Harga
bahan pangan belakangan ini mengalami
kenaikan cukup tinggi terkait dengan produksi dalam negeri yang kurang memenuhi
kebutuhan serta tingginya
Harga bahan pangan di pasar dunia.
Kenaikan harga bahan pangan sangat memberatkan sebagian besar
masyarakat, terutama yang pengeluarannya terbesar adalah untuk itu.
Kenaikan harga pangan secara umum juga meningkatkan inflasi,
karena bahan pangan mempunyai bobot tertinggi dalam perhitungan inflasi.Namun ketika harga pangan
dunia juga mengalami
peningkatan karena permintaan yang tinggi dari negara dengan penduduk
besar
dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, terutama Cina dan India,
maka kebijakan menurunkan bea masuk untuk impor pangan menjadi tak
terlalu efektif.
Selain permintaan bahan pangan yang meningkat dari Cina dan India,
kenaikan harga pangan dunia juga didorong oleh penggunaan jagung untuk
bahan baker nabati (biofuel) yang mengalihkan perhatian petani di AS
dari memproduksi kedelai dan bahan pangan lainnnya. Pengaktifan peran Bulog penting untuk menstabilkan harga bahan pangan.
Kritikan pada Bulog pada waktu menjelang krisis adalah dari dua sisi,
dari kalangan ekonom pasar dan lembaga multilateral, seperti Bank Dunia
dan IMF, yang menginginkan liberalisasi pasar bahan pangan, dan dari
sisi penyalahgunaan Bulog untuk kepentingan pihak tertentu yang
berkuasa.
Liberalisasi pasar bahan pangan yang diharapkan meningkatkan efisiensi
membuat fluktuasi harga yang memberatkan masyarakat kebanyakan. Selain
itu juga kepentingan petani sebagai produsen rentan terhadap fluktuasi
harga. Impor bahan pangan pada umumnya dapat menstabilkan harga dalam jangka pendek namun akibatnya menekan petani produsen.Karena itu mengandalkan kebijakan perdagangan untuk
menstabilkan harga bahan pangan bukanlah kebijakan strategis, tetapi
bersifat temporer. Kebijakan strategis dalam jangka menengah
adalah meningkatkan produksi bahan pangan terutama beras, jagung, dan
kedelai. Tentu saja untuk bahan yang tidak dapat kita produksi di dalam
negeri karena ketidak sesuai cuaca, seperti gandum, harus kita impor.
Kecenderungan kenaikan harga sebenarnya juga terjadi pada komoditas
lain di pasar dunia karena alasan yang serupa yaitu peningkatan
permintaan tidak dapat dipenuhi oleh pasokan. Aktifnya lembaga keuangan
di pasar akan datang (future market) mendorong kenaikan harga komoditas
semakin tinggi.
Ringkasan lain tentang Mengendalikan Harga Pangan