Setelah penambangan
dan peleburan
timah tidak lagi monopoli pemerintah yang dilakukan oleh PT Timah, bahkan sudah ditetapkan bukan sebagai barang tambang strategis lagi, maka seiring
dengan itu Pemerintah Otonomi Daerah setempat bebas memberikan izin kepada siapa saja untuk melakukan penambangan dan melebur timah asalkan memenuhi ketentuan yang diberlakukan untuk itu. Menjamurnya Tambang Inkonvensional (TI) ini mulai nampak ada gejala bahwa perkebunan
lada berangsur-angsur mulai ditinggalkan orang dan menggantikannya dengan membuka usaha atau bekerja sebagai buruh
di Ti yang lebih cepat menghasilkan uang dengan modal kecil ketimbang modal besar membuka kebun lada baru dan harus menunggu tiga tahun baru panen.
Sekarang ini setiap hari masyarakat pedesaaan dan pesisir pantai di Bangka Belitung obrolannya tidak ladi tentang panen lada atau perikanan apalagi karet akan tetapi banyak berbicara tentang hebatnya penghasilannya bekerja hari ini yang berhasil menggali mulai dari 5 kilogram hingga 30 kilogram konsentrat timah.
TI ini hanya beroperasi dalam bilangan hari untuk selanjutnya akan berpindah-pindah mencari lokasi lain, merambah kemana-mana termasuk lahan yang sudah di reklamasi dan tumbuh dengan baik. Sementara para kolektor telah siap membelinya dan mengangkutnya dengan mobil yang datang langsung ke TI –TI baik milik pribadi maupun bukan. Ada selentingan cerita, dalam keadaan sumber perekonomian masyarakat ketika harga lada yang tidak kunjung membaik, masih ada pemilik modal yang tega merayu pemilik kebun lada yang sedang bingung, diperkirakan kebunnya itu banyak mengandung timah agar menjualnya dan menawarkan dengan harga mengiurkan.
Kabar terbaru mengenai lingkungan di Provinsi ini tercetusnya sebutan Green Babel, yang dicanangkan belum lama ini oleh orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini, awal priode kepemimpinannya telah meletakkan kerangka sadar lingkungan di Bumi Serumpun Sebalai ini, ada bait kalimat yang diucapkan cukup menyentuh dan bermakna, “ Saya gembira hari ini ada keinginan bersama kita untuk bersatu.
Hal yang mencemaskan ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tapi yang paling penting adalah terpulang kepada masyarakat itu sendiri untuk kembali ke kultur sosial orang Bangka Belitung yang dulu. Nampaknya saat ini pengaturan pertambangan timah kian hari makin berjalan baik, namun dari pengelolaan itu dinilai masih mementingkan nilai ekonomisnya ketimbang dari dampak akibat pertambangan itu sendiri. Secara administrasi pengelolaan pertambangan mulai berjalan lancar.
Setidaknya harus disadari kalau reklamasi itu merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memperbaiki atau menata kembali lahan yang telah ditambang agar dapat berfungsi dan berdaya guna dan berhasil guna lagi sesuai peruntukkannya.
Ringkasan lain tentang Selesai Menambang Harus Direklamasi