Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Legenda Telaga Pasir

.

Legenda Telaga Pasir

Summary rating: 3 stars 2 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 53  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 16, 2008

Kyai Pasir dan Nyai Pasir adalah
pasangan suami isteri yang hidup di hutan gunung Lawu. Mereka
berteduh di sebuah rumah (pondok) di hutan lereng gunung Lawu sebelah
timur. Pondok itu dibuat dari kayu hutan dan beratapkan dedaunan.
Dengan pondok yang sangat sederhana ini keduanya sudah merasa sangat
aman dan tidak takut akan bahaya yang menimpanya, seperti gangguan
binatang buas dan sebagainya. Lebih-lebih mereka telah lama hidup di
hutan tersebut sehingga paham terhadap situasi lingkungan sekitar dan
pasti dapat mengatasi segala gangguan yang mungkin akan menimpa
dirinya.


Pada suatu hari pergilah Kyai Pasir ke
hutan dengan maksud bertanam sesuatu di ladangnya, sebagai mata
pencaharian untuk hidup sehari-hari. Oleh karena ladang yang akan
ditanami banyak pohon-phon besar, Kyai Pasir terlebih dahulu menebang
beberapa pohon besar itu satu demi satu.


Tiba-tiba Kyai Pasir terkejut karena
mengetahui sebutir telur ayam terletak di bawah salah sebuah pohon
yang hendak ditebangnya. Diamat-amatinya telur itu sejenak sambil
bertanya di dalam hatinya, telur apa gerangan yang ditemukan itu.
Padahal di sekitarnya tidak tampak binatang unggas seekorpun yang
biasa bertelur. Tidak berpikir panjang lagi, Kyai Pasir segera pulang
membwa telur itu dan diberikan kepada isterinya


Kyai Pasir menceritakan ke Nyai Pasir
awal pertamanya menemukan telur itu, sampai dia bawa pulang.


Akhirnya kedua suami isteri itu sepakat
telur temuan itu direbus. Setelah masak, separo telur masak tadi oleh
Nyai Pasir diberikan ke suaminya. Dimakannya telur itu oleh Kyai
Pasir dengan lahapnya. Kemudian Kemudian Kyai Pasir berangkat lagi
keladang untuk meneruskan pekerjaan menebang pohon dan bertanam.


Dalam perjalanan kembali ke ladang,
Kyai Pasir masih merasakan nikmat telur yang baru saja dimakannya.
Namun setelah Tiba di ladang, badannya terasa panas, kaku serta sakit
sekali. Mata berkunang-kunang, keringat dingin keluar membasahi
seluruh tubuhnya. Derita ini datangnya secara tiba-tiba, sehingga
Kyai Pasir tidak mampu menahan sakit itu dan akhirnya rebah ke tanah.
Mereka sangat kebingungan sebab sekujur badannya kaku dan sakit bukan
kepalang. Dalam keadaan yang sangat kritis ini Kyai Pasir
berguling-guling di tanah, berguling kesana kemari dengan dahsyatnya.
Gaib menimpa Kyai Pasir. Tiba-tiba badanya berubah wujud menjadi ular
naga yang besar, bersungut, berjampang sangat menakutkan. Ular Naga
itu berguling kesana kemari tanpa henti-hentinya.


Alkisah, Nyai Pasir yang tinggal di
rumah dan juga makan separo dari telur yang direbus tadi, dengan
tiba-tiba mengalami nasib sama sebagaimana yang dialami Kyai Pasir.
Sekujur badannya menjadi sakit, kaku dan panas bukan main. Nyai Pasir
menjadi kebingungan, lari kesana kemari, tidak karuan apa yang
dilakukan.


Karena derita yang disandang ini
akhirnya Nyai Pasir lari ke ladang bermaksud menemui suaminya untuk
minta pertolongan. Tetapi apa yang dijuumpai. Bukannya Kyai Pasir,
melainkan seekor ular naga yang besar sekali dan menakutkan. Melihat
ular naga yang besar itu Nyai Pasir terkejut dan takut bukan
kepalang. Tetapi karena sakit yang disandangnya semakin parah, Nyai
Pasir tidak mampu lagi bertahan dan rebahlah ke tanah. Nyai Pasir
mangalami nasib gaib yang sama seperti yang dialami suaminya.
Demikian ia rebah ke tanah, badannya berubah wujud menjadi seekor
ular naga yang besar, bersungut, berjampang, giginya panjang dan
runcing sangat mengerikan. Kedua naga itu akhirnya berguling-guling
kesana kemari, bergeliat-geliat di tanah ladang itu, menyebabkan
tanah tempat kedua naga berguling-guling itu menjadi berserakan dan
bercekung-cekung seperti dikeduk-keduk. Cekungan itu makin lama makin
luas dan dalam, sementara kedua naga besar itu juga semakin dahsyat
pula berguling-guling dan tiba-tiba dari dalam cekungan tanah yang
dalam serta luas itu menyembur air yang besar memancar kemana-mana.
Dalam waktu sekejap saja, cekungan itu sudah penuh dengan air dan
ladang Kyai Pasir berubah wujud mejadi kolam besar yang disebut
Telaga. Telaga ini oleh masyarakat setempat terdahulu dinamakan
Telaga Pasir, karena telaga ini terwujud disebabakan oleh ulah Kyai
Pasir dan Nyai Pasir.


Ringkasan lain tentang Legenda Telaga Pasir
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------