TUHAN
dan kekerasan: seseorang bisa saja mengutip Injil, bukan untuk mencintai musuh,
tapi untuk membinasakan. Seseorang bisa saja mengutip Injil
di kalimat itu dan
yakin bahwa dengan pedang atau mesiu, manusia menapak di jalan Tuhan
dan setelah sebuah pembunuhan, kekerasan, dan apokalipsa, dunia pun
akan
jadi bersih dan setan dikalahkan.
Itu agaknya yang diingat oleh Timothy McVeigh di pagi hari 19 April 1995.
Dengan 2.000 kilogram campuran pupuk amonium nitrat dan bahan bakar
diesel, yang
ia taruh di sebuah truk sewaan, ia meledakkan sebuah
bangunan besar di Kota Oklahoma. Gedung itu
tempat pemerintah federal berkantor untuk urusan kesejahteraan sosial
dan urusan pengawasan tembakau, alkohol, dan senjata api. Bunyi gelegar yang dahsyat pun terdengar, dan Gedung Alfred P. Murrah itu hancur seluruh bagian depannya, dan 168 orang mati, di antaranya anak-anak, dan lebih dari 500 luka-luka.Ia menerima selebaran
The Patriot Report dari cabang gerakan itu di
Arkansas, tapi tak kalah penting: ia membaca buku fiksi The Turner
Diaries dengan yakin. Di dalam novel terbitan
tahun 1978 ini dikisahkan
dengan detail bagaimana sang tokoh me-ledakkan sebuah gedung pemerintah
federal, dengan hampir 2.000 kilogram mesiu campuran pupuk amonium
nitrat dan bahan bakar diesel. McVeigh, yang menganggap The Turner
Diaries buku sucinya, hampir persis meniru sang tokoh novel.
The Turner Diaries ditulis oleh “Andrew Macdonald”, nama samaran
William Pierce, seorang Ph.D. lulusan Universitas Colorado dan pengajar
fisika di Universitas Negeri Oregon.Gambaran muram dan keras tentang dunia yang seperti
itu juga yang dibawakan gerakan “Christian Identity”: bagi gerakan ini,
Amerika, yang seharusnya merupakan sebuah tanah air Kristen, telah
dikepung dan dikuasai oleh “Si Lain”. Apa dan
siapa “Si Lain” itu bisa bermacam-macam, tapi umumnya dikatakan bahwa
musuh itu adalah “Yahudi-dan-PBB” (dan para pemikir “liberal”).Pada tahun 1996 “Christian Identity” mengebom
Olimpiade di Atlanta, pada tahun 1999 menembaki sebuah tempat penitipan
anak Yahudi, dan sebelum itu pada tahun 1985 Pendeta Michael Bray—yang
berpikiran sejenis dan diduga menulis buku petunjuk berjudul Army of
God (Laskar Tuhan)—membakar dan merusak tujuh buah klinik tempat para
dokter membantu pengguguran kandungan.Tuhan dan pembunuhan: mengapa semua ini terjadi, tak
cuma di kalangan Kristen dan Islam, tapi—seperti dikumpulkan dan
ditelaah oleh Juergensmeyer—juga di kalangan Yahudi, Hindu, Sikh, dan
Buddha? Penulis Terror in the Mind of God menyimpulkan bahwa
agama memang selalu mengandung imajinasi yang membuat pelbagai nilai
jadi mutlak; agama dengan itu juga memproyeksikan “perang kosmis”.Kita akan selalu mendapatkan hangat dan cahayanya, dan kita senantiasa
berikhtiar ke sana. Tapi mungkinkah mencapai kaki langit itu,
menjangkau terang itu, dengan doa, dengan laku, dengan darah, dengan
besi, sekalipun? Hidup jadi berarti bukan karena mencapai. Hidup jadi
berarti karena mencari.
Ringkasan lain tentang Oklahoma