Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > Peningkatan Interaksi Sosial

.

Peningkatan Interaksi Sosial

Summary rating: 2 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Elzain Pasha
Summary by : Zeyn
Kunjungan : 288  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 07, 2008
PENINGKATAN INTERAKSI SOSIAL
ANTARA MASYARAKAT KAYA DAN MISKIN
(Studi Pada Majelis Taklim Silaturahmi di Kelurahan Segalamider,
Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung)
 
Kelurahan Segalamider mempunyai pola interaksi dan hubungan kemasyarakatan yang beragam. Disana ditemukan adanya kesenjangan interaksi SOSIAL antara masyarakat kaya dan masyarakat miskin. Hal ini bisa dilihat dari tidak saling mengenalnya antar masyarakat yang bertempat tinggal dalam suatu wilayah yang tidak begitu luas, dikarenakan kelompok masyarakat yang satu mempunyai anggapan bahwa tidak ada kecocokan untuk berinteraksi dengan anggota kelompok yang lain.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan interaksi sosial antara masyarakat kaya dan miskin, upaya-upaya yang dilakukan oleh Majelis Taklim Silaturahmi (MTS) dalam meningkatkan interaksi sosial antara masyarakat kaya dan miskin, dan hambatan-hambatan yang dihadapi MTS dalam meningkatkan interaksi sosial antara masyarakat kaya dan MISKIN di lingkungan MTS Kelurahan Segalamider,  Kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan di Kelurahan Segalamider khususnya pada masyarakat lingkungan MTS dengan mengambil empat orang sebagai informan. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik wawancara mendalam, dan studi kepustakaan. Setelah data terkumpul dilakukan analisa data kualitatif melalui tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi.
Hasil penelitian dari keempat informan yang diteliti yaitu informan KH, AI,  AR, dan BS menunjukkan bahwa rendahnya interaksi sosial antara masyarakat kaya dan miskin disebabkan oleh faktor agama, faktor sosial, faktor budaya, faktor ekonomi, dan faktor komunikasi. Dikarenakan faktor-faktor tersebut maka penafsiran makna dan tingkah laku cenderung menyimpang atau bertentangan, yang kemudian menghasilkan pertikaian antar kelompok masyarakat.
Dalam meningkatkan interaksi sosial MTS melakukan berbagai macam upaya, yakni (1) meningkatkan pengetahuan agama masyarakat dan menghilangkan anggapan yang menyebabkan kesenjangan, (2) menciptakan suasana  yang dapat mengacu pada proses akomodasi (penyelesaian daripada suatu masalah), dan (3) menciptakan suatu pola interaksi sosial yang baru, yaitu, masyarakat mulai membiasakan menyelesaikan semua urusan ataupun masalah dengan cara musyawarah yang selama ini sangat jarang sekali mereka lakukan, misalkan ada dua orang warga yang berkelahi dikarenakan kesalahpahaman, penyelesaian daripada konflik yang terjadi ialah dengan cara musyawarah. Dengan demikian diharapkan tercipta suasana yang lebih baik di kalangan masyarakat, yakni yang mulanya berbentuk pertentangan dapat berakhir dengan kerja sama.
Bentuk hambatan yang dihadapi MTS dalam meningkatkan interaksi sosial ialah (1) respon warga terhadap kegiatan yang diadakan, (2) pengaruh dana terhadap kegiatan, (3) pengaruh tingkat pendidikan pengurus dan anggota MTS terhadap peningkatan interaksi sosial, dan (4) minimnya materi mengenai ukhuwah Islamiyah dan keterbatasan waktu dari pengurus MTS.
 
 
Kata kunci: interaksi sosial, masyarakat kaya dan miskin.

Ringkasan lain tentang Peningkatan Interaksi Sosial
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------