• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>SEDEKAH MEMBAWA KESELAMATAN

.

SEDEKAH MEMBAWA KESELAMATAN

oleh : fitria    

Pengarang : vv
“Dan
perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari
keridlaan Allah dan untuk keteguhan jiwa
mereka. Seperti sebuah kebun
yang terletak di dataran tinggi yang dislram oleh hujan lebaf, maka
kebun itu men ghasilkan buahnya due kali lipat. Jika hujan lebat tidak
menyiraminya maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihatapa yang kamu perbuat.”(QS. Al Baqoroh 265)Cinta
harta merupakan fitrah manusia pertanda normal adanya. Harta dapat
membuat orang jadi celaka atau bahagia, tinggal bagaImana cara ía men
gelola den memanfaatkannya. Harta bagai air laut yang asin rasanya,
semakin diminum semakin haus dibuatnya.Ketika manusia berada pada
posisi miskin, ia beranda dalam batin. Jika aku sudah kaya, tidak akan
ngotot bersusah payah mencari harta, toh hidup sudah terjamin.Namun
kenyataan lain ketika a berada di atas angin. Justru akan semakin
menggebu-gebu dalam memburu. Harta terus dicarinya dengan
bersungguh-sungguh, dia upa pada cita-citanya yang dahulu.Maka dalam
mencad harta, agar tidak salah langkah dan celaka, agama memberikan
landasan utama dengan menanamkan fiat, semata-mata ibadah kepadaNya.Dengan
niat yang benar akan membuahkan sikap yang kokoh dan tegar dalam
mencari harta a kejar, sehingga tidak akan melenceng alias nyasar,
karena ia tahu tujuan yang kelak akan dipertanggungjawabkan di alam
mahsyar (han kebangkitan).“Sesungguhnya
jika seorang muslim member! kan naf kah kepada keluarganya dengan men
gharapkan pahala dan Allah, maka yang demikian itu dihitung sebagai
shodaqoh baginya.”(HR. Bukhari dan Muslim)Agama
islam dengan tandas dan jelas mengarahkan, cara mencari nizki untuk
makan dan lain-lain keperluan. Agar tidak salah jalan, maka tancapkan
niat dalam-dalam, dengan niat beribadah kepada Allah dan mengharap
pahala kepada Allah Yang Maha Rahman. Dengan demikian akan mantap dan
tidak salah sasaran. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah menentukan
pos-pos penghasilan. Jangan salah dalam membagi dan mengeluarkan, agar
selamat, barokah dan aman. Logikanya harta bila dibelanjakan akan
bekurang namun lagi-lagi agama secara misteni mengajarkan bahwa harta
tidak akan habis dibelanjakan bahkan akan bertambah secara
menyenangkan, memang ni sulit dilogikakan, namun inilah ajaran dan Yang
Maha Rahman, yang harus diyakini dan diamalkan agar harta barokah dan
hati terasa sejuk dan nyaman.“Maha
bertaqwa!ah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta
taatlah, dan nafkahkanlah nafkah yang balk untuk dinimu. Dan
barangsiapa yang dipelihara darikekikiran dirinya,maka mereka itulah
orang orang yang beruntung. Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman
yang balk, niscaya Allah men ggandakan (pembalasan) kepadamu dan men
gampunI kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.”(QS.AtTaghobun: 16-17)Katakanlah
: “Sesungguhnya RobbKu melapangkan nizki bagi siapa saja yang
dikehendakiNya diantara hamba-hambaNya dan men yempitkan (siapa saja
yang dikehendakiNya). Dan barangsiapa yang kamu nafkahkan makaAllah
akan menggantiNya dan Dialah Pemberi Rizki yang sebaik-baiknya”.(QS. Saba’: 39)Begitu tinggi dan misted nilal infaq atau sedekah bahkan dapat meredam amarah Allah, dan menyelamatk dan kematian yang buruk.“Sesungguhnya
shodaqoh itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Robb (Tuhan) dan
mencegah dan kemafian yang buruk” (HR. Tirmidzi)Sebagai
pemantap dan bukti yang pernah terjadi, kami nukilkan kisah dan buku
“Mm Ajaibish Shodaqoh” (Shodaqoh Memang Ajaib) yang ditulis oleh Kholid
bin Sulaiman Arrobi, seorang dokter menelepon seorang suami yang
istdnya sedang berbaring sakit di rumah sakit. Dokter memberitahukan
bahwa si istri sedang kritis. Dan kacamata medis harapan sembuh sangat
tipis. Sang suami sangat sedih campur pesimis, namun ia mencari solusi
yang cukup membuat optimis, solusi secara agamis. a segera bergegas
dengan mengeluarkan shodaqoh berupa emas milik istrinya. Beberapa saat
kemudian, suami kembali ke rumah sakit guna mengharap mukjizat. Setelah
ketemu, sang dokter memberitahu dengan penuh hormat, bahwa si istri
selamat. Pada saat beberapa waktu yang lewat (disaat suami menyampaikan
shodaqoh) akhirnya si istri dipindah dan ruang ICU ke kamar perawatan
biasa. Alhamdulillah berkat shodaqoh istd bisa sembuh dan pulang ke
rumah.
Diterbitkan di: April 07, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.