Pendidikan anti Korupsi, membangun bangsa yang Jujur, Disiplin, Percaya diri, Kreatif,
dan Rajin Membaca melalui Proses Ujian Sekolah Tertarik akan berita di surat kabar, tentang
Usaha melaksanakan
Pendidikan Antikorupsi di Padang belum berjalan maksimal, maka penulis ingin urun rembug bagaimana menemukan solusi membiasakan anak-anak
generasi muda bangsa yang akan datang agar selalu berperilaku jujur.
Beberapa cara yang tidak terpuji adalah sedikit melonggarkan pengawasan dalam ujian, jika perlu guru membantu membuat jawaban kemudian dibagikan kepada siswa yang sedang diuji (ini sudah rahasia umum). Usaha-usaha yang tidak lazim diatas, menyebabkan proses pendidikan yang dilakukan selama ini, mengarah kepada pembentukan watak, perilaku lulusan sekolah akan
menjadi koruptor, tidak disiplin, tidak jujur, tidak bertanggung jawab tidak percaya diri, dsb. Salah satu usaha yang menurut penulis akan berhasil secara signifikan untuk merubah perilaku bangsa Indonesia ialah melalui proses ujian sekolah yang bersih dan
Jujur mulai dari tingkat bawah (SD) sampai tingkat S1, S2, dan S3.
Kita punya universitas pendidikan, fakultas pendidikan, sarjana pendidikan yang ahli dalam bidangnya, mereka harus terlibat dalam merumuskan pengelolaan pendidikan nasional. Serahkan egala urusan kepada ahlinya. Tingkat produktivitas dunia pendidikan
Kita rendah, diukur dari berbagai aspek yang telah diungkapkan melalui berbagai survai dan penelitian. Proses belajar mengajar dalam lembaga pendidikan kita gagal, mendidik generasi muda bangsa menjadi generasi yang diidam-idamkan. Manusia tidak jujur dan korup lahir dari hasil pendidikan kita, setelah tamat mereka menjadi polisi, guru, dokter, sarjana hukum, sarjana teknik, pengusaha berbaur dengan lingkungan eksternal yang sudah rusak oleh generasi pendahulu.
Selanjutnya UAN tidak akan dipersoalkan lagi, UAN menjadi hal yang biasa, UAN sangat diperlukan pengawasan yang ketat makin ditingkatkan, perilaku jujur akan menjadi budaya nasional kita khususnya budaya jujur dalam dunia pendidikan. Nah mulai dari hal yang simpel ini, kita akan bisa membangun generasi anak bangsa menjadi membanggakan dan sesuai dengan yang kita idam-idamkan. Alangkah indahnya jika budaya tidak dibenarkan atau HARAM HUKUMNYA NYONTEK, NYONTEK SAMA DENGAN MALING/ MENCURI mulai diterapkan di negara kita Ini suatu usaha mudah, dan hasilnya sangat maksimal, mari kita coba dibawah komando Depdiknas.
Mudah-mudahan dengan demikian dunia pendidikan betul-betul akan mampu merubah perilaku generasi muda dan akan berpengaruh terhadap orang tua, para pemimpin yang akan mengakui eksistensi, otonomi, kemandirian dunia pendidikan yang mengutamakan proses pendidikan, melalui proses ujian yang mendidik lulusannya menjadi orang jujur, tidak korup, memiliki budaya malu, disiplin, bertanggung jawab, percaya diri, dan rajin membaca.
Ringkasan lain tentang Pendidikan Anti Korupsi