Aku adalah putra yang berketurunan sangat sederhana sekali,dapat menikmati dunia fana ini sekitar 27
tahun yang lalu bertepatan pada kumandangan adzan subuh menggema dipermukaan bumi ini untuk membangunkan umat agar segera berubudiyah kepada sang khaliq-Nya,pagi itu senen 22 November 1982 tangisan bayi mungil menggegapkan suasana rumah dikala itu,tehok,Jambi.
Orang tua
ku adalah salah seorang perantauan yang berasal dari daerah kawasan pesisir selatan bayang,pergi ke rantau adalah supaya nasib berubah kata ayah
dan ibu saat itu. Semenjak kehadiran ku banyak suka cita yang dialami oleh orang
tua ku,bahan dagangan sebagai mata pencaharian sehari-hari orang tua ku semakin hari semakin ramai dikunjungi banyak orang sehingga dalam tempo yang singkat dapatlah orang tua ku membuka usaha dagang grosiran dalam bidang sembako,yang sangat dibutuhkan oleh banyak manusia. Berselang dua tahun lamanya bertepatan pula genap usia ku disaat itu 2 tahun,dan disaat itu pula lahir adik ku yang tercinta yang bernama Junaidi waktu itu hari rabu 9 desember 1984 disaat lelapnya anak manusia tidur.Dan disaat ibu melahirkan adik ku waktu itu, ibu,aku, sudah berda di kampung halaman dimana orang tua ku dilahirkan,tanpa didampingi oleh ayah,karena ayah mengurus dagangan nya. Cukup lama kami bertiga dikampung lebih kurang satu setengah tahun,baru datang ayah menjemput kami bertiga untuk kembali ke kota jambi untuk aktifitas seperti biasa yang dilakukan ayah. Setelah keberadaan kami tiga bulan kami hijrah ke-Bengkulu karena ayah ku sudah ada investasi usaha yang menjanjikan,setiba disana memang kurasakan sampai aku berumur lima tahun,ketika itu terjadi pertempuran yang sangat sengit sekali antara ayah dan ibu,waktu itu aku melihat mereka berkelahi bukan nya seperti pereng mulut saja tapi aku juga menyaksikan adegan laga seperti silat kerajaan majapahit yang kita tonton sperti diTV. Esok pagi nya aku adik ku dibawa ibu untuk kembali ke kampung halaman dan menetap disana,aku sudah bersekolah dasar di kampung halaman orangtua ku kehidupan sehari-hari ibu jualan dan berkebun. Karena pelik nya hidup semakin hari semakin besar anggaran yang dibutuhkan untuk hidup,,,,,,,,,,,,,,so.. sampai disini dulu sahabat pembaca yang budiman next aku sambung......oke....!
Ringkasan lain tentang Perjuangan Hidup Anak Bayang