awasaki nama penyakit saat ini, gejalanya mirip demam
Hampir sama dengan
gejala-gejala demam berdarah, yakni
demam tinggi
berhari-hari. Bahkan sering juga disertai dengan bercak merah mirip
campak. Kawasaki, inilah nama baru sebagai sebutan yang diberikan
kepada penyakit ini. Jangan sampai terlambat segera periksakan ke
dokter jika keluarga anda ada yang menderita
gejala-gejala semacam ini,
sebab jika terlambat terdiagnosis dapat menyerang pembuluh darah
jantung dan memicu PJK (Penyakit Jantung Koroner) di usia muda.
Penyebab utama Kawasaki secara pasti belum diketahui namun ada indikasi
pemicunya adalah gangguan system kekebalan tubuh yang didahului
terjadinya infeksi. Bakteri Staphyloccocus aureus atau A.
streptococci yang banyak terdapat pada binatang tungau yang
berpindah ke tubuh anak.
Suhu tubuh si penderita Kawasaki bisa meningkat hingga 39˚C dan tidak
mengalami penurunan suhu hingga 5 hari.. Kesulitan memang untuk
mendeteksi atau memastikan gejala penyakit ini jika hanya didasarkan
pada demam yang timbul, sebab kebanyakan demam memang selalu
menyertakan suhu yang meningkat dalam tubuh karena terjadi infeksi.
Dari data yang terkumpul mengindikasikan bahwa penyakit Kawasaki
menyerang balita (80%) terbanyak (50%) usia 1-2 tahun, dan 20-70% lebih
sering pada anak laki-laki. Jarang ditemukan menyerang pada anak
berusia dibawah tiga bulan. Dugaan yang timbul karena anak usia
ini masih mendapat kekebalan dari ASI dari ibunya atau gejalanya masih
ringan hingga tak ketahuan”, kata dr. Najib Advani, SpAK, MMed Paed,
ahli jantung dari Subbag Kardiologi Anak, FKUI RSCM Jakarta.
Gejala-gejalanya:
Fase akut (10 hari pertama)
• Demam
• Mata merah
• Bibir, lidah, mulut kemerahan
• Bengkak kemerahan pada telapak
• Kulit kemerahan
• Pembesaran kelenjar getah bening leher
Meskipun penyakit ini tidak menular penyakit Kawasaki kadang terjadi
komplikasi radang selaput jantung, radang sendi, radang selaput otak,
radang pembuluh darah khususnya pembuluh darah koroner, melebar, dan
menggembung pada bagian tertentu sehingga bisa terjadi penyumbatan
bagian dalam hingga aliran darah ke otot jantung terganggu. Sehingga
dengan demikian penderita harus istirahat penuh.
Penderita Kawasaki di Indonesia yang terungkap baru permukaannya
seperti dikatakan Najib “Perkiraan saya, minimal ada 5000
kasus/tahun”. Banyak kasus yang tidak terdeteksi di Indonesia
namun setelah dirujuk ke Singapura baru terdiagnosis.