Privatisasi
perusahaan-perusaha an Negara terbukti telah
membuat ribuan buruh dan rakyat Indonesia tidak sejahtera. Penolakan
terhadap privatisasi
perusahaan BUMN pun telah dilakukan ketika Indosat berpindah tangan ke Singapura.Ada beberapa perusahaan Negara yang akan diprivatisasi
pada tahun ini, seperti PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Krakatau Steel,
PT Bank Tabungan Negara, PT Semen Baturaja, PT Sucofindo, PT Surveyor
Indonesia, dan PT Waskita Karya. Selain itu
perusahaan yang juga akan dilego oleh pemerintah adalah Bahtera
Adiguna, Barata Indonesia, PT Djakarta Lloyd, PT Sarinah, PT Industri
Sandang, PT Sarana Karya, PT Dok Kodja Bahari, PT Dok & Perkapalan
Surabaya, PT Industri Kereta Api, PT Dirgantara Indonesia, PT Kertas
Kraft Aceh, PT INTI, Virama Karya, Semen Kupang, Yodya Karya, Kawasan
Industri Medan, Kawasan Industri Makasar, Kawasan Industri Wijaya
Kusuma, PT SIER, PT Rekayasa Industri, dan Kawasan Berikat Nusantara.
Sedangkan perusahaan Negara yang tertunda pada tahun 2007 untuk
diprivatisasi dan akan dilego pada tahun ini antara lain Garuda
Indonesia, Merpati Nusantara, dan Industri Gelas
Program privatisasi ini adalah merupakan agenda perjanjian antara
Indonesia dengan IMF pada tahun 1998.
Namun terbukti, di beberapa negara, termasuk Indonesia, “resep” yang
diberikan IMF pada negara-negara yang terkena crisis tidak
menyelesaikan masalahnya.Seperti yang diungkapkan oleh Meneg BUMN Sofyan Abdul
Djalil bahwa pelepasan saham perusahaan kepada investor srategis bisa
meningkatkan valuasi entitas bisnis yang bersangkutan
Namun dampak dari program privatisasi itu adalah pemecatan terhadap
para pekerja atau buruh yang telah bekerja di perusahaan negara
tersebut. Hal ini dilakukan demi efesiensi dan efektifitas perusahaan tersebut untuk mengejar laba.