Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Ilmu Sosial>KONSEP-KONSEP HUKUM

KONSEP-KONSEP HUKUM

oleh: NasrulAzwar     Pengarang : Ali Yafie
ª
 
Hukum yang diperkenalkan al-Qur''an bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, tapi merupakan bagian integral dari akidah. Akidah tentang Allah yang menciptakan alam semesta, mengaturnya, memeliharanya dan menjaganya sehingga segala makhluk itu menjalani kehidupannya masing-masing dengan baik dan melakukan fungsinya masing-masing dengan tertib. Hukum Allah meliputi segenap makhluk (alam semesta). [1] Melalui suatu pengamatan yang cermat atas segala alam sekitar kita, dapat disaksikan betapa teraturnya alam raya ini. Betapa teraturnya gerakan bintang-bintang pada garis edarnya masing-masing. Bumi tempat kita hidup yang berputar pada sumbunya dan beredar pada orbitnya di sekeliling matahari dalam jangka waktu tertentu dan pasti menyebabkan silih bergantinya siang dan malam dan bertukarnya satu musim ke musim lain secara teratur.
Penemuan hukum-hukum alam (natuurwet) sebagaimana disinggung di atas, memberikan informasi yang jelas pada kita betapa alam raya ini mulai dari bagian-bagiannya yang terkecil seperti partikel-partikel dalam inti atom yang sukar dibayangkan kecilnya, sampai kepada galaksi-galaksi yang tak terbayangkan besar dan luasnya, semuanya bergerak menurut ketentuan-ketentuan hukum alam yang mengaturnya.
this tranformation of the is into ought is both fhe unique privelege and the unique risk of man (Rahman, 1980: 24) Rahman mengulas manusia dengan mengulas pandangan al-Qur''an tentang kedudukan manusia sebagai individu dan anggota masyarakat. Ia tidak memulai dari konsep dasar yang digunakan al-Qur''an untuk mengabsorbsikan manusia. Dalam tulisan tersebut, juga dalam tulisan lain (Rahman, 1967) --yang membahas amanah sebagai inti kodrat manusia-- uraian Rahman tidak berbeda dengan pembahasan al-Ghazali yang lebih klasik (Lihat Othman, 1960). Mungkin tulisan Mutahhari (tanpa tahun) dan beberapa tulisan lainnya (Lihat Mutahhari, 1986) membahas karakteristik khas manusia yang lebih "maju" dari al-Ghazali, juga walaupun pendek tulisan al-Faruqi (1404: 332). Sayangnya, seperti Fazlur Rahman, mereka meneliti ayat-ayat al-Qur''an yang berkenaan dengan manusia, lalu menyimpulkan secara induktif. Yang kita perlukan di sini, sebetulnya menemukan bagaimana al-Qur''an memberi makna tentang konsep-konsep dasar manusia. Dengan kata lain, kita mengidentifikasikan istilah-istilah al-Qur''an tentang manusia, kemudian mengenal bidang semantik setiap istilah itu, sebagaimana digunakan dalam al-Qur''an.
BASYAR, INSAN, DAN AL-NAS Dalam al-Qur''an, ada tiga istilah kunci yang mengacu kepada makna pokok manusia: basyar, insan, dan al-Nas. Ada konsep-konsep lain yang jarang dipergunakan dalam al-Qur''an dan dapat dilacak pada salah satu di antara tiga istilah kunci di atas, unas, anasiy, insiy, ins. Unas disebut lima kali dalam al-Qur''an (2:60; 7:82; 70:160; 17:71; 27:56) dan menunjukkan kelompok atau golongan manusia. Dalam QS. 2:60, misalnya, unas digunakan untuk menunjukkan 12 golongan dalam Bani Israil. Surat 17:21 dengan jelas menunjukkan makna ini pada hari kami memanggil setiap unas dengan imam mereka. Anasiy hanya disebut satu kali (25:49). Anasiy dalam bentuk jamak dari insan, dengan mengganti nun atau ya atau boleh juga bentuk jamak dari insiy, seperti kursiy, menjadi karasiy (Lihat al-Thabrasi, 1937), yang merupakan bentuk lain dari insan. Ins disebut 18 kali dalam al-Qur''an, dan selalu dihubungkan dengan jinn sebagai pasangan makhluk manusia yang mukallaf (6:112, 128, 130.
Demikian pula halnya dengan ilmu-ilmu lain yang dapat menangkap isyarat-isyarat berbagai ayat al-Qur''an yang berbicara tentang hewan, tumbuh-tumbuhan, air, awan, kilat, dan tentang manusia sendiri dan kejadiannya serta segala macam permasalahannya. Upaya pengamatan, penelitian dan penalaran lewat ilmu-ilmu yang mempelajari perilaku dan sifat-sifat makhluk-makhluk, baik berupa benda mati maupun makhluk hidup, telah mengungkapkan banyak penemuan yang memperkenalkan kepada kita hukum-hukum yang berlaku dengan pasti atas alam ini. Kehadiran ayat-ayat yang mengandung isyarat-isyarat yang mengacu pada pengungkapan misteri alam, mendorong minat dan membangkitkan semangat kaum Muslim angkatan-angkatan pertama --yang dapat menghayati ayat-ayat al-Qur''an ini-- untuk terjun menggali ilmu pengetahuan yang luas dan khazanah ilmiah bangsa-bangsa Yunani, Romawi, Parsi, India dan Cina di bidang pengetahuan filsafat dan alam, sehingga menghasilkan ilmuwan-ilmuwan besar seperti Ibn Sina, Ibn Rusyd, al-Farabi, al-Ghazali dan serentetan nama besar yang tidak asing bagi dunia ilmu pengetahuan di Timur dan di Barat.
Diterbitkan di: 03 Maret, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

5 Teratas

.