Dalam karya ini,
tarian tidak menceritakan apa pun, namun, menjadi cermin sebuah pertarungan yang keras tanpa pemenang.
Kelompok tarian
hip hop ini terdiri
dari Riyad Fghani, Yann Abidi,
Georges Fagbohoun, Ali Ramdani, Brahim Zaibat, Moncef Zebiri, Hyacinthe
Vallerie & Daniel Tean. Mereka tampil
di atas panggung yang
dipenuhi dengan dukungan tata cahaya sempurna.
Bahkan sorotan cahaya itu mampu semakin mempertegas lekuk tubuh setiap
pemain yang meliuk lentur serta memperlihatkan garis-garis otot lengan
yang menonjol berkat latihan keras
dan tak kenal lelah.Unsur bunyi-bunyian lain juga diramu bersama backsound
musik yang mengiringi, seperti masuknya unsur bunyi kicauan burung atau
juga suara harimau yang mengaum.
Seorang penonton yang juga anggota salah satu kelompok hip hop dance di
Jakarta, Daud (28 tahun), mengatakan kekagumannya terhadap kelompok ini.
Menurut dia, banyak hal yang dapat dipetik dari penampilan Pockemon
Crew yang telah menjadi favorit di kalangan penggemar dan pencinta
break dance. Menurutnya kemampuan berakrobat yang dipertontonkan
kelompok asal Lyon itu juga menjadi nilai tambah yang tak kalah
menariknya untuk ditonton.
''''Sekarang sudah banyak yang menciptakan gerakan-gerakan tari hip hop
yang bagus, tapi memadukan tata cahaya, musik, dan tari dalam satu
waktu tidak mudah.Dalam berbagai penampilannya, kelompok ini selalu mengembangkan dan mencari kreasi dan perspektif baru untuk dunia hip hop.
Sejumlah pernghargaan yang telah diraih kelompok ini di antaranya World
Champion (Hanover-Jerman) pada 2003, Champion
of Europe Freestyle
Session dua tahun berurut-turut (2004 dan 2005), Winner of the Free
Style Session (Seul, Korea) pada 2005, dan Winner of the UK Bboy
Championship (London, Inggris) 2006.
Ringkasan lain tentang Evolusi Tarian Kontemporer dari Pockemon Crew