Terasa lengkap bila berziarah
ke Kota Suci Madinah
Al Munawarrah,
Arab Saudi,
dan kemudian juga berkunjung ke
percetakan Al Quran
terbesar di dunia, sekaligus membeli Al Quran langsung dari pabriknya. Itulah yang
dilakukan oleh kebanyakan jemaah haji dari berbagai negara di dunia, termasuk
dari Indonesia pada kegiatan haji 2007.Mereka saling mendahului untuk membeli sehingga kaum pria yang bertenaga lebih
kuat yang bisa belanja terlebih dulu. Mereka menginginkan hal sama, memperoleh
Al Quran langsung dari pusatnya. Produksi Peletakan batu pertama percetakan itu
dilakukan oleh Raja Fahd pada 2 November 1982. Dua tahun kemudian, yakni pada
Oktober 1984, mulailah Al Quran diproduksi di sini. Hingga saat ini, produksinya
dengan berbagai ukuran mencapai sekitar 12 juta eks per tahun. Al
Quran yang telah diproduksi oleh percetakan ini hingga saat ini berjumlah
sekitar 225 juta eksemplar. Dalam pengantar Al Quran berbahasa Indonesia yang dicetak percetakan ini
disebutkan, ”Dengan ini Departemen Urusan Agama Islam, Wakaf, Da’wah, dan Irsyad
Kerajaan Saudi Arabia yang menaungi Mujamma’ Malik Fahd Li Thiba’at Al Mush Haf
Asysyarif (Kompleks Percetakan Al Qur’anul Karim Kepunyaan Raja Fahd) di Medina
Al-Munawarrah menyampaikan rasa gembira dan penghargaan kepada mujamma’ atas
dicetaknya Al Qur’anul Karim ini dan diterjemahkannya ke dalam Bahasa
Indonesia. Memohon kepada Allah agar upaya tersebut
memberi manfaat kepada seluruh umat Islam, dan semoga Allah membalas Khadim Al
Haramain Asy Syarifain Al Malik Fahd ibn Abd Al Aziz Al Saud, sebaik-baik
balasan atas pengorbanannya yang mulia dalam upaya melancarkan tersebarnya kitab
Allah yang mulia ini. Para jemaah haji dari seluruh dunia juga mendapatkan kitab Al Quran itu secara
gratis pada waktu akan menaiki pesawat terbang untuk kembali ke negeri
masing-masing setelah melaksanakan ibadah haji. Namun, Al
Quran yang dibagi secara gratis ini berukuran lebih kecil dibandingkan dengan Al
Quran yang dibeli dari tempat pencetakannya. Keterangan tambahan
menyebutkan, perseorangan bisa juga meminta kitab Al Quran itu secara gratis
dengan syarat untuk diwakafkan ke masjid. Mereka boleh mengajukan surat
permohonan dalam bahasa Arab, dilengkapi dengan stempel resmi masjid yang akan
menerima, dikirim ke kantor di Masjid Nabawi pintu 18.
Ringkasan lain tentang Percetakan di Madinah Terbesar di Dunia