Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Berhala dan Ketidakselesaian Kota

.

Berhala dan Ketidakselesaian Kota

Pengarang : Benny Yohanes
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 11  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 30, 2008
Kota tidak tumbuh sebagai kalimat, tapi dapat dibaca seperti kalimat.
Kota memang tidak ditulis dengan huruf. Kota ditulis dengan monumen-
monumen. Tempat, jalan, dan wilayah adalah titik-titik referensi,
sekaligus menunjukkan berbagai kategori semantik yang berbeda.
Penduduk kota ikut mengubah atau memperkuat proses semantisasi, juga
ikut menandai mana elemen netral dan elemen signifikan dari sebuah kota.Aksi penjarahan penduduk marjinal kota di Jakarta pada
1998 adalah spektakel destruktif untuk mempertontonkan dua hal: titik
jenuh militerisme dan kembalinya amuk laten ketidakpatuhan sipil.
Eksplosi dan inspirasi dalam satu ayunan. Ritme fundamental kota adalah
penentangan, penggantian, dan transisi berkepanjangan. Kota jadi sebuah
unfinished text.
Roland Barthes pernah memperkenalkan dua cara membaca kota. Pertama,
dengan menggunakan konsepsi gestaltic, dan kedua, melalui konsepsi
struktural.Kita dapat menyigi elemen netral dan elemen signifikan
sebagai cermin dari daya hidup kultural dan basis nilai-nilai sosial
penduduknya. Jalan Malioboro di Yogyakarta adalah elemen signifikan kota itu.
Di samping berfungsi sebagai etalase pariwisata kota, Malioboro adalah
metabolisme bagi prinsip populisme Jawa: kota adalah potensi rezeki
untuk semua kalangan; ada ekonomi siang ada ekonomi malam; ada rezeki siang ada rezeki malam; ada disiplin tradisi ada dinamika profanisasi. Sebagai kota metropolit, langage (norms) kota yang didemonstrasikan di Jakarta adalah: regulasi non-empati. Sedangkan penduduk miskin kota menunjukkan parole (ekspresi)-nya sendiri: sporadisasi hunian dan pencanggihan kriminalisasi. Ritme fundamental Jakarta adalah penentangan dan transisi panjang, tanpa penggantian dan pembaruan nilai secara substansial. Langage kota dan parole penduduk saling beroposisi untuk mempertahankan versi legitimasinya masing-masing.

Teks Jakarta adalah mutakhir sekaligus terbelakang; berlimpah sekaligus darurat; kota dan kampung yang saling menyelinap; sajak dan sampah dari setiap kesunyiannya; identitas dan topeng muncul sebagai dramatis personae dalam kostum serupa. Modernisasi dan pertumbuhan kota di Indonesia
menciptakan makrostruktur kota yang bersifat polinukleus: menciptakan
segmen-segmen kelompok kepentingan, tetapi belum berhasil menciptakan
inti yang solid. Di dalam kelompok spesialis, yang muncul ke
permukaan adalah tipe explanator kasus, tetapi tidak memiliki kaliber
seorang ideolog. Maka, dari setiap krisis selalu ada juru-penjelasnya,
ada teknisi pemulihnya, tetapi hanya menampilkan solusi di permukaan.
Krisis tidak dipulihkan, tetapi sekadar diplester untuk mengamuflase
sumber boroknya. Peradaban kota seperti ini akan
ditandai oleh jenis wacana yang saling berkutat di wilayah parole, tapi
tanpa penajaman dan koherensi ide.Kota ditandai oleh pergeseran dimensi erotis dan dimensi subversif, yang saling menyebar dan berganti.
Dimensi erotis dan dimensi subversif kota adalah locus yang biasanya
dilembagakan oleh kaum muda—seperti komunitas underground—di mana modus
pemisahan selera dan penggantian identitas saling diekspresikan.
Ini tidak hanya mencerminkan cara menemukan teks gestaltic itu, tapi
sekaligus daya mengolah sumber kontemplasi artistik di wilayah
pengetahuan yang sudah profan. Gaya histrionik dan
manifesto mikrofon, yang terpusat pada romantisasi satu subyek, harus
dihadapkan dengan berbagai interupsi dari alam profan, untuk menemukan
parole yang lebih natural. Itu berarti memasuki kancah artistik yang kaya kontradiksi, tetapi sekaligus peluang untuk menajamkan substansi konseptualnya.
Teater dapat ikut melakukan fungsi inisiasi intelektual dengan cara
mempertemukan dimensi erotis dan dimensi subversif dari dekonstruksi
kultural sebuah kota.

Ringkasan lain tentang Berhala dan Ketidakselesaian Kota
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------