Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Ramos Horta, Xanana, dan Mayor Reinado

.

Ramos Horta, Xanana, dan Mayor Reinado

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Pengarang : Maruli Tobing
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 29  kata: 900   Diterbitkan di: Maret 17, 2008
Siapa dan apa motif pelaku penyerangan bersenjata terhadap Presiden Timor Timur Ramos Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmao? Media internasional sejak awal menyebut pelakunya adalah kelompok militer pembangkang pimpinan Mayor Alfredo Alves Reinado (42).
Sejauh ini masyarakat tahu bahwa Mayor Reinado tidak dalam posisi bermusuhan dengan Presiden Horta. Lagi pula Presiden Ramos Horta sendiri berencana memberi amnesti kepada Mayor Reinado dan kelompoknya pada hari kemerdekaan Timor Timur, 20 Mei. Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Ramos Horta mengalami dua luka tembak akibat serangan kelompok Mayor Alfredo Alves Reinado, Senin (11/2) pagi. Peristiwa ini terjadi di depan pagar kediaman presiden di pinggiran kota Dili, Timor Timur. Dalam peristiwa itu pengawal presiden menembak mati Mayor Reinado dan ajudannya.
Karena jauh sebelum Timor Timur merdeka, intelijen Australia sudah membangun jaringannya di sini. Selain itu Australia juga mengoperasikan satelit mata-mata yang dapat menyadap ribuan pembicaraan melalui telepon dalam waktu bersamaan. Maka tidak mengherankan jika masyarakat Timor Timur umumnya melihat peristiwa serangan bersenjata tersebut sebagai suatu konspirasi. Ini diperkuat lagi oleh pemberitaan media internasional, khususnya Australia, yang cenderung membingungkan hingga memberi kesan disinformasi. Contohnya, pada awalnya diberitakan kelompok Mayor Reinado berusaha membunuh Presiden Ramos Horta dan PM Xanana Gusmao.
Hari berikutnya berubah lagi, Reinado dan kelompoknya bermaksud menculik kedua pemimpin Timor Timor. Motifnya untuk mendesak penarikan semua pasukan asing dari Timor Timur. Terakhir, pendapat Xanana juga ikut berubah. ia mengatakan, bukan mustahil Reinado datang ke rumah Horta bukan untuk membunuhnya. Namun, pengawal presiden menembaknya hingga tewas. Lantas, entah satu paket atau hanya mendompleng, muncul berita mengenai beredarnya dokumen gelap di Dili. Isinya antara lain menyebut pemimpin Fretilin membayar 10 juta dollar AS kepada Reinado dan kelompoknya untuk membunuh Horta dan Xanana.
Reinado, misalnya, dikenal dekat dengan Horta sejak tahun 1997 ketika di Perth, Australia. Horta sendiri menghendaki dialog dalam penyelesaian kasus Reinado dan tentara pembangkang. Ia bahkan akan memberi amnesti. Maka sangatlah sulit membayangkan bahwa Reinado berencana membunuh atau menculik Horta. Nama Mayor Alfredo Alves Reinado meroket setelah bergabung dengan 600 tentara dan polisi yang dipecat karena menolak kembali ke barak.
Dalam perspektif pemerintahan PM John Howard, kedekatan PM Alkatiri dengan Portugal dan China merupakan ancaman terhadap kepentingan Australia dalam menguasai sumber-sumber migas di Celah Timor. PM Alkatiri sendiri akhirnya mundur pada 26 Juni 2006. Posisinya untuk sementara digantikan oleh Ramos Horta, pemenang Nobel Perdamaian 1996 bersama Uskup Bello. Setelah pemilu Mei 2007, Horta terpilih sebagai presiden dan Xanana sebagai perdana menteri.
Ia berlayar bersama 18 warga Timor Timur, termasuk ayah dan kakaknya. Dengan status pengungsi, Reinado bekerja di perusahaan galangan kapal di Perth. Setelah Referendum 1999, Reinado kembali ke Timor Timur dan masuk akademi militer. Selepas pendidikan, ia berulang kali ke Australia mengikuti kursus militer, antara lain manajemen pertahanan (Oktober 2003), manajemen darurat (Agustus 2004), dan Sesko AL (2005).
Ia berlayar bersama 18 warga Timor Timur, termasuk ayah dan kakaknya. Dengan status pengungsi, Reinado bekerja di perusahaan galangan kapal di Perth. Setelah Referendum 1999, Reinado kembali ke Timor Timur dan masuk akademi militer. Selepas pendidikan, ia berulang kali ke Australia mengikuti kursus militer, antara lain manajemen pertahanan (Oktober 2003), manajemen darurat (Agustus 2004), dan Sesko AL (2005).
Dalam rekaman, ia mencerca Xanana sebagai pengecut, pembohong, dan pemimpin sekaliber pedagang kaki lima. Xanana Gusmao sendiri terpancing emosinya hingga mengeluarkan ancaman, ”jangan main-main dengan saya. Cepat atau lambat saya akan marah.’’ (The Age, 12/2) Ramos Horta menengahinya dengan membantah tuduhan Reinado terhadap Xanana. Di sisi lain, ia tidak melihat hukuman penjara bagi Reinado akan menyelesaikan krisis. Horta memilih penyelesaian melalui dialog. Namun, sebelum dialog menghasilkan sesuatu, Horta tersungkur diterjang dua peluru, sementara Reinado tewas oleh tiga peluru. Salah satu di antaranya tepat di mata. Dengan tewasnya Reinado lenyaplah ”gugatan’’ terhadap Xanana sebagai dalang krisis 2006.

Ringkasan lain tentang Ramos Horta, Xanana, dan Mayor Reinado
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------