Jenius itu satu
persen bakat
dan sembilan puluh sembilan persen
kerja keras. — THOMAS A. EDISON Anda kenal Stephen Hawking? Anda yang memang akrab dengan fisika
kuantum pasti tak asing dengan
manusia super genius ini. Bagi Anda yang awam kuantum,
umumnya mengenalnya
sebagai fisikawan modern yang lumpuh dengan otak yang
cemerlang. Tetapi
seperti kata Thomas A. Edison, bahwa
jenius itu satu persen bakat dan sembilan puluh sembilan persen kerja keras,
seperti itu pula yang dilakukan Hawking.Namun, Hawking sungguh hebat, ia masih memiliki kekuatan berpikir yang sangat
luar biasa, canggih dan visioner, bahkan daya imajinasinya sulit dicarikan
tandingannya. Kehidupan keseharian Hawking selalu di atas
kursi roda yang dilengkapi dengan komputer dan satu pembangkit (synthesizer)
suara. Dengan menekan tombol-tombol pada keybord kecil,
Hawking bisa memilih kata-kata di layar komputer, menggabungkannya menjadi
kalimat yang diteruskan ke pembangkit suara. Itulah hidup Hawking dengan kelemahan fisik yang amat serius, ia memberikan
inspirasi kepada dunia yang tengah mencari penjelasan tentang asal kejadian dan
nasib alam semesta. Justru saat serangan terhadap otot-otot motoriknya
mencapai puncaknya, Hawking habis-habisan melakukan riset tentang alam semesta.
Buku hebat pun lahir dari kerja keras yang penuh semangat itu, A Brief History
of Time (Riwayat Singkat Senja Kala). Buku ini terjual lebih dari 30 juta
eksemplar dan diterbitkan dalam tiga puluh tiga bahasa. Buku ini
merupakan usaha Hawking untuk menjelaskan kepada masyarakat awam tentang
berbagai pertanyaan teknis dan filosofis tingkat tinggi yang menjadi obsesi para
filsuf dan ilmuwan seperti dirinya. Apa yang Hawking lakukan sekaligus membuktikan bahwa kelemahan fisik bukan
kendala untuk aktualisasi diri. Hasilnya? Sederet
kontribusi pemikirannya telah membuka cakrawala ilmu pengetahuan, termasuk
temuannya yang oleh fisikiawan John Wheeler disebut sebagai lubang hitam (black
hole), Hawking mengatakan ternyata lubang hitam tidak sepenuhnya hitam, karena
hal itu disebabkan oleh penguapan kuantum yang kini dikenal sebagai ‘Radiasi
Hawking’. Semua wacana fisika di atas tentu saja dilandasi
oleh bangun teori yang amat rigid dan mendalam dengan ditopang kemampuan
matematika yang super canggih.
Ringkasan lain tentang Aktualisasi Hawking