The Concept Of Locally Intregated Economic Circuits
Summary rating: 4 stars
14 Tinjauan
Kunjungan:
269
kata:
900
Diterbitkan di: Maret 14, 2008
Konsep dari locally integrated economic circuits (LIEC) merupakan bagian dari strategi pengembangan Agropolitan , yang mengandung metodologi alternative dalam mengimplementasikan strategi dibidang ekonomi.
1.Konsep Agropolitan Secara umum :
a. Latar Belakang :
Pada awal 1957 salah satu pengembang teori perkembangan wilayah G. Myrdall mempertanyakan kevalidan dari teori neo-classic untuk digunakan dalam wilayah-wilayah yang kurang berkembang dan menggunakan teori centre-periphery-model sebagai salah satu konsep alternative . Myrdall mengemukakan bahwa kerjasama yang dibangun antara wilayah yang sudah berkembang dan wilayah yang kurang berkembang hanya akan menyebabkan bertambah parahnya Disparitas antara kedua wilayah tersebut. Pada tahun 1960 dengan adanya modernisasi dan euphoria pertumbuhan yang sedang terjadi maka teori ini hanya sekedar menjadi “ Outsiders” . Pada tahun 1970 an barulah teori ini dapat merubah paradigma pengembangan wilayah dengan penyebaran teori yang berkaitan dengan merata
b. Permasalahan :
Teori centre-periphery-models ini mempertanyakan alasan –alasan , mengapa Disparitas yangterjadi pada wilayah yang memiliki perkembangan tinggi dengan wilayah yang memiliki perkembangan rendah. Permasalahan ini menyoroti kontradiksi Industrialisasai dan wilayah berkembang.
c. Core hypothesis:
Tidak proporsionalnya lingkage ekonomi antara Pusat dengan Pinggiran ( Contoh : hubungan dalam hal perdagangan , migrasi pekerja, transfermodal , Institusi yang dominant ) adalah factor-faktor yang memperparah Diparitas dengan menyerap Sumberdaya yang terdapat pada pinggiran (misal : perpindahan manusia , modal ) dan tidak memberikan kesempatan pada daerah pinggiran untuk mengembangkan industri yang sesuai dengan keunggualan kompetitif wilayah tersebut . Argumen inilah yang sangat bertentangan dengan teory neoclassic yang menyatakan bahwa lokasi yang paling tepat adalah ditengah kota dengan mengesampingkan keuntungan dari ongkos pekerja yang bias dicapai bila didirikan di pinggiran.
d. Konsekuensi perencanaan :
Konsep yang memiliki persamaan ide dengan Teori ini adalah “ pengembangan agropolitan (1977) yang sebenarnya kosep tersebut didesain untuk daerah rural yang ada di Asia.
Dalam hal ini konsep agropolitan sangat menganjurkan adanya aktivitas industri pertanian dalam dalam jarak yang cukup dekat , yang pada intinya untuk meningkatkan permintaan local . Sedangkan perkotaan dan Industri dalam skala besar hanya sebagai Peran Tambahan seperti yang dianut oleh Negara Cina "walking on two legs".
Dan ada juga teory yang menambahkan bahwa daerah-daerah pinggiran harus dijauhkan dari persaingan industri dengan yang ada di pusat , yang juga bertujuan untuk melindungi identitas regional agar antara daerah satu dengan daerah lain tidak seragam . dan juga ada paradigma mengenai Perkembangan dari bawah yang melawan teori perkembangan dari atas.
e. Prekiraan :
Konsep Teori ini mengandung pemikiran dasar yang merubah strategi pengembangan dan membuat bagian-bagian yang penting dari kebijakan pengembangan apakah berbasis kebutuhan ataukah berbasis masyarakat (basic needs-oriented and target group-oriented) Tetapi konsep pengembangan ini sangat realisasinya rentan terhadap keadaan perekonomian secara umum dan kerangka kondisi politik di Negara berkembang.
2. Permasalahan yang terjadi :
Bagaimana agar pengembangan menyeluruh yang ada di daerah dapat dimulai , dengan pengembangan yang sangat beranekaragam , membangun motivasi local dan menggunakan potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut untuk sedapat mungkin memenuhi kebutuhan dari masyarakat dari daerah tersebut ? dan bagaimana produksi dari sector unggulan tersebut ? dan institusi seperti apa yang bisa dibentuk untuk mengidentifikasi strategi ?
a. Core hypothesis LIEC:
Agar teori locally integrated economic circuits ini dapat berkembang dalam jangka panjang maka dapat ditingkatkan dengan menggunakan perangkat berikut ini :
- Memperjauh jarak dari Pusat Industri dalam skala besar ,
- Memiliki banyak Sumberdaya potensial yang tersedia
- meningkatkan kepadatan penduduk ,
- Pendapatan yang cenderung rendah dan seimbang ,
- Memiliki karaktersitik identitas Sosial-Budaya yang sangat kuat ,
- Proses impor , modal dan Industri dalam skala Besar akan disubsidi sekecil mungkin dari skala nasional
Kesimpulan: Derajat kepastian akan kepercayaan pada potensi daerah itu sendiri dan dinamisasi ternyata juga sangat memungkinkan untuk diterapkan di daerah pinggiran yang sangat kecil ( Tidak harus daerah yang sebesar China)
b. Konsekuensi dari teori ini : Perencanaan dari teori ini bertugas untuk mengidentifikasi dukungan dari daerah itu sendiri , Wilayah kecil yang memiliki ekonomi yang terintegrasi dengan perencanaan bertahap . Prinsip yang paling mendasar adalah untuk menggambarkan wilayah tersebut , dengan Sumberdaya potensial yang dimiliki dan kapasitas Industri yang minimal dalam proses tersebut dan tingkat permintaan yang dapat membawa suatu keselarasan .Dalam hal ini untuk memenuhi permintaan rumah tangga hingga jaringan Internasional .
c. Contoh :
Di Barat Daya provinsi Zambia salah satu proyek besar produksi masizena dengan berbagai varietas dalam jumlah besar ,dirubah menjadi maizena dengan bibit local yang memnag ada /alami dari daerah tersebut. Usaha yang terjadi pun Tanpa campurtangan dari pihak luar skala rumah tangga dan diproses dalam level desa(Tidak memilih Industri yang lebih canggih daripada skala distrik ) . Tetapi ada bantuan dalam hal pemasaran oleh pemerintah .
d. Assessment:
Kemungkinan untuk menginisiasi keberlanjutan wilayah secara mandiri dan locally-integrated economic circuits dalam skala local dalam jangka menengah akan menghasilkan variasi yang sangat berbeda dari daerah satu ke daerah lain . Tanpa adanya perubahan orientasi kebijakan ekonomi yang dapat mempengaruhi utilitas sumberdaya local, tanpa dukungan teknologi dan Industri skala besar, keberhasilan konsep ini dapat diperkirakan daripada model sebelumnya