Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Sangkuriang

.

Sangkuriang

Summary rating: 2 stars 10 Tinjauan
Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 236  kata: 900   Diterbitkan di: Maret 16, 2008

Cerita ini bermula pada zaman dahulu
kala, dikala tanah Sunda kuno dikuasai oleh seorang Raja dan Ratu
yang mempunyai putri cantik dan pintar bernama Dayang Sumbi. Dayang
Sumbi adalah putri yang manja tetapi pemarah. Alkisah dilain cerita,
dinegeri khayangan seorang Dewa mendapat kutukan menjadi seekor
anjing dan dibuang ke bumi.


Suatu pagi yang cerah Dayang Sumbi
sedang asyik menenun, namun pada satu saat pintalan benangnya jatuh,
Dayang Sumbi kesal akan ketelodaranya kemudian dia berucap bahwa
siapa saja yang dapat mengambilkan pintalan benang itu, apa bila dia
wanita maka dia akan dijadikan adiknya, sedangkan apabila dia laki -
laki maka dia akan dijadikan suaminya. Begitu terkejutnya Dayang
Sumbi ketika melihat yang membawakan pintalan benangnya adalah seekor
anjing jantan hitam. Dia harus menepati janjinya, akhirnya Dayang
Sumbi pun menikah dengan anjing hitam bernama si Tumang yang
merupakan jelmaan dari Dewa yang terkena kutukan.


Mereka hidup bahagia dan dikarunai
seorang putra bernama Sangkuriang. Karena putra seorang dewa maka
Sangkuriang pun mewarisi kesaktian seperti Dewa. Sangkuriang tumbuh
ditemani oleh anjing kesayangan si tumang yang tidak lain adalah
ayahnya.


Pada suatu hari Dayang Sumbi menyuruh
Sangkuriang untuk mencarikannya hati sekor kijang untuk sebuah
perayaan kecil. Sangkuriang pun berangkat mencari hewan buruan
ditemani si tumang anjing kesayangannya. Setelah seharian penuh
Sangkuriang belum menemukan hewan buruannya, dia mulai bingung dan
takut untuk pulang karena belum membawa hasil. Dalam keputusasaannya
Sangkuriang mengambil panah dan memanah si tumang, dalam keadaan
menyesal Sangkuriang mengambil hati si tumang dan segera pulang
kerumah.


Dayang Sumbi merasa heran karena
Sangkuriang tidak ditemani oleh si tumang dan dia bertanya kemana si
tumang, Sangkuriang berkata bohong kalau si tumang telah mati
diterkam oleh macan. Namun ibunya tidak percaya, setelah didesak
akhirnya Sangkuriang pun menceritakan hal yang sebenarnya. Begitu
marahnya Dayang Sumbi mendengar cerita dari Sangkuriang hingga tanpa
sadar gayung yang sedang dipegangnya dipukulkan kepada Sangkuriang
dan mengenai kepalanya. Dayang Sumbi hanya bisa menangis dan
menyesali nasibnya sementara Sangkuriang melarikan diri dan tidak
pernah kembali.


Waktu terus berlalu, Sangkuriang tumbuh
menjadi seorang pria tampan dan sakti. Dalam petualangannya dia
bertemu seorang wanita yang sangat cantik dan mereka pun saling jatuh
cinta. Sangkuriang tidak tahu bahwa wanita itu adalah Dayang Sumbi
yang tidak lain adalah ibu kandungnya sendiri. Pada akhirnya
Sangkuriang melamar Dayang Sumbi. Sehari sebelum pernikahan Dayang
Sumbi menyisir rambut Sangkuriang, dia sangat terkejut ketika melihat
bekas luka dikepala Sangkuriang. Ternyata Sangkuriang adalah anaknya
yang tengah ditunggu - tunggu selama ini. Dayang Sumbi pun bermaksud
membatalkan pernikahan ini dan memberitahu bahwa Sangkuriang adalah
anaknya, namun Sangkuriang tetap pada pendiriannya dan tidak
mempercayai apa yang diceritakan oleh ibunya.


Dayang Sumbi akhirnya mengajukan
beberapa syarat yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh Sangkuriang
dalam satu hari. Dia meminta Sangkuriang untuk membuatkannya danau
dan sebuah perahu yang harus diselesaikan pada saat fajar tiba
sebagai hadiah perkawinan. Sangkuriang menyanggupi permintaan ini.


Dengan kesaktian dan bantuan dari
siluman dan mahluk halus dimulailah pekerjaan besar ini. Sungai mulai
dibendung dengan menggunakan kayu, batu dan lumpur. Air mulai
terbendung dan membentuk sebuah danau yang besar, Sangkuriang mulai
menebang sebuah pohon besar dan membentuknya menjadi sebuah perahu.


Sementara itu Dayang Sumbi sedang
berdoa memohon agar matahari diterbitkan lebih awal dari biasanya,
Dewa mendengar permohonan Dayang Sumbi dan mengabulkannya. Para
siluman dan mahluk halus lainnya berlari meninggalkan pekerjaanya
karena fajar telah tiba. Sangkuriang telah gagal memenuhi permintaan
Dayang Sumbi, dia marah bukan kepalang lalu ditendangnya perahu
setengah jadi itu kehutan hingga perahu itu jatuh terbalik.
Sangkuriang mengumbar amarahnya membuat Dewa murka hingga menurunkan
bencana, bumi menelan Sangkuriang. Pada saat itulah Sangkuriang
menyadari kesalahannya, sebelum ajal menjemput, Sangkuriang menjerit
memohon maaf kepada ibunda tercinta.


Waktu berlalu, konon perahu Sangkuriang
lambat laun berubah menjadi sebuah gunung. Gunung yang terletak di
bagian utara kota Bandung itu kini terkenal dengan nama Tangkuban
Parahu ("perahu terbalik"), hutan yang ditebangi
Sangkuriang dianamakan Bukit Tunggul.




Ringkasan lain tentang Sangkuriang
Sangkuriang  oleh  Cerita Rakyat    2008 
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------