Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Menghampiri Nama-nama Nabi

.

Menghampiri Nama-nama Nabi

Summary rating: 3 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Radea Juli A. Hambali
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 80  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 19, 2008
Dari sudut pandang spiritual, mengenali hikmah dari setiap peristiwa
keagamaan memiliki makna sangat penting. Lantas, hikmah apakah yang
bisa kita kenali dari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad saw. yang kita
peringati dari tahun ke tahun? Kita khawatir,
peristiwa peringatan kelahiran nabi kita itu hanya sekadar formalitas
dan tidak mampu memperteguh keyakinan kita bahwa Rasulullah adalah
sosok par excellence yang patut untuk digugu dan ditiru.Tapi selawatan dan pujian yang kerap kita lantunkan
itu digelayuti keraguan, jangan-jangan ia hanya sampai di tenggorokan
saja yang hanya bisa menggetarkan sesaat.
Selanjutnya, kita abai dan tidak mampu menjadikannya sebagai spirit
yang menggerakkan dan menuntun kita untuk benar-benar ber-uswah pada
seluruh jejak kehidupannya.Rasulullah adalah juga sosok manusia yang santun, memiliki kecintaan, dan rasa penghormatan yang tinggi kepada sesama manusia. Dia tidak pernah memukul siapa pun. Kemenangan pasukannya tidak membuatnya angkuh.
Beliau memasuki Kota Mekah --yang penduduknya pernah mengusirnya--
dengan menundukkan kepala sambil memanggil nama bekas orang yang
memusuhinya dengan "saudara yang mulia."

Nama-nama Nabi

Dengan pencapaian akhlaknya yang demikian tinggi, nabi memiliki banyak nama dan gelar yang sering dialamatkan kepadanya.
Dia bukan hanya dipanggil Muhammad, yang paling dipuji, melainkan juga
Ahmad, yang paling berharga di antara mereka yang memuji Allah.Nabi Muhammad juga adalah Muhyi, yang menghidupkan
hati manusia yang mati, dan Munji, yang membebaskan manusia dari
kesalahan dan dosa. Dia juga adalah Nur, cahaya yang menerangi hati, dan Siraj, obor yang menyinari jalan dalam kehidupan manusia; Mishbah, lampu yang mengandung cahaya iman, dan Huda, pembimbing kepada Allah dan surga. Syafaat Muhammad adalah harapan yang sanggup
memberikan keyakinan seperti yang tersurat dalam doa yang dipanjatkan
Ibnu Khaldun (w. 1406): "Syafaati aku seperti yang aku harap-harapkan. Dengan ampunan yang indah bagi dosa-dosaku yang buruk." Sesungguhnya, sebagaimana dikatakan Hussein Nasr
(2002), nama-nama nabi seperti yang diurai di atas adalah warna-warna
yang dengannya potret spiritual nabi dimungkinkan untuk diukir di dalam
hati dan jiwa kaum Muslimin. Nama-nama itu juga
adalah jalan yang bisa memudahkan usaha untuk mengikuti sunah-Nya dan
membukakan saluran barakah yang benar-benar akan dialami bila sunah-Nya
dijalankan dan ditiru dalam kehidupan.

Dan ketika seorang pemimpin lebih mengutamakan
kepentingan masyarakat banyak ketimbang kepentingan pribadi ataupun
kelompok, dia telah benar-benar mengikuti sunah dan meneladani
segi-segi kehidupan Rasulullah dalam memimpin umatnya.
Kiranya, usaha kita untuk mengenali hikmah pada peringatan kelahiran
(maulid) Nabi kali ini adalah kesediaan kita untuk "menghampiri" lebih
dekat dengan cara meneladani nama-nama yang disandang oleh Muhammad saw.
dan menjadikannya bagian dari diri kita sehingga ia menjadi medan
kesadaran dan dinamo spiritual yang membantu menggerakkan dan menuntun
kita untuk bertutur dan bertindak secara lebih baik.

Ringkasan lain tentang Menghampiri Nama-nama Nabi
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------