Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>Jangan Pernah Kalah Lawan Koruptor

Jangan Pernah Kalah Lawan Koruptor

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : Emerson Yantho
ª
 
Di luar perdebatan mengenai evaluasi kinerja pemberantasan korupsi selama tiga tahun pemerintahan SBY yang dinilai beberapa pihak tidak memuaskan, terdapat sisi lain yang tidak kalah menarik untuk dicermati dari Presiden SBY, khususnya dengan melihat sejumlah pernyataan soal pemberantasan korupsi.
Bahkan, ada tiga bulan pada 2006 (Juli, September, Oktober) SBY tidak memberikan komentar atau pernyataan soal isu yang berkaitan korupsi. Pada tahun III (20 Oktober 2006-20 Oktober 2007), SBY mulai jarang memberikan pernyataan. Tercatat hanya ada 14 kali pernyataan SBY yang dilansir media soal isu korupsi. Hal menarik terdapat 6 bulan atau setengah tahun SBY tidak berkomentar soal pemberantasan korupsi, yaitu satu bulan pada akhir 2006 (Oktober 2006) dan lima bulan pada 2007 (Januari, Maret, Juni, Juli, September).
Degradasi Salah satu alasan mengapa tingkat kepuasan atas SBY di mata publik jatuh pada titik terendah adalah karena program primadona SBY, yaitu pemberantasan korupsi, mengalami degradasi. Selama ini pemberantasan korupsi di bawah pemerintahan SBY menjadi daya tarik SBY yang utama. Tak pernah terjadi sebelumnya, begitu banyak pejabat publik yang dijebloskan dalam penjara. Ini tak hanya menimpa gubernur di daerah, tapi juga mantan pejabat setingkat menteri. Namun, program itu agak rusak karena meluasnya citra bahwa pemberantasan korupsi tebang pilih.
Jika dicermati kembali di balik pernyataan SBY yang berupaya menunjukkan bahwa pemerintahannya serius dalam memerangi korupsi, kenyataan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Antara pernyataan dan kenyataan bahkan sering bertolak belakang. Hal itu bisa dilihat dari beberapa perkara korupsi kelas kakap seperti BLBI maupun seputar istana kepresidenan praktis tidak tersentuh selama tiga tahun pemerintahan SBY. Tidak banyak kepala daerah yang dijerat karena korupsi dibanding koleganya, yaitu anggota legislatif (DPRD). Juga penghentian penuntutan dalam kasus korupsi yang melibatkan mantan penguasa Orde Baru Soeharto, agenda pembaruan di kejaksaan dan kepolisian yang berjalan sangat lambat, kebijakan pemberantasan korupsi di masa lalu seperti Inpres No 5/2004 tentang percepatan pemberantasan korupsi nyaris tidak terdengar hasilnya.
Sayangnya, dua perkara divonis bebas oleh pengadilan (Omay K, terdakwa perkara korupsi di PT Pupuk Kaltim dan Pontjo Sutowo serta Ali Mazi terdakwa perkara korupsi HGB Hotel Hilton). Indeks Turun Turunnya semangat pemberantasan korupsi juga berdampak pada penurunan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2007 yang dirilis Transparency International (TI).

Diterbitkan di: 07 Maret, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.