Pada tanggal 6 Januari 2008 saya membaca tulisan yang berjudul Kertas terpampang rapi
di koran ini. Saya salut dengan penulisnya karena kepeduliannya terhadap kondisi yang sedang mengancam keberadaan media cetak di jagat alam semesta ini. Tulisan tersebut telah mengembalikan saya pada beberapa tahun silam. Saat itu ada seseorang mengatakan kepada saya bahwa buku yang tebal halamannya dapat dimasukkan
Ke dalam kaset berupa piringan kecil yang mudah dibawa ke mana-mana.
Daripada saya menunggunya lama, saya pakai saja telepon seluler saya untuk menggantikan alat yang biasa saya pakai, untuk mengirimkan artikel ke surat kabar melalui Pos-El yang merupakan media
elektronik. Pos-El adalah nama lain dari E-Mail, yakni kependekan dari pos elektronik (padanan E-Mail dalam bahasa Indonesia). Berdasarkan hal di atas, telepon seluler juga berfungsi dalam dunia tulis-menulis. Memang saya akui dengan adanya telepon seluler, hidup
kita semakin tidak bebas
dan pengeluaran pun semakin bertambah. Begitulah memang, sesuatu di dunia ini ada sisi positif dan negatifnya. Benar ‘kan? Hal yang perlu kita sadari adalah bahwa media elektronik dapat menunjang penulis dalam menulis di media cetak yang menggunakan kertas. Menurut
hemat saya, walaupun media elektronik saat ini sudah merambah di berbagai negara, media cetak termasuk koran ini insya Allah selalu dibutuhkan dari waktu ke waktu oleh masyarakat.
Orang akan berpikir, daripada merusak mata lebih baik membaca media cetak yang lebih ramah terhadap mata kita. Memang benar bahwa tulisan dalam internet dapat dicetak ke media kertas, tetapi hal ini merupakan sebuah pemborosan. Pemborosannya adalah penjumlahan biaya internet dengan biaya mencentak ke media kertas (biaya ganda). Orang akan berpikir lagi, daripada melelahkan mencetak ke media kertas lebih baik membeli koran yang sudah siap pakai (hemat waktu) dan juga hemat biaya.
Jika kita ingin berlama-lama membaca, buku dan koran dapat menjadi pilihan yang lebih hemat energi daripada terlalu lama membaca di media elektronik. Ingat, hemat energi, hemat biaya! Akan tetapi, perlu kita pahami bahwa penulis dalam memasukkan tulisannya ke media cetak tidak lepas dari media elektronik. Ketiga, dari segi kemudahan mendapatkannya, koran tentu lebih mudah kita dapatkan daripada warung internet.
Ringkasan lain tentang Media, Tulisan, dan Penulis