Konon
kopi ditemikan secara tidak
sengaja oleh penggembala kambing didaratan Afrika sekitar
abad 8 .
dari waktu-kewaktu, orang terus menyempurnakan cara menyeduh kopi
hingga
menjadi secangkir kopi lezat.
Dibalik nikamat secangkir kopi
tersimpan cerita tentang’budaya ngopi
di warung’ yang selalu ada
disegala masa
dan bangsa.
Warung kopi pertama dibuka pada tahun
1475 dikonstantinopel(sekarang istambul), Turki. Kemudian dibawa ke
daratan Eropa oleh pedagang arab pertengahan abad 17 dan baru
berkembang pesat di amerika akhir abad 18. Di Indonesia sendiri
warung kopi bias dijumpai disetiap sudut kampong diseantero
nusantara. Entah sejak kapan. Dari komunitas warung kopi inilah lahir
apa yang disebut
sebagai coffee house socialization.
Warung kopi menjadi melting pot, tempat
bersosialisasi, ngobrol santai saling tukar informasi, membicarakan
topic yang hangat, hingga menjadi tempat lobbi bisnis dan politik
yang ampuh. Tidak jarang gossip actual kita dapat dari warung kopi.
Industri musikamerika juga mengenal warung kopi sebagai ajang
penampilan artis pemula untuk menapaki jenjang karier sebagai
penyanyi tenar. Bob Dylan adalah salah satu penyanyi yang
memanfaatkan warung kopi dimasa-masa awal kariernya.
Kini dijaman tekhnologi informasi.
Coffee house masih tetap bertahan bahkan mengalami transformasi yang
luar biasa. Mereka tidak hanya menjual kopi, tapi juga life style.
Karena ‘budaya ngopi’ memang tidak akan pernah punah sepanjang
masa.
Tulis ringkasan Anda di sini.
Ringkasan lain tentang Coffe House Socialization,