Tiga bulan belakangan ini warga Bangka Belitung
mulai “tersiksa” oleh
musim kemarau. Pasalnya, selain sumur mulai kering kerontang
dan menurunnya debit air PDAM, berbagai penyakit pun merebak. Termasuk penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA). Penderitaan warga kian terasa lengkap lantaran musim kemarau yang kerap memicu sakit kepala ini bertepatan dengan kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok dan susahnya mendapatkan minyak tanah. Potret kekeringan ini setidaknya dapat terlihat
di sebuah
sumber air sekaligus pemandian umum yang ada di kawasan Tuatunu Kecamatan Gerunggang Pangkalpinang. Kendati sumber air yang ada di sana tidak terlalu besar namun selalu ramai didatangi warga—terlebih di musim kemarau.
Celakanya, di musim kemarau terjadilah krisis air bersih. Akibatnya warga terkadang terpaksa mengambil air yang tidak layak dikonsumsi sehingga menimbulkan berbagai penyakit. Seperti sakit perut atau diare dan gatal-gatal pada kulit. “Kami tahu resiko ini. Tapi mau bagaimana lagi karena sumber air bersih sudah kering kerontang,” keluh seorang ibu muda yang biasa mengambil air minum di sumber mata air yang tidak steril.
Bahkan Kota Pangkalpinang sudah terkena musim kemarau basah, yakni musim kemarau tapi ada
hujan,” jelas Juhari kepada Metro Bangka Belitung pada Sabtu (22/9) lalu. Lebih jauh dijelaskan Juhari, gambaran atau prediksi secara umum tersebut adalah hasil yang telah dianalisa selama 30 tahun kebelakang. Secara umum menurut data BMG, ada dua musim di Kepulauan Bangka Belitung yaitu musim hujan dan kemarau. Tapi peralihan musim kemarau ke musim hujan dan musim hujan ke musim kemarau yang disebut musim pancaroba secara fisik dapat dikenali dengan arah angin yang bertiup secara acak. “Pada musim kemarau yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung khususnya di Kota Pangkalpinang arah anginnya cenderung stabil,” tukas Juhari.
Berdasarkan perkiraan cuaca menurut BMG, untuk Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Induk, dan Kota Panglalpinang akan memasuki musim peralihan, yaitu awal akan beralihnya musim kemarau ke musim penghujan. Lain halnya Bangka Selatan akan lebih mundur antara pertengahan Oktober sampai November baru memasuki musim penghujan. Kondisi cuaca pada bulan Oktober sebagai bulan peralihan harus diwaspadai. Sebab cuaca buruk baik di daratan maupun di lautan sering datang. Misalnya angin kencang, puting beliung dan badai petir atau guntur.
Ringkasan lain tentang Tatkala Musim Kemarau Mulai Menyiksa