• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>MUDA ERA HIP-HOP Free Style, Atraktif dan Dinamis

.

MUDA ERA HIP-HOP Free Style, Atraktif dan Dinamis

oleh : NasrulAzwar    

Pengarang : Minggu Pagi-Lis/ABP
DULU sekali, anak muda Indonesia ikut keranjingan breakdance ketika tarian jalanan itu mewabah di Amrik. Sekarang, katanya
sih ‘era hip-hop, yang dinamis dan serba longgar. Salah satunya yang kini sedang ngetren adalah free style.
Nggak tahu kenapa disebut ‘gaya bebas’.
Mungkin mengacu pada gaya tampilan yang seolah-olah antikemapanan,
meski sebenarnya masih jauh lebih santun ketimbang gaya ‘hippies’ yang
pernah mencuat di akhir 70-an. Free style lebih diaktualisasikan dalam aneka atraksi yang sarat tantangan.Berbeda dengan breakdance yang lebih mengandalkan
kekuatan leher, tarian yang banyak diterapkan para styler lebih
mengandalkan permainan tangan dan kaki. Mengadopsi seni beladiri ala Brasil, capoeira, atau percepatan ala wushu Cina. Sedang permainan skateboard dan sepeda ontel, sebenarnya lebih meniru gaya pesta bebas para remaja Amrik. Salahsatu ajang yang turut mempopulerkan free style ini adalah festival musik Woodstock yang melegenda itu.
Sedikitnya saya sudah merakit lima sepeda buat teman-teman” ujar Issac Rizal, yang barusan tamat SMU Muhi Klaten.
Sambil menunggu hari kuliah mulai, ia dan teman-teman setiap sore
menggelar arena gaya bebas dengan wahana sepeda dan papan luncur. Untuk melengkapi aksinya, mereka menyiapkan kostum ala army look dan musik pendukung yang kebanyakan berirama hip-hop. “Kalau sudah kumpul begini seru banget. Apalagi banyak cewek yang nonton, semangat banget jadinya” kata dia.
Lain lagi yang bisa dilihat di Boulevard UGM dan Graha Sabha Pramana,
pasti akan bertemu anak-anak muda yang sedang latihan beladiri ini:
Capoeira. Beladiri asal Brasil yang kini sedang tren di kalangan anak muda. Jurus-jurusnya yang dimanis bak orang menari, menjadikan Capoiera semakin digemari.Untuk menghindari hukuman dari para juragan bila
ketahuan sedang mempelajari ilmu beladiri, para budak menyamarkan
gerakan-gerakan inti ke dalam sebuah tarian. Untuk mempertegas bahwa itu sebuah tarian, mereka melengkapinya dengan iringan musik alami dengan perangkat seadanya.
Yang tercatat memang baru puluhan, tapi setiap latihan yang datang bisa ratusan.
“Soalnya kami belum menerapkan sistem perguruan dengan iuran tertentu.
Semuanya bisa bergabung dengan kami. Datang, melihat, ikut latihan, itu
saja sudah cukup. Sekadar diketahui saja, capoiera tak bisa dipelajari
setengah-setengah,” kata Yudi.
Adi Santoso, salahsatu instruktur Capoiera Yogya juga menekankan, untuk
bisa menguasai jurus-jurus Capoiera tak bisa diraih secara instan.Selain untuk olahraga beladiri, Capoiera ternyata juga banyak diambil unsur gerakannya untuk tarian hip-hop alias free style. Itu bisa dilihat dari anggota Capoiera, yang sebagian membentuk pula grup dance.
“Memang cocok sih. Tapi perlu juga diingat kami beda dengan break dance. Kalau break dance gerakannya cenderung patah-patah, sedang Capoiera gerakannya mengalir tiada henti,” jelas Adi.
Sulit-sulit gampang memang, berlatih Capoiera. Tapi kalau merasa
tertantang, seperti kata Yudi, datang, saksikan, dan praktikkan.
Mumpung masih gratis. Yang terang, apa pun gaya mereka, sejauh positif, please-lah.
Diterbitkan di: Maret 05, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.