumlah yang
tidak dilunasi akan dikenai bunga sekitar 2 - 3,5 persen per bulan, maka pada
suatu saat tertentu jumlah tagihan akan sangat tinggi sehingga Anda tidak mampu
lagi melunasinya sekaligus. Bila
jumlah kartu kredit yang Anda miliki ada banyak, makin sulitlah Anda lepas dari
jeratan tagihan.
Lalu siapa yang salah? Persoalannya sering
kali terletak pada pemakai kartu sendiri. Banyak yang menganggap atau
menempatkan kartu kredit sebagai sarana tambahan uang. Sehingga, jika punya
kartu kredit dengan batas pemakaian Rp 4 juta, misalnya, itu sama dengan tambahan
pendapatan sebesar Rp 4 juta.
Kenyataannya tidak demikian. Kartu
hanyalah alat pengganti uang tunai. Tiap kali Anda memakai kartu, berarti ada
uang Anda yang berkurang untuk membayar harga barang atau jasa yang Anda beli.
(Dari Tabloid NOVA no 763/XIV)