Halaman Utama Shvoong > Ilmu Sosial > PENELITIAN ANALISIS STRUKTUR JALAN TAK ADA UJUNG

.

PENELITIAN ANALISIS STRUKTUR JALAN TAK ADA UJUNG

Summary rating: 2 stars 6 Tinjauan
Pengarang : Kim Jang Gyem
Summary by : NasrulAzwar
Kunjungan : 309  kata: 600   Diterbitkan di: Maret 01, 2008
Mochtar Lubis adalah seorang pengarang Indonesia yang cukup dikenal dalam masyarakat Indonesia.
Selain mempunyai kemampuan di bidang dalam lapangan jurnalistik,
Mochtar Lubis juga mempunyai kemampuan dalam lapangan sastra. Hal ini
dapat dibuktikan melalui keberhasilannya dalam menciptakan karya-karya
yang hampir semuanya mendapat hadiah dan penghargaan.
Salah satu novel Mochtar Lubis berjudul Jalan tak Ada Ujung
(selanjutnya disingkat JTAU). Novel ini banyak dibicarakan pengamat
sastra, misalnya saja M.S. Hutagalung (1968) membicarakan JTAU mengenai
masalah gaya bahasa, ilmu jiwa dalam, filsafat ekstensialisme,
sosiologi, dan perwatakan. H.B.
Jassin dalam bukunya Kesusastraan Indonesia Modern dalam Keritik dan
Essay II(1955: 217-219) membicarakan fisafat takut yang dijadikan
kekuatan dalam JTAU (221-222).Kata "jalan" yang berarti tempat lalu lintas orang
maupun kendaraan, menimbulkan asosiasi sesuatu yang "panjang", yang
tidak tentu batas-batasnya karena "jalan" itu bersambung-sambung;
ujung jalan yang satu bersambung dengan awal jalan lainnya, begitu
seterusnya. Penambahan "tak ada ujung" pada "jalan tak ada ujung"
seolah merupakan penegasan, kongkretisasi mengenai "jalan yang panjang
itu." Maka "jalan tak ada ujung" mengandung pengertian
turunan, yaitu "jalan yang sangat jauh", "jalan yang panjang", "jalan
yang tidak ada habis-habisnya", dan "jalan yang tidak berujung".
Menilik pada konvensi novel sebelumnya, diasumsikan bahwa bentuk "jalan
tak ada ujung" ini merupakan bentuk majas, metafora, perbandingan tidak
langsung, dengan ssesuatu yang seperti jalan yang tidak ada ujungnya. Maka "jalan tak ada ujung" mengandung pengertian
turunan, yaitu "jalan yang sangat jauh", "jalan yang panjang", "jalan
yang tidak ada habis-habisnya", dan "jalan yang tidak berujung".
Menilik pada konvensi novel sebelumnya, diasumsikan bahwa bentuk "jalan
tak ada ujung" ini merupakan bentuk majas, metafora, perbandingan tidak
langsung, dengan ssesuatu yang seperti jalan yang tidak ada ujungnya. Maka bentuk tersebut tidak seharusnya dibaca secara harfiah. Hal ini sesuai dengan sifat teks sastra yang menyatakan sesuatu hal dan berarti yang lain (Riffaterre, 1978:1). Di sini yang terjadi tampaknya adalah penggantian arti, displacing.
"jalan tak ada ujung" tidak dapat diartikan sebagai "jalan yang tidak
ada ujungnya", tetapi mungkin masalah-masalah kehidupan yang tidak ada
habis-habisnya, tidak berkesudahan; habis satu masalah timbul masalah lain, begitu seterusnya sebagaimana "jalan yang panjang", "jalan tak ada ujung."
Akibat ketakutan-ketakutannya itu, Guru Isa menjadi
takut menolak termintaan Fatimah untuk mencari uang agar Fatimah tidak
berhutang di warung-warung untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, takut
menolak penunjukan dirinya sebagai bendahara gerakan bawah tanah, dan
sebagainya. Hubungan dialektik antara berbagai
bentuk kejadian yang datang hari luar, yang menyebabkan Guru Isa takut,
dan ketakutan guru Isa melakukan sesuatu di luar dirinya karena
dorongan rasa takut dari dalam dirinya, dapat dipandang sebagai model
pengembangan matriks teks ini.
Dalam JTAU dikisahkan kehidupan batin manusia yang
diteror ketakutan karena menyaksikan kekerasan yang diperlihatkan, baik
oleh penjajah maupun manusia-manusia Indonesia yang tengah bergelora
melawan penjajah.
Masalah-masalah yang terwujud dalam berbagai bentuk kejadian dan
peristiwa pada tataran teks, tidak lain merupakan pengembangan matriks.
Matriks dalam JTAU tersebut dibayangkan oleh judul teksnya. Judul teks
adalah juga matriks teksnya. Matriks itu dikembangkan mengikuti model
tertentu.
Matriks JTAU dikembangkan melalui model pergulatan batin Guru Isa
mengatasi berbagai persoalan yang secara langsung atau tidak langsung
bertalian dengan dirinya.
Berdasarkan pemahaman atas matriks, model, dan varian-varian teksnya
diperoleh makna teksnya. Makna JTAU adalah "perasaan takut yang
berlebihan dapat merusuk jiwa".

Ringkasan lain tentang PENELITIAN ANALISIS STRUKTUR JALAN TAK ADA UJUNG
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------