12 Pengamanan Bank dari Perampokan Artikel ini terilhami dari maraknya berita
Perampokan bank dibeberapa daerah di Indonesia belakangan ini, diantaranya di Jawa barat
dan terakhir di Makasar, dimana perampok berhasil menggondol uang
dalam jumlah milyaran rupiah. Suatu perampokan yang sukses di dunia kriminal. Sungguh pun demikian ternyata tidak ada reaksi apa-apa dari penanggungjawab perbankan dan tidak adanya sikap tanggap dari pemerintah, dimana para strategi militer, kepolisian dan Inteligen. Dengan keberhasilan perampokan bank ini membuktikan kurangya kewaspadaan dan kecerdikan bank dalam membuat sistem pengamanan, bank yang selama ini sebagai tempat untuk melakukan transaksi keuangan yang aman dan dijadikan sepenuhnya tempat aman bagi semua nasabah dalam melakukan transaksi penting dibidang keuangan, ternyata masih menimbulkan kekawatiran dan ketakutan. Berikut ini adalah
langkah langkah sistem pengamanan yang bisa diharapkan untuk menjadi proteksi atau pengaman bagi semua nasabah dan bank itu sendiri:
-Langkah 0 Perlunya kesetiaan, kejujuran dan jiwa pengabdian semua pegawai perbangkan
Pertama, Pengamanan untuk mesin ATM. Dimana perampok tidak kekurangan cara bahkan merusaknya secara membabi buta mengangkut mesin penyimpan uang itu sendiri. Untuk mencegah terjadinya hal semacam ini ada beberpa langkah untuk mencegah antara lain:
-Langkah 1 Mesin ATM baik yang di dalam bank maupun diluar bank, sebaiknya dikurangi volume jumlah uangnya dan jumlah mesin ATM nya dari tiap-tiap kelompok ATM, misalnya satu mesin ATM untuk perharinya hanya berisi kurang dari seratus juta rupiah atau kurang.Dan dalam kelompok Mesin ATM tidak lebih dari 5 buah ATM untuk mencegah terjadinya pembobolan ATM besar-besaran.
-Lngkah 2 Pada Box penyimpan uang diberi chip seperti chip telepon seluler yang bisa dideteksi melalui satelit dimana keberadaanya, dan chip ini selalu diaktifkan sejak box penyimpan uang itu diaktifkan di mesin ATM, sehingga sewaktu-waktu terjadi perampokan dan berhasil membawa kabur box penyimpan uang ini, bisa dilacak keberadaanya sehingga mempermudah pelacakan.
-Langkah 3 Mesin ATM diberi sinyal otomatis yang memberikan tanda ke bank pusat atau ke saluran Kepolisian secara otomatis bila terjadi benturan keras pada mesin, misalnya terjadi pemukulan, pembongkaran, pengelasan, atau suara gaduh karena adanya usaha merampok mesin ATM, sehingga tidak menunggu lama setelah sinyal terkirim maka kepolisian terdekat bisa mengeceknya kelokasi secara langsung.
-Langkah 4 Mesin ATM diberikan alarm keras yang terhubung dengan pengeras suara atau speaker, bila terjadi pemutusan perkabelan,pemecahan kamera atau suara gaduh,pemukulan benda keras dan sebagainya atas usaha perampok dalam membongkar mesin ATM.sehingga bisa mengundang pehatian orang disekitarnya.
Ringkasan lain tentang 12 Langkah Pengamanan Bank-1