"Pulse Dance" : Sensasi Tari Gaul Terbaru
Hal pertama yang ingin saya lakukan ketika kembali ke Tanah Air adalah
melakukan update tentang dunia yang sudah saya geluti secara
profesional sejak tahun 1985.
Mencari inspirasi dari segala yang ada di sekitar saya,
mulai saya
lakukan sejak akhir tahun lalu, termasuk mengunjungi tempat-tempat di
mana suatu "suguhan" tari dapat diapresiasi oleh khalayaknya.Muncul di sana isyarat, sepertinya fenomena tarian
masyarakat atau lebih enak jika disebut "tari gaul" itu kembali
mengemuka seperti di tahun-tahun sebelumnya ketika asereje atau
makarena sangat kondang di Indonesia. Sebut
saja Embassy, Manna House, dan The Gate di Jakarta, atau Fame, The
Cellar, dan Club Tropicana di Bandung, atau juga Tavern, Colors, dan
JJ’s di Surabaya.Mereka bukan penari yang tampil di atas panggung
sebagai bagian dari show di kelab, tetapi pengunjung biasa yang suka
menari dan bereksperimen
dengan koreografi bebas. Mereka kemudian mulai menularkan ke pengunjung lain yang suka bergoyang di lantai dansa.
Yang juga menarik dari tarian ini adalah ritme dan
tempo energinya yang impulsif dengan iringan sebuah lagu yang diberi
judul Make Luv dari Junior Jack, sebuah lagu bernuansa disko yang bisa
saja kembali ngetren di lantai dansa.
Semua kriteria mass dance ada di jenis tari ini,
antara lain gerakannya yang sederhana, menyenangkan, mudah dinikmati
dengan irama lagunya yang khas, dan mulai diikuti oleh banyak orang.
Berbeda dengan makarena dan asereje yang menjadi mass dance gara-gara
lagunya sudah populer lebih dahulu di radio dan televisi, pulse dance
baru mulai berkembang di kelab-kelab disko. Di Amerika Serikat sejak tahun 1960-an sudah mulai
berkembang tari gaul dengan lagu yang khas menyertainya, seperti jenis
tari yang muncul dari para African American dengan sensasi musik Swing
pada tahun 1960-an. Akan tetapi, melihat semua hal itu, mengamati apa yang
muncul di kelab-kelab tenar di kota besar di Indonesia belakangan ini,
saya meramalkan bahwa pulse dance bisa menjadi fenomena tari gaul baru
yang tidak kalah hot-nya dengan makarena dan asereje. Siapa tahu?