Al-Qur''
an adalah kitab
manusia. Karena
Al-Qur''an seluruhnya berbicara untuk manusia atau berbicara tentang manusia. Dr. Yusuf Qardhawi (1977: 33) Masyarakat Islam dibentuk karena ideologinya, yaitu Islam, kata Fazlur Rahman (1980: 43). Ideologi adalah Weltanchauung, yang menjelaskan realitas dalam perspektif tertentu. Ideologi adalah cara memandang realitas.
Karena itu dalam seluruh bukunya, Boisard hampir tidak pernah membahas karakteristik manusia menurut al-Qur''an, seperti lazimnya filsafat manusia (philosophic de l''homme). <1> Dirk Bakker (1965) dalam bukunya Man in the Qur''an, mengulas manusia
dari segi penciptaannya, hubungannya
dengan dunia, sesama manusia, Tuhan, dan fungsi manusia sebagai hamba Tuhan, tapi tidak membahas principe d''entre manusia.
this tranformation of the is into ought is both fhe unique privelege and the unique risk of man (Rahman, 1980: 24) Rahman mengulas manusia dengan mengulas pandangan al-Qur''an tentang kedudukan manusia sebagai individu dan anggota masyarakat. Ia tidak memulai dari
konsep dasar yang digunakan al-Qur''an untuk mengabsorbsikan manusia. Dalam
tulisan tersebut, juga dalam tulisan lain (Rahman, 1967) --yang membahas amanah sebagai inti kodrat manusia-- uraian Rahman tidak berbeda dengan pembahasan al-Ghazali yang lebih klasik (Lihat Othman, 1960). Mungkin tulisan Mutahhari (tanpa tahun) dan beberapa tulisan lainnya (Lihat Mutahhari, 1986) membahas karakteristik khas manusia yang lebih "maju" dari al-Ghazali, juga walaupun pendek tulisan al-Faruqi (1404: 332). Sayangnya, seperti Fazlur Rahman, mereka meneliti ayat-ayat al-Qur''an yang berkenaan dengan manusia, lalu menyimpulkan secara induktif. Yang kita perlukan di sini, sebetulnya menemukan bagaimana al-Qur''an memberi makna tentang konsep-konsep dasar manusia. Dengan kata lain, kita mengidentifikasikan istilah-istilah al-Qur''an tentang manusia, kemudian mengenal bidang semantik setiap istilah itu, sebagaimana digunakan dalam al-Qur''an.
Anasiy dalam bentuk jamak dari insan, dengan mengganti nun atau ya atau boleh juga bentuk jamak dari insiy, seperti kursiy, menjadi karasiy (Lihat al-Thabrasi, 1937), yang merupakan bentuk lain dari insan. Ins disebut 18 kali dalam al-Qur''an, dan selalu dihubungkan dengan jinn sebagai pasangan makhluk manusia yang mukallaf (6:112, 128, 130; 7:38, 179; 17:88; 27:17; 41:25, 29; 46:18; 51:56; 55:33, 39, 56, 74; 72:5, 6).
Ringkasan lain tentang KONSEP-KONSEP ANTROPOLOGIS