Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > sambungan...........langkah kecil dari vhie

.

sambungan...........langkah kecil dari vhie

Pengarang : Iswandi
Summary by : wandie
Kunjungan : 9  kata: 900   Diterbitkan di: Maret 13, 2008


Apa Vhie lupa dengan pelajaran
sejarah kemerdekaan?”. Kalimat Ibunya itu membuat gadis itu semakin bingung. “
Ya sudah, itu PR ya. Dalam rangka mencapai cita- cita”, senyum Ibunya berusaha
membangiktkan lagi semangat yang sepertinya mulai redup itu.“ Kakak rasa ada
yang kurang lagi nggak?”, tanyanya pada kakak sulungnya itu saat Vhie
mendatangi kamarnya. Yang ditanya hanya menatap jauh ke depan. Mengolah
ingatannya tentang usaha- usaha yang sudah dilakukan adiknya itu. Ditelitinya
lagi lembaran- lembaran beberapa hari yang lewat. Kemudian ia menggelengkan
kepala.Vhie ikut menghela nafas berat dan berbaring di samping kakaknya itu.
“Ibu bilang ada yang terlupakan sama Vhie. Tapi apa ya?”, terawangnya ke
langit-langit kamar.“ Memangnya Ibu yang bilang begitu?”. tanya Rini. Vhie
mengangguk. Sesaat kemudian ia terpaksa keluar mengikuti Rini yang segera
mengejar Ibu di ruang tengah.“ Benar Bu, ada yang kurang dalam usaha kita?”,
selidiknya.“ Nah, itu dia. Tapi, boleh Ibu perbaiki? Bukan kita sayang”, Ibunya
menekan suara saat mengatakan, “tetapi usaha Vhie!”. Adil yang ladi asyik
nonton menarik alisnya.“ Ada hubungannya dengan apa, Yah?”, tanyanya pada
lelaki yang duduk bersahaja di depannya.“ Ayah rasa kalian haru baca lagi
sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ya kan Bu?”, ayahnya menjawab sambil
membaca koran. Ibunya tersenyum mendengar komentar suaminya.“ Tapi Vhie udah
baca kok”, bantah puteri bungsu itu. Ketiganya memeras otak lagi sambil kembali
mengingat sesuatu yang mungkin terlupakan.“ Itu lho, seperti kalian”, terangnya
Ibunya masih dengan rahasia. “ Kalian mengerjakan bersama- sama kan?”, tambah
beliau lagi dengan sedikit penerangan.Vhie mengeryitkan kening dan mengurut-
urut kepala, saat sedetik kemudian terlintas satu kata yang begitu sering didengarnya
dalam pelajaran sejarah di bangku SD dan SMP. “ Apa itu… persatuan?”, tanyanya
hati- hati.“ Ha…”, kata- kata itu bagai sebuah teriakan keluar dari mulut
keempat orang yang sangat dihormatinya itu. Dia tersenyum. Tapi sesaat kemudian
mukanya keruh lagi.“ Gimana caranya coba. Mereka itu udah diajak bersatu”,
sambungnya kemudian.Tak sabaran Adil membuka mulut”, Jadi gini lo, Dek. Dulu,
pejuang kita itu dapetin kemerdekaan yang sekarang ini nggak mudah. Dengan
adanya persatuan yang kamu tau itu, kita bisa merdeka sekarang ini”.“ Jangan
bilang kalau kamu punya ide gila pengen bikin perang dunia ketiga deh, Dil”
sambung Rini menahan tawa.Vhie mengangguk setuju. “ Maksud Adil, Vhie coba aja
amcam temen- temen itu sama penjajahan”, terang ayah mereka santai.“ Yang bener
aja, Yah. Kok jadi malah mecah- mecah bangsa sendiri. Harusnya kan kita sama-
sama bersatu, termasuk juga anak- anak Cina itu…”, kalimatnya terhenti sampai
disana. Seperti ada lampu 100 watt besinar di atas kepalanya. Kini kepalanya
kembali berisi ide- ide yang lebih bagus dari hari- hari yang lalu. Ia beranjak
ke kamar. Tertidur pulas dan bangun pagi sekali demi ide- idenya yang tak bisa
ditahan.Vhie tersenyum lagi. Setelah semua kesalahan yang dilakukannya dulu
telah ia tebus dengan jalan yang paling tepat. Nggak ada lagi anak- anak
pribumi yang ngejek- ngejek si “ Mata Sipit”. Nggak ada lagi anak- anak yang
gaulnya sama yang itu- itu aja. Semua berbaur dan tertawa bersama. Ia tak lagi
ingin memperkeruh suasana. Diambilnya secarik kertas dari dalam tas dan mulai
menulis.Ya, sebenarnya tak perlu hanya dengan menjadi lebih pintar dari orang-
orang Cina itu. Sebab, dengan sebuah pesatuan yang kuat saja, semua akan
berjalan tenang. Dengan sebuah persatuan, sebuah kekacauan dapat ditenangkan
tanpa menimbulkan pertumpahan darah. Bukan berarti impian gadis ini terlupakan
begitu saja. Dia akan tetap mengejar mimpi, menghasilkan sebuah bangsa yang
cerdas di kemudian hari. Bangsa yang tak akan dijajah lagi, karena adanya
persatuan. Terlebih dia tak lagi sendiri. Selalu ada teman yang ikut bersatu
mewujudkan mimpi juga… anak- anak Cina itu. Lebih baik duduk berdua di atas
tumpukan uang dari pada duduk sendiri di kolam sampah. Hehe… jadi ngutip kata-
katanya Gober Bebek ya.Indonesia memang kaya ya, apalagi dengan penduduk yang
beranekaragam. Di kota ini saja misalnya. Ada orang Batak, Jawa, Minang dan
lainnya. Juga ada orang- orang Cina dan orang asing lain yang menetap di
Indonesia pertiwi.  Dan Vhie bukan anak bangsa yang rela persatuan itu
pecah begitu aja. Ini langkah kecil untuk Indonesia dari seorang Vhie. Hidupnya
adalah di tengah- tengah manusia dengan banyak perbedaan. Tapi mereka tak
terpatahkan. Hidup Bhineka Tunggal Ika. Walaupun berbeda- beda, yang penting
tetap bersatu, bukan?
The End



Ringkasan lain tentang sambungan...........langkah kecil dari vhie
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------