Ketika membahas sifat-sifat Allah yang ada
dalam al-Qur’an, akan kita temukan bahwa Allah memiliki dua bangunan
besar sifat. Jalaliyah dan Jamaliyah. Jalalaliyah representasi
maskulinitasTuhan dan Jamaliyah representasi Feminitas Allah. Dan
ternyata al-Qur’an lebih banyak menyebutkan sifat-sifat Allah yang ke
dua, sifat maha feminin-Nya.
Kalau mau diungkap lebih jauh, meski inipun bukan hasil buah pikir
saya, dominasi sifat-sifat jamaliyah itu ada bukan hanya sekedar ada
untuk ditunjukkan pada
manusia. Kenapa Al-Qur’an cenderung mengajarkan
sifat-sifat keperempuanan dari pada sifat keperkasaan kelelakian? Dan
itu karena Tuhan ingin menunjukkan bahwa ke-Maha Pengasih dan Maha
penyanyangnya Tuhan itu lebih besar di banding dengan kemurkaan-Nya.
Begitulah Tuhan ingin berpesan pada manusia.
Sayangnya ini tidak ditangkap baik oleh daya intelek manusia yang
serba terbatas. Manusia lebih cenderung terbawa sifat kemanusiaannya
dari pada mengikuti petunjuk Sang Kasih. Rasa ingin dihargai,
dihormati, berkuasa, dan merasa paling benar sendiri menutupi cahaya
cinta yang dipancarkan Tuhan. Luar biasanya manusia….! Tuhan yang Maha
cantik diabaikan demi Tuhan yang Maha
perkasa….
” Standar manusia…” Teman saya bilang……