ujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi jenis
peran ayah
dan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya, seberapa tinggi
tingkat peran ayah dan adakah hubungannya dengan prestasi
belajar anak.
Subyek penelitian ini 90 orang ayah dan 90 siswa kelas VI SD
Laboratorium UKSW. Data yang dikumpulkan dengan angket dan studi
dokumen daftar
nilai ini dianalisa dengan teknik prosentase dan
korelasi Kendall''s Tau B dengan program SPSS Release 10.0. Hasil yang
diperoleh ternyata peran ayah adalah sebagai provider (pada aras
tinggi), pembimbing/ promblem solver (pada aras sedang),
pendidik/teacher (pada aras tinggi), dan teladan/model (pada aras
sedang).Kegiatan ayah "menyediakan tempat belajar" dan
"memberitahu cara mengatur jadwal" berkorelasi positif dengan nilai
IPA, dan kegiatan "menandatangani buku konsultasi/PR" dengan rata-rata
nilai semua mata pelajaran, Bahasa Indonesia dan IPS.
Selain itu juga terdapat korelasi negatif antara peran ayah sebagai pembimbing/problem solver dengan nilai Matematika anak;
Kegiatan "memberitahu langkah-langkah yang perlu dilakukan" dengan
nilai Matematika, "menanyakan apakah ada PR/tugas" dengan rata-rata
nilai semua mata pelajaran, "menanyakan nilai yang diperoleh anak"
dengan nilai Bahasa Indonesia, dan "menjelaskan perlunya
belajar/
sekolah dengan rajin" dengan nilai Bahasa Indonesia, Matematika
dan IPS. DMengingat terbatasnya dana, waktu, dan tenaga, maka
penulis memilih dan membatasi masalah penelitian ini hanya pada no 1,
2, dan 3 di atas itupun difokuskan hanya pada peranan ayah dengan
mengabaikan perbedaan terhadap anak laki/perempuan. Penelitian dilakukan di SD Laboratorium UKSW Salatiga.
TINJAUAN PUSTAKA
Dalam keluarga A.S.
seperti yang diamati McAdoo (2002) berkaitan dengan peran ayah
disimpulkan bahwa banyak ayah yang mengambil bagian dalam pendidikan
anaknya, membahasnya dengan guru tentang penyesuaian anaknya, dan
mengajarkan tentang ketrampilan-ketrampilan menghadapi tantangan di
masyarakat. Untuk itu ayah memainkan peranan
sebagai: (1) Provider (penyedia dan pemberi fasilitas), (2) Protector
(pemberi perlindungan), (3) Decision Maker (pembuat keputusan), (4)
Child Specialiser and Educator (pendidik dan yang menjadikan anak
sosial) dan (5) Nurtured Mother (pendamping ibu).
Provider yaitu Penyedia fasilitas belajar: tempat dan
peralatan belajar, buku dan alat-alat tulis, jadwal belajar dan
kegiatan sehari-hari, buku konsultasi/PR/ latihan. 2.
Teacher atau Pendidik: menjelaskan perlunya dan menasehati agar belajar
dengan rajin dan berprestasi, apa saja yang boleh dan tak boleh
dilakukan, menegur bila anak lali tugas dan memberi sanksi jika
dipandang perlu. 3. Problem Solver atau
Pembimbing: membantu memcahkan masalah anak dan pembuat keputusan dalam
belajar/sekolah, menyangkut langkah-langkah apa saja yang ditempuh anak
dalam belajar, menceknya, dan menanyakan nilai yang diperoleh di
sekolah. Pada diri anak akan tumbuh motivasi, kesadaran
dirinya, dan identitas skill serta kekuatan/ kemampuan-kemampuannya
sehingga memberi peluang untuk sukses belajarnya, identitas gender yang
sehat, perkembangan moral dengan nilainya dan sukses lebih primer dalam
keluarga dan kerja/kariernya kelak. Terhadap semua itu pengaruh
peran ayah yang paling kuat adalah terhadap prestasi belajar anak dan
hubungan sosial yang harmonis.
Menurut National Parent Teacher Asosiation (2002) yang mendasarkan
hasil-hasil penelitian selama 30 tahun terakhir, menyimpulkan manfaat
peran ayah bagi anak adalah makin baiknya tumbuh kembang anak secara
fisik, sosio-emosional, ketrampilan kognitif, pengetahuan dan bagaimana
anak belajar sehingga prestasi belajarnya lebih tinggi sering mendapat
nilai A (9-10), kehadiran sekolah lebih tertib/disiplin serta aktif
dalam ekstrakurikuler, menyelesaikan dengan tepat dan benar PR,
bersikap lebih positif terhadap sekolah, masuk ranking yang lebih
tinggi dan setamat SMTA memasuki Perguruan Tinggi favorit.
ayah memenuhi kebutuhan finansial anak untuk biaya
sekolah, membeli peralatan belajar, dan perlengkapannya sehingga anak
merasa aman mengikuti pelajaran, dan dapat belajar dengan lancar di
rumah; Sebagai "Friend and Playmate", melalui
permainan dengan anak, ayah dapat bergurau/humor yang sehat, dapat
menjalin hubungan yang baik sehingga problem, kesulitan dan stress
dapat dikeluarkan, pada akhirnya tidak mengganggu belajar dan
perkembangannya; Sebagai "Caregiver" ayah dapat dengan sering
melakukan stimulasi afeksi dalam berbagai bentuk sehingga membuat anak
merasa nyaman dan penuh kehangatan; Sebagai "Teacher
and Role Model" ayah bertanggung jawab mengajari tentang apa saja yang
diperlukan anak untuk kehidupan selanjutnya dalam berbagai kehidupan
melalui latihan dan teladan yang baik sehingga berpengaruh positif bagi
anak;
Ringkasan lain tentang Peranan Ayah Dalam Pendidikan Anak